alexametrics
30.3 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Launching Varietas Tebu Unggul Baru, PG Trangkil Pati Tingkatkan Swasembada Gula Nasional

PATI – PG Kebon Agung Trangkil me-launching varietas baru tanaman tebu bernama PSKA 942. Pihaknya bersama Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) menciptakan varietas baru itu. Varietas tebu unggul ini untuk mendukung swasembada gula nasional.

PG Trangkil memiliki kapasitas giling tersebar se-Jateng dan ke-3 se-Jawa. Sampai 15 Juni lalu, pihaknya mampu menghasilkan gula kristal putih (GKP) sebanyak 19.000 ton.

Kemudian di-launching varietas PSKA 942 (varietas baru). Varietas tersebut telah dilepas secara resmi berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian RI No 9/KPTS/KB.10/3/2020 Tentang Pelepasan Klon PSKA 942 sebagai Varietas Unggul Tanaman Tebu.


Pemulia Tanaman P3GI Pasuruan Wiwit Budi Widyasari menjelaskan, lingkungan juga memberi penentu tiap varietas. Selama penilitan selama bertahun-tahun, dari satu juta semai hanya satu saja yang unggul.

”Jadi mengapa sulit? Karena varietas tebu ini memiliki banyak genome. Meskipun hanya menghasilkan satu varietas unggulan kami tak menyerah. Terus meneliti bertahun-tahun. Soalnya, adanya varietas unggulan ini untuk memajukan industri gula nasional,” tandasnya.

Pemegang Saham PT Kebon Agung Mubarakah menambahkan, dengan adanya varietas ini akan meningkatkan produktifitas output dan input kualitas bagus produk gula PT kebon Agung. Sudah banyak petani yang menerima varietas ini.

”Keunggulannya sudah diceritakan para petani tebu. Kata mereka, ini cocok di Trangkil. Ini bisa memberi nilai tambah. Dengan adanya produksi yang meningkat ini, untuk kebaikan petani, perusahaan, dan pemegang saham. Jadi untuk kebaikan bersama,” ujarnya.

Baca Juga :  Gelar Razia, Personel Gabungan Temukan Pekerja Salon di Bawah Umur
SIMBOLIS: Pemegang saham PT Kebon Agung Ibu Mubarakah MBA menyerahkan bibit dan sertifikat varietas tebu unggul baru PSKA 942 kepada perwakilan petani di PG Trangkil kemarin. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

Komisaris Utama PT Kebon Agung Hendar mengatakan, impor gula di Indonesia ini besar. Mengatasi itu bisa dengan varietas baru ini. Karena produksinya lebih besar ketimbang varietas lain. Sehingga bisa mengurangi ketergantungan impor gula.

”Ketika menggantungkan diri ke negara lain, ketika negara itu tak pro ekspor lagi maka nasib kita bagaimana. Pasti bakal kesulitan untuk impor gula. Sehingga produksi gula nasional ini penting. Ini bisa menjadi salah satu jawaban,” katanya.

Direktur Utama PT Kebon Agung Didid Taurisianto mengatakan, bahan baku gula ini menjadi kunci utama dalam industri gula, di samping kesuburan tanah. Adanya varietas baru ini bisa menjadi kunci produksi gula.

Pihaknya memberikan kontribusi agar produksi gula Jateng lebih bisa meningkat. Varietas baru ini memiliki keunggulan bobot tebunya lebih bagus. Rendemennya juga tinggi. Selain itu, juga bisa toleran terhadap drainase jelek.

”Jadi keunggulan varietas ini, apabila di lahan sempit bisa menghasilkan produksi lebih besar. Kami meyakini prospek industri gula nasional masih baik,” terangnya.

Perwakilan Petani Tebu Kamari menambahkan, varietas baru ini spesialisasi Pantura di Trangkil. Para petani sudah mencoba varietas ini. Hasilnya cocok.

