alexametrics
29.1 C
Kudus
Monday, May 23, 2022

Banyak Lapak Kosong di Alun-alun Kembang Joyo, akan Ada Penggantian PKL

PATI – Belum semua pedagang kaki lima (PKL) di Alun-alun Kembang Joyo menempati lapaknya. Saat ini baru 320 pedagang dari total 390 lapak. Akhir bulan ini jika masih kosong, akan ada penggantian PKL.

Berdasarkan data pihak Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati sudah 80 persen (320 orang) PKL yang menempati alun-alun baru itu.

Pihaknya berencana melakukan pendataan ulang PKL yang menempati lapak di Alun-alun baru tersebut. Ini untuk memastikan jumlah pedagang yang menempati lapak di sana.


”Semua PKL yang akan menempati sudah diundi. Pekan depan kami akan melakukan pendataan ulang. Kemudian, kami beri batas penempatan sampai 20 Maret,” kata Kepala Disdagperin Pati Hadi Santosa.

Kemudian, pihaknya akan memanggil PKL yang belum menempati lapak untuk mengetahui komitmennya. Jika tak menemui titik temu, dimungkinkan akan cari penggantinya.

”Kami asesmen dulu yang jadi permasalahannya. Kalau sudah tidak bisa, kami akan carikan ganti. Jadi cari tahu alasan sebenarnya apa dan mungkin solusi yang bisa ditawarkan. Yang penting tidak merugikan mereka,” ujarnya.

Soal PKL baru yang akan menempati, Hadi mengaku sudah mengantongi nama-namanya. Itu dari PKL eks Simpang Lima yang belum terdaftar.

Baca Juga :  Lampu Lalu Lintas Bleber Rusak, Dishub Pati: Akan Segera Diperbaiki

”Dari informasi ada beberapa PKL eks Simpang Lima Pati yang belum terdaftar karena beberapa sebab. Jadi kami prioritaskan itu,” imbuhnya.

Dia menambahkan, jumlah PKL yang belum terkover tak sampai 200 orang. Karena ada proses verifikasi 1 KK 1 lapak. ”Tak sampai 200 PKL. Jadi nanti melihat lapak yang belum dipakai pedagang,” tukasnya.

Mengenai alasan kenapa belum menempati lapak, lanjut Hadi, dimungkinkan karena ada beberapa persoalan. Salah satunya karena modal. ”Alasan utama masih mencari modal untuk membuka kembali dagangannya. Melhat situasi dan kondisi pandemi Covid-19 juga. Kami akan seegera mencari tahu alasan yang sebenarnya,” pungkasnya.

Di sisi lain, beberapa PKL terlihat menempati lapak ukuran 3×3 meter persegi itu. Mereka berjualan ayam goreng, sate, makanan ringan, hingga jualan aksesoris. Akan tetapi, masih ada 50-70 pedagang belum menempati lapak yang ada di alun-alun baru. ”Ini kenapa kok belum ditempati? Bukannya sudah diundi?,” tanya wartawan ini kepada  PKL di sana. ”Sudah diundi. Ndak tahu kenapa belu ditempati. Saya juga baru menempati soalnya,” kata pedagang bakso ini, Sartini. (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Belum semua pedagang kaki lima (PKL) di Alun-alun Kembang Joyo menempati lapaknya. Saat ini baru 320 pedagang dari total 390 lapak. Akhir bulan ini jika masih kosong, akan ada penggantian PKL.

Berdasarkan data pihak Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati sudah 80 persen (320 orang) PKL yang menempati alun-alun baru itu.

Pihaknya berencana melakukan pendataan ulang PKL yang menempati lapak di Alun-alun baru tersebut. Ini untuk memastikan jumlah pedagang yang menempati lapak di sana.

”Semua PKL yang akan menempati sudah diundi. Pekan depan kami akan melakukan pendataan ulang. Kemudian, kami beri batas penempatan sampai 20 Maret,” kata Kepala Disdagperin Pati Hadi Santosa.

Kemudian, pihaknya akan memanggil PKL yang belum menempati lapak untuk mengetahui komitmennya. Jika tak menemui titik temu, dimungkinkan akan cari penggantinya.

”Kami asesmen dulu yang jadi permasalahannya. Kalau sudah tidak bisa, kami akan carikan ganti. Jadi cari tahu alasan sebenarnya apa dan mungkin solusi yang bisa ditawarkan. Yang penting tidak merugikan mereka,” ujarnya.

Soal PKL baru yang akan menempati, Hadi mengaku sudah mengantongi nama-namanya. Itu dari PKL eks Simpang Lima yang belum terdaftar.

Baca Juga :  Antisipasi Klaster Covid-19 di Sekolah, Bupati Pati Evaluasi PTM Berkala

”Dari informasi ada beberapa PKL eks Simpang Lima Pati yang belum terdaftar karena beberapa sebab. Jadi kami prioritaskan itu,” imbuhnya.

Dia menambahkan, jumlah PKL yang belum terkover tak sampai 200 orang. Karena ada proses verifikasi 1 KK 1 lapak. ”Tak sampai 200 PKL. Jadi nanti melihat lapak yang belum dipakai pedagang,” tukasnya.

Mengenai alasan kenapa belum menempati lapak, lanjut Hadi, dimungkinkan karena ada beberapa persoalan. Salah satunya karena modal. ”Alasan utama masih mencari modal untuk membuka kembali dagangannya. Melhat situasi dan kondisi pandemi Covid-19 juga. Kami akan seegera mencari tahu alasan yang sebenarnya,” pungkasnya.

Di sisi lain, beberapa PKL terlihat menempati lapak ukuran 3×3 meter persegi itu. Mereka berjualan ayam goreng, sate, makanan ringan, hingga jualan aksesoris. Akan tetapi, masih ada 50-70 pedagang belum menempati lapak yang ada di alun-alun baru. ”Ini kenapa kok belum ditempati? Bukannya sudah diundi?,” tanya wartawan ini kepada  PKL di sana. ”Sudah diundi. Ndak tahu kenapa belu ditempati. Saya juga baru menempati soalnya,” kata pedagang bakso ini, Sartini. (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/