BANTUL — Persijap Jepara akan menjalani laga tandang menghadapi PSIM Yogyakarta pada Rabu (11/3) malam.
Pertandingan dijadwalkan kick off pukul 20.30 WIB di Stadion Sultan Agung, Bantul.
Duel ini diprediksi berlangsung sengit. Mengingat kedua tim sama-sama membutuhkan poin untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Laga ini juga dipastikan tidak akan mudah bagi Laskar Kalinyamat.
Persijap harus kehilangan dua pemain pentingnya, yakni gelandang Wahyudi Hamisi dan bek asing Jose Luis Espinosa Arroyo atau yang akrab disapa Rubio.
Hamisi harus absen karena akumulasi kartu kuning, sementara Rubio mendapat kartu merah saat Persijap menghadapi Persis pada Kamis (4/3) lalu.
Absennya dua pemain tersebut membuat lini tengah dan pertahanan Persijap mengalami perubahan komposisi.
Pelatih kepala Persijap Jepara, Mario Lemos, mengaku harus melakukan penyesuaian taktik. Agar keseimbangan tim tetap terjaga.
Menurutnya, posisi Rubio di lini belakang kemungkinan akan digantikan oleh Aly Ndom.
Meski demikian, ia memastikan tim tetap mempertahankan pola permainan utama, yang selama ini menjadi andalan Persijap.
Pada lini depan, Persijap diprediksi masih mengandalkan sejumlah pemain kunci seperti Borja Herrera, Charlos Franca, serta duet pemain asing Iker Guarrotxena dan Martinez untuk membongkar pertahanan lawan.
Meski kehilangan pemain, Mario Lemos menilai situasi seperti kartu kuning, kartu merah, maupun cedera merupakan hal yang biasa dalam sepak bola. Ia menegaskan timnya akan tetap fokus.
“Semua pertandingan bagi kami adalah final,” ujarnya pada sesi pers conference pre-match (PMPC) pada Selasa (10/3).
Sementara itu, tuan rumah PSIM Yogyakarta juga dipastikan kehilangan satu pemain penting.
Gelandang serang Fahreza Sudin harus absen setelah menerima kartu merah, saat menghadapi Semen Padang pada laga sebelumnya.
Meski begitu, PSIM tetap memiliki sejumlah pemain yang patut diwaspadai. Beberapa nama seperti Vidal dan Sheva dikenal cukup aktif. Menekan pertahanan lawan lewat serangan cepat dan umpan silang dari sisi lapangan.
Jika melihat catatan pertemuan kedua tim, Persijap memiliki kenangan kurang menyenangkan saat menghadapi PSIM.
Dalam lima pertemuan terakhir, hasil imbang bahkan menjadi momok bagi Laskar Kalinyamat.
Pada 23 Desember 2025 lalu, kedua tim bermain imbang 1-1. Kemudian pada 7 Desember 2024 pertandingan juga berakhir tanpa gol dengan skor 0-0. Bahkan pada pertemuan sebelumnya, 2 Oktober 2024, kedua tim kembali bermain imbang dengan skor kacamata.
Selain itu, Persijap juga sempat kalah tipis 0-1 dari PSIM pada 30 November 2021. Sedangkan pertemuan pada 25 Oktober 2021 juga berakhir imbang, 2-2.
Saat ini posisi kedua tim di klasemen sementara juga tidak terpaut jauh. PSIM berada di peringkat ke-8, sementara Persijap menempati posisi ke-15.
Kondisi tersebut membuat laga ini menjadi penting bagi kedua tim, untuk memperbaiki posisi mereka.
Bek Persijap Aly Ndom mengatakan persiapan tim jelang pertandingan berjalan normal seperti biasa.
Ia menegaskan tidak ada perlakuan khusus dalam latihan menjelang laga tandang tersebut.
“Persiapan seperti biasa, tidak ada yang istimewa. Waktunya latihan ya latihan saja, tidak ada perbedaan dengan pertandingan sebelumnya,” katanya.
Dengan kondisi skuad yang tidak sepenuhnya lengkap, serta catatan pertemuan yang sering berakhir imbang. Laga Persijap melawan PSIM diperkirakan akan berlangsung ketat hingga menit akhir.
Persijap pun dituntut tampil disiplin, jika ingin membawa pulang poin dari Bantul.
“Kami sangat membutuhkannya. Kami sebelumnya pun bisa menang melawan Madura, dan Persebaya,” tandas Mario Lemos.(fik)
Editor : Mahendra Aditya