alexametrics
26.3 C
Kudus
Saturday, May 14, 2022

Bupati Haryanto Beberkan Satu Penyebab PTM di Pati Ditunda

PATI – Bupati Haryanto menilai kondisi pandemi saat ini masih memprihatinkan. Peningkatan kasus Covid – 19 di Kabupaten Pati membuatnya mengambil kebijakan kembali menutup pembelajaran tatap muka keseluruhan yang baru berjalan tiga pekan. Hal itu salah satunya karena banyak guru yang dinilai tidak patuh.

Bupati Haryanto menegaskan bahwa peningkatan kasus Covid – 19 di lingkungan sekolah lantaran kurang patuhnya para guru. Pihaknya menyinggung hal tersebut saat melakukan penyerahan SK PNS tenaga pendidikan dan Kesehatan di pendopo akhir pekan kemarin.

“Saat mendapat kesempatan PTM malah digunakan untuk pergi piknik beserta para murid dengan sejumlah alasan. Sepulang dari piknik banyak yang sakit,” papar Bupati.

Baca Juga :  Persipa Pati Berbagi Angka, Pelatih Cukup Puas

Lebih lanjut Bupati mengingatkan, sebagai seorang PNS tak seharusnya berperilaku demikian. Melainkan harus selalu konsisten dan komitmen.

“Kepala Disdikbud Pati kemarin laporan sama saya bahwa PTM siap dimulai lagi tanggal 2 Maret 2022, tapi terpaksa saya suruh tunda dulu,” jelas Bupati.

Pihaknya menyebut akan membandingkan terlebih dahulu laporan peningkatan kasus Covid – 19 dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati sebelum memutuskan membuka kembali PTM terbatas.

“Minggu depan kita lihat laporannya. Menurun apa tidak kasusnya. Kalau menurun kita buka PTM terbatas 50 persen, misalnya. Terlebih nanti ada libur dua hari, kita lihat dampaknya sepekan setelah libur dua hari,” papar Bupati. (him)






Reporter: Achmad Ulil Albab

PATI – Bupati Haryanto menilai kondisi pandemi saat ini masih memprihatinkan. Peningkatan kasus Covid – 19 di Kabupaten Pati membuatnya mengambil kebijakan kembali menutup pembelajaran tatap muka keseluruhan yang baru berjalan tiga pekan. Hal itu salah satunya karena banyak guru yang dinilai tidak patuh.

Bupati Haryanto menegaskan bahwa peningkatan kasus Covid – 19 di lingkungan sekolah lantaran kurang patuhnya para guru. Pihaknya menyinggung hal tersebut saat melakukan penyerahan SK PNS tenaga pendidikan dan Kesehatan di pendopo akhir pekan kemarin.

“Saat mendapat kesempatan PTM malah digunakan untuk pergi piknik beserta para murid dengan sejumlah alasan. Sepulang dari piknik banyak yang sakit,” papar Bupati.

Baca Juga :  Berhasil Gagalkan Tahanan Kabur, Petugas Lapas Pati Diganjar Apresiasi

Lebih lanjut Bupati mengingatkan, sebagai seorang PNS tak seharusnya berperilaku demikian. Melainkan harus selalu konsisten dan komitmen.

“Kepala Disdikbud Pati kemarin laporan sama saya bahwa PTM siap dimulai lagi tanggal 2 Maret 2022, tapi terpaksa saya suruh tunda dulu,” jelas Bupati.

Pihaknya menyebut akan membandingkan terlebih dahulu laporan peningkatan kasus Covid – 19 dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati sebelum memutuskan membuka kembali PTM terbatas.

“Minggu depan kita lihat laporannya. Menurun apa tidak kasusnya. Kalau menurun kita buka PTM terbatas 50 persen, misalnya. Terlebih nanti ada libur dua hari, kita lihat dampaknya sepekan setelah libur dua hari,” papar Bupati. (him)






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru

/