alexametrics
26.4 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Pesisir Pati Terancam Abrasi, 51 Desa Dibentengi Green Belt

PATI – Pesisir Pati rencananya dilakukan penanaman mangrove alias green belt untuk mencegah abrasi. Ada 51 desa di sepanjang pesisir pantai yang masuk dalam rencana tersebut.

Ari Wibowo Kasi Bina Mutu dan Deverfikasi Produk Kelautan dan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati menyebutkan, setidaknya ada 51 desa yang menjadi tempat penanaman mangrove.

Sejauh ini, perkembangan penanaman pohon mangrove yang sudah berjalan dan menyentuh luasan 250 hektar. Sedangkan untuk potensi penanaman mangrove yang ada, yakni seluas 8 ribu hektar. Areal itu membentang antara perbatasan Pati-Rembang hingga Pati-Jepara.


”Untuk yang eksis baru 250 hektar. Sedangkan di Pati ada 8 ribu hektare potensinya. Daerah pencanangannya sampai Puncel, Dukuhseti. Untuk daerah yang kosong masih Margoyoso,” ujarnya.

Baca Juga :  Lihat Semua Lampu Nyala, Pergi tanpa Tutup Toko

Pada tahun ini, untuk penganggaran mangrove melalui DKP menyentuh lima ribu batang mangrove. Angka ini menurun jika dibanding penganggaran sebelum adanya refocusing. Sebelum adanya refocusing, Ari menyebutkan ada 10 ribu batang yang ada.

”Dinas selama ini setiap tahun walaupun sedikit tetap menganggarkan penanaman. Kemarin kami anggarkan 6.500 batang. Kalau sebelumnya, sebelum refocusing di atas 10 ribu. Kalau tahun ini 5 ribu batang saja,” imbuhnya.

Ari Wibowo mengatakan, cuaca menjadi kendala tersendiri untuk penanaman mangrove. Musim kemarau dan musim ombak besar menjadikan ancaman kematian mangrove semakin besar.

”Kalau musim kemarau banyak yang mati mangrove-nya. Soalnya, juga butuh air tawar. Selain itu, kesadaran masyarakat menjaga tanaman tersebut masih butuh sosialisasi,” pungkasnya.






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Pesisir Pati rencananya dilakukan penanaman mangrove alias green belt untuk mencegah abrasi. Ada 51 desa di sepanjang pesisir pantai yang masuk dalam rencana tersebut.

Ari Wibowo Kasi Bina Mutu dan Deverfikasi Produk Kelautan dan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati menyebutkan, setidaknya ada 51 desa yang menjadi tempat penanaman mangrove.

Sejauh ini, perkembangan penanaman pohon mangrove yang sudah berjalan dan menyentuh luasan 250 hektar. Sedangkan untuk potensi penanaman mangrove yang ada, yakni seluas 8 ribu hektar. Areal itu membentang antara perbatasan Pati-Rembang hingga Pati-Jepara.

”Untuk yang eksis baru 250 hektar. Sedangkan di Pati ada 8 ribu hektare potensinya. Daerah pencanangannya sampai Puncel, Dukuhseti. Untuk daerah yang kosong masih Margoyoso,” ujarnya.

Baca Juga :  Dinilai Membingungkan, Warga: Layanan Dukcapil Mestinya seperti di Bank

Pada tahun ini, untuk penganggaran mangrove melalui DKP menyentuh lima ribu batang mangrove. Angka ini menurun jika dibanding penganggaran sebelum adanya refocusing. Sebelum adanya refocusing, Ari menyebutkan ada 10 ribu batang yang ada.

”Dinas selama ini setiap tahun walaupun sedikit tetap menganggarkan penanaman. Kemarin kami anggarkan 6.500 batang. Kalau sebelumnya, sebelum refocusing di atas 10 ribu. Kalau tahun ini 5 ribu batang saja,” imbuhnya.

Ari Wibowo mengatakan, cuaca menjadi kendala tersendiri untuk penanaman mangrove. Musim kemarau dan musim ombak besar menjadikan ancaman kematian mangrove semakin besar.

”Kalau musim kemarau banyak yang mati mangrove-nya. Soalnya, juga butuh air tawar. Selain itu, kesadaran masyarakat menjaga tanaman tersebut masih butuh sosialisasi,” pungkasnya.






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/