Manchester - Harapan Manchester City untuk terus menekan Arsenal di papan atas Premier League 2025/2026 kembali terganggu.
Menjamu Nottingham Forest pada laga pekan ke-29, Rabu malam waktu setempat (04/03/2026), The Citizens hanya mampu bermain imbang 2-2 dalam duel dramatis di Etihad Stadium.
Tambahan satu angka ini terasa pahit.
Pasalnya, di pertandingan lain, Arsenal sukses mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Brighton, membuat selisih poin di klasemen semakin menjauh dan tekanan terhadap pasukan Pep Guardiola kian besar.
City Unggul Dulu, Forest Tak Gentar
Sejak menit awal, Manchester City langsung tampil agresif. Phil Foden dan Bernardo Silva beberapa kali menguji ketangguhan kiper Nottingham, Matz Sels.
Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-31.
Antoine Semenyo membuka skor lewat sepakan voli tajam dari dalam kotak penalti setelah menerima umpan Rayan Cherki.
Gol tersebut membuat publik tuan rumah bergemuruh dan City menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.
Namun, Nottingham Forest datang bukan sekadar bertahan.
Memasuki babak kedua, tim tamu tampil lebih berani.
Pada menit ke-57, Igor Jesus memenangkan duel udara dan menanduk bola ke arah Morgan Gibbs-White yang dengan sigap menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Gol tersebut mengubah tempo laga. Forest semakin percaya diri, sementara City dipaksa menaikkan intensitas serangan.
Rodri Sempat Bawa Harapan, Forest Balas dengan Gol Spektakuler
Manchester City kembali unggul pada menit ke-62.
Berawal dari sepak pojok Rayan Ait-Nouri, Rodri melompat paling tinggi dan menanduk bola dengan presisi ke dalam gawang.
Skor berubah menjadi 2-1 dan seolah City akan mengamankan tiga poin penting.
Erling Haaland sempat dua kali terjatuh di kotak penalti dalam situasi yang memicu protes, namun wasit Darren England bergeming dan tidak menunjuk titik putih.
Ketika laga memasuki menit ke-76, petaka datang bagi tuan rumah. Callum Hudson-Odoi mengirimkan bola ke Elliot Anderson di tepi kotak penalti.
Tanpa ragu, Anderson melepaskan tembakan keras mendatar ke sudut kanan bawah gawang yang tak mampu dijangkau Gianluigi Donnarumma. Skor imbang 2-2.
Gol itu menjadi pukulan telak bagi City. Hingga tujuh menit masa tambahan waktu, tuan rumah terus menggempur, termasuk peluang dari Rodri dan Jeremy Doku, namun pertahanan Forest tetap kokoh.
Statistik Bicara, City Dominan Tapi Kurang Tajam
Berdasarkan laporan statistik pertandingan, Manchester City unggul dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan.
Phil Foden, Haaland, hingga Bernardo Silva aktif menciptakan peluang, tetapi efektivitas menjadi masalah utama.
Sebaliknya, Nottingham Forest tampil lebih efisien. Mereka memaksimalkan peluang dari bola mati dan transisi cepat.
Kedisiplinan lini belakang serta performa solid Matz Sels di bawah mistar menjadi kunci keberhasilan mencuri satu poin dari kandang juara bertahan.
Wasit juga mengeluarkan beberapa kartu kuning dalam laga ini, termasuk untuk Ibrahim Sangare dan Murillo dari kubu Forest, menunjukkan tensi tinggi sepanjang pertandingan.
Dampak ke Klasemen: Arsenal Tersenyum
Hasil imbang ini jelas bukan kabar