”Banyak keunggulan dari varietas ini. Tapi yang paling penting ini cocok digunakan para petani. Kalau penilitian bagus tapi tak cocok di petani percuma. Namun, varietas ini cocok,” paparnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – PG Kebon Agung Trangkil me-launching varietas baru tanaman tebu bernama PSKA 942. Pihaknya bersama Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) menciptakan varietas baru itu. Varietas tebu unggul ini untuk mendukung swasembada gula nasional.

PG Trangkil memiliki kapasitas giling tersebar se-Jateng dan ke-3 se-Jawa. Sampai 15 Juni lalu, pihaknya mampu menghasilkan gula kristal putih (GKP) sebanyak 19.000 ton.

Kemudian di-launching varietas PSKA 942 (varietas baru). Varietas tersebut telah dilepas secara resmi berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian RI No 9/KPTS/KB.10/3/2020 Tentang Pelepasan Klon PSKA 942 sebagai Varietas Unggul Tanaman Tebu.

Pemulia Tanaman P3GI Pasuruan Wiwit Budi Widyasari menjelaskan, lingkungan juga memberi penentu tiap varietas. Selama penilitan selama bertahun-tahun, dari satu juta semai hanya satu saja yang unggul.

”Jadi mengapa sulit? Karena varietas tebu ini memiliki banyak genome. Meskipun hanya menghasilkan satu varietas unggulan kami tak menyerah. Terus meneliti bertahun-tahun. Soalnya, adanya varietas unggulan ini untuk memajukan industri gula nasional,” tandasnya.

Pemegang Saham PT Kebon Agung Mubarakah menambahkan, dengan adanya varietas ini akan meningkatkan produktifitas output dan input kualitas bagus produk gula PT kebon Agung. Sudah banyak petani yang menerima varietas ini.

”Keunggulannya sudah diceritakan para petani tebu. Kata mereka, ini cocok di Trangkil. Ini bisa memberi nilai tambah. Dengan adanya produksi yang meningkat ini, untuk kebaikan petani, perusahaan, dan pemegang saham. Jadi untuk kebaikan bersama,” ujarnya.

Baca Juga :  Polres Pati Targetkan Vaksinasi Covid-19 untuk Satu Juta Penduduk
SIMBOLIS: Pemegang saham PT Kebon Agung Ibu Mubarakah MBA menyerahkan bibit dan sertifikat varietas tebu unggul baru PSKA 942 kepada perwakilan petani di PG Trangkil kemarin. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

Komisaris Utama PT Kebon Agung Hendar mengatakan, impor gula di Indonesia ini besar. Mengatasi itu bisa dengan varietas baru ini. Karena produksinya lebih besar ketimbang varietas lain. Sehingga bisa mengurangi ketergantungan impor gula.

”Ketika menggantungkan diri ke negara lain, ketika negara itu tak pro ekspor lagi maka nasib kita bagaimana. Pasti bakal kesulitan untuk impor gula. Sehingga produksi gula nasional ini penting. Ini bisa menjadi salah satu jawaban,” katanya.

Direktur Utama PT Kebon Agung Didid Taurisianto mengatakan, bahan baku gula ini menjadi kunci utama dalam industri gula, di samping kesuburan tanah. Adanya varietas baru ini bisa menjadi kunci produksi gula.

Pihaknya memberikan kontribusi agar produksi gula Jateng lebih bisa meningkat. Varietas baru ini memiliki keunggulan bobot tebunya lebih bagus. Rendemennya juga tinggi. Selain itu, juga bisa toleran terhadap drainase jelek.

”Jadi keunggulan varietas ini, apabila di lahan sempit bisa menghasilkan produksi lebih besar. Kami meyakini prospek industri gula nasional masih baik,” terangnya.

Perwakilan Petani Tebu Kamari menambahkan, varietas baru ini spesialisasi Pantura di Trangkil. Para petani sudah mencoba varietas ini. Hasilnya cocok.

”Banyak keunggulan dari varietas ini. Tapi yang paling penting ini cocok digunakan para petani. Kalau penilitian bagus tapi tak cocok di petani percuma. Namun, varietas ini cocok,” paparnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/