alexametrics
28.4 C
Kudus
Monday, July 4, 2022

Status PPKM Pati Turun ke Level I, Bupati: Masyarakat Jangan Euforia

PATI – Pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kabupaten Pati turun ke level I. Capaian ini lantaran syarat vaksinasi sudah memenuhi target. Namun, sejumlah kebijakan tak ada yang berubah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati juga meminta masyarakat jangan eufioria.

Pemkab baru saja menerima surat Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri). Bahwasannya, Kabupaten Pati ditetapkan menjadi PPKM level I. ”Baru saja kami menerima Inmendagri. Pati ini sudah level I. Akan tetapi, harus berhati-hati. Jangan euforia. Tetap prokol kesehatan (prokes),” tegas Bupati Pati Haryanto kemarin.

Dia menuturan, secara umum capaian vaksinasi Covid-19 di Bumi Mina Tani mencapai 83 persen. Kemudian untuk anak mencapai 83 persen dan lansia 65 persen. ”Meski begitu, sasaran tergolong lansia masih rendah. Oleh karena itu, saat ini kami tengah melakukan percepatan vaksinasi untuk lansia,” ujarnya.


Haryanto meminta masyarakat tetap hati-hati, karena pandemi Covid-19 masih ada. Semuanya harus mengikuti ketentuan dan prokes. ”Mulai dari memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan. Serta kurangi mobilitas. Itu harus tetap dilaksanakan dengan ketat,” ujarnya.

Baca Juga :  KONI Pati Gelar Pendampingan Entry Proposal Pembinaan Cabor

Ia khawatir jika euforia berlebihan justru bisa berdampak kelengahan masyarakat terhadap pentingnya menerapkan prokes. PPKM ini kebijakan yang mengatur soal pandemi Covid-19 ini, tapi virus korona belum hilang. ”Jadi, jangan terlena. Meskipun turun level, virus ini masih ada. Oleh sebab itu, saya imbau masyarakat tetap mematuhi prokes,” imbaunya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pati Aviani Tritanti Vanusia menambahkan, syarat untuk turun level di antaranya, ada capaian vaksinasi, tracing, dan tracking. ”Semisal ada kasus di-tracing. Per kasus minimal 16 orang. Jadi, tidak bisa dihitung berapa kali sehari. Kalau tidak ada kasusya tidak tracing. Jadi, tergantung ada temuan atau tidak,” imbuhnya. (lin)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kabupaten Pati turun ke level I. Capaian ini lantaran syarat vaksinasi sudah memenuhi target. Namun, sejumlah kebijakan tak ada yang berubah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati juga meminta masyarakat jangan eufioria.

Pemkab baru saja menerima surat Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri). Bahwasannya, Kabupaten Pati ditetapkan menjadi PPKM level I. ”Baru saja kami menerima Inmendagri. Pati ini sudah level I. Akan tetapi, harus berhati-hati. Jangan euforia. Tetap prokol kesehatan (prokes),” tegas Bupati Pati Haryanto kemarin.

Dia menuturan, secara umum capaian vaksinasi Covid-19 di Bumi Mina Tani mencapai 83 persen. Kemudian untuk anak mencapai 83 persen dan lansia 65 persen. ”Meski begitu, sasaran tergolong lansia masih rendah. Oleh karena itu, saat ini kami tengah melakukan percepatan vaksinasi untuk lansia,” ujarnya.

Haryanto meminta masyarakat tetap hati-hati, karena pandemi Covid-19 masih ada. Semuanya harus mengikuti ketentuan dan prokes. ”Mulai dari memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan. Serta kurangi mobilitas. Itu harus tetap dilaksanakan dengan ketat,” ujarnya.

Baca Juga :  Pembukaan Jalur Wangunrejo-Sukobubuk Dianggar Rp 7 Miliar

Ia khawatir jika euforia berlebihan justru bisa berdampak kelengahan masyarakat terhadap pentingnya menerapkan prokes. PPKM ini kebijakan yang mengatur soal pandemi Covid-19 ini, tapi virus korona belum hilang. ”Jadi, jangan terlena. Meskipun turun level, virus ini masih ada. Oleh sebab itu, saya imbau masyarakat tetap mematuhi prokes,” imbaunya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pati Aviani Tritanti Vanusia menambahkan, syarat untuk turun level di antaranya, ada capaian vaksinasi, tracing, dan tracking. ”Semisal ada kasus di-tracing. Per kasus minimal 16 orang. Jadi, tidak bisa dihitung berapa kali sehari. Kalau tidak ada kasusya tidak tracing. Jadi, tergantung ada temuan atau tidak,” imbuhnya. (lin)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/