alexametrics
24 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Di Pati, Masih Ada 28 Ribuan Unit Rumah Tak Layak Huni

PATI – Jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Pati masih tergolong tinggi. Total masih ada 28 ribuan rumah yang dikategorikan masih tidak layak huni. Hal itu diungkapkan Kabid Perumahan pada Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Pati Suhartono.

“Awalnya rumah tidak layak huni di Kabupaten Pati jumlahnya mencapai 32 ribuan unit. Karena adanya intervensi pemerintah melalui program bedah rumah saat ini jumlahnya sekitar 28 ribuan,” terang Suhartono kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Capaian intervensi pemerintah menurutnya masih rendah. Karena dalam setahun rata-rata hanya bisa mengintervensi atau memberikan program bedah rumah sebanyak 2.500 unit saja.


Program ini, lanjut Suhartono, diambilkan dari berbagai sumber dana. Mulai dari APBN, APBD provinsi dan kabupaten, bantuan program BAZNAS, dan juga CSR perusahaan.

Baca Juga :  Anggota Komisi II DPR RI Usulkan Rekonstruksi UU PMI

“Paling banyak dari APBN dan juga provinsi. Kalau dari APBD kabupaten hanya dapat sedikit. Rata-rata setahun cuma dapat alokasi 30 rumah. Itupun harus masuk dalam program yang dikerjasamakan dengan dinas ataupun instansi lain seperti masuk dalam program TMMD maupun kegiatan PKK,” jelas Suhartono.

Capaian yang rendah ini, lanjut Suhartono juga karena update data terpadu yang sifatnya dinamis. Sehingga memunculkan warga miskin baru. “Data ini kan dinamis. Jadi meskipun pemerintah sudah melakukan intervensi melalui bedah rumah, nanti muncul lagi data warga miskin yang menambah jumlah rumah tidak layak huni. Kalau mau cepat mengurangi jumlah rumah tidak layak huni ya intervensinya harus diperbanyak. Namun hal ini juga harus melihat kemampuan keuangan daerah juga,” paparnya. (him)






Reporter: Achmad Ulil Albab

PATI – Jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Pati masih tergolong tinggi. Total masih ada 28 ribuan rumah yang dikategorikan masih tidak layak huni. Hal itu diungkapkan Kabid Perumahan pada Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Pati Suhartono.

“Awalnya rumah tidak layak huni di Kabupaten Pati jumlahnya mencapai 32 ribuan unit. Karena adanya intervensi pemerintah melalui program bedah rumah saat ini jumlahnya sekitar 28 ribuan,” terang Suhartono kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Capaian intervensi pemerintah menurutnya masih rendah. Karena dalam setahun rata-rata hanya bisa mengintervensi atau memberikan program bedah rumah sebanyak 2.500 unit saja.

Program ini, lanjut Suhartono, diambilkan dari berbagai sumber dana. Mulai dari APBN, APBD provinsi dan kabupaten, bantuan program BAZNAS, dan juga CSR perusahaan.

Baca Juga :  Anggota Komisi II DPR RI Usulkan Rekonstruksi UU PMI

“Paling banyak dari APBN dan juga provinsi. Kalau dari APBD kabupaten hanya dapat sedikit. Rata-rata setahun cuma dapat alokasi 30 rumah. Itupun harus masuk dalam program yang dikerjasamakan dengan dinas ataupun instansi lain seperti masuk dalam program TMMD maupun kegiatan PKK,” jelas Suhartono.

Capaian yang rendah ini, lanjut Suhartono juga karena update data terpadu yang sifatnya dinamis. Sehingga memunculkan warga miskin baru. “Data ini kan dinamis. Jadi meskipun pemerintah sudah melakukan intervensi melalui bedah rumah, nanti muncul lagi data warga miskin yang menambah jumlah rumah tidak layak huni. Kalau mau cepat mengurangi jumlah rumah tidak layak huni ya intervensinya harus diperbanyak. Namun hal ini juga harus melihat kemampuan keuangan daerah juga,” paparnya. (him)






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru

/