alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Nguri-uri Budaya, Warga Pati Gelar Wayangan hingga Barongsai Selama Dua Hari

PATI – Masyarakat Kabupaten Pati menggelar gebyar budaya dua hari ini (30-31/7). Acara dimeriahkan penampilan kesenian lokal hingga santunan anak yatim. Tujuan acara tersebut, mengingatkan kembali sejarah dan kesenian yang hampir terlupakan.

Lokasi acara ini di salah satu desa wisata di Kabupaten Pati. Yakni, Desa Pohgading, Gembong. Sedangkan acara berlangsung di Wisata Pesona Ponjodan desa setempat.

5-10 anak-anak SD desa setempat turut meramaikan acara itu. Mereka menampilkan Tari Kolosal sekira pukul 09.30.


Lalu, acara disambung dengan pemberian santunan anak yatim sebanyak 20 anak. Lima anak yatim desa setempat diberikan santunan secara simbolis.

”Acaranya banyak gebyar budaya ini. Ada tarian kolosal, Tari Gambyong, sindenan, wayang kulit, hingga pertunjukan barongsai,” ujar Ketua Penggagas Sejarah Nusantara Zubaidi Abdillah.

Dia menambahkan, acara ini dalam rangka nguri-nguri kebudayaan. Juga membangkitkan kembali sejarah berdirinya bangsa. ”Pati ini juga memiliki sejarah. Saat ini, kalangan anak muda disibukkan dengan Handphone (HP) mereka. Tak banyak yang tau sejarah dan kesenian di Pati. Sehingga acara ini mengingatkan kembali akan sejarah yang hampir terlupakan,” tambahnya.

Baca Juga :  Komisi D DPRD Pati Minta Perpanjangan Bahas Tiga Perda

”Jadi membangkitkan sejarah agar Pati ini menjadi kota sejarah. Selama ini, sejarah diplencengkan oleh penjajah,” lanjutnya.

Turut hadir dalam acara itu Anggota DPRD Kabupaten Pati Rusydi. Dia mengucapkan rasa kagum dan bangga atas digelarnya acara seperti ini.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, meskipun dengan segala keterbatasan, semoga ini menjadi tonggak dan awal bangkitnya sejarah Nusantara. Kalau tidak dari sekarang, kapan lagi?” tuturnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Masyarakat Kabupaten Pati menggelar gebyar budaya dua hari ini (30-31/7). Acara dimeriahkan penampilan kesenian lokal hingga santunan anak yatim. Tujuan acara tersebut, mengingatkan kembali sejarah dan kesenian yang hampir terlupakan.

Lokasi acara ini di salah satu desa wisata di Kabupaten Pati. Yakni, Desa Pohgading, Gembong. Sedangkan acara berlangsung di Wisata Pesona Ponjodan desa setempat.

5-10 anak-anak SD desa setempat turut meramaikan acara itu. Mereka menampilkan Tari Kolosal sekira pukul 09.30.

Lalu, acara disambung dengan pemberian santunan anak yatim sebanyak 20 anak. Lima anak yatim desa setempat diberikan santunan secara simbolis.

”Acaranya banyak gebyar budaya ini. Ada tarian kolosal, Tari Gambyong, sindenan, wayang kulit, hingga pertunjukan barongsai,” ujar Ketua Penggagas Sejarah Nusantara Zubaidi Abdillah.

Dia menambahkan, acara ini dalam rangka nguri-nguri kebudayaan. Juga membangkitkan kembali sejarah berdirinya bangsa. ”Pati ini juga memiliki sejarah. Saat ini, kalangan anak muda disibukkan dengan Handphone (HP) mereka. Tak banyak yang tau sejarah dan kesenian di Pati. Sehingga acara ini mengingatkan kembali akan sejarah yang hampir terlupakan,” tambahnya.

Baca Juga :  Minimalisasi Penularan, RS Keluarga Sehat Lengkapi Rekayasa Sirkulasi

”Jadi membangkitkan sejarah agar Pati ini menjadi kota sejarah. Selama ini, sejarah diplencengkan oleh penjajah,” lanjutnya.

Turut hadir dalam acara itu Anggota DPRD Kabupaten Pati Rusydi. Dia mengucapkan rasa kagum dan bangga atas digelarnya acara seperti ini.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, meskipun dengan segala keterbatasan, semoga ini menjadi tonggak dan awal bangkitnya sejarah Nusantara. Kalau tidak dari sekarang, kapan lagi?” tuturnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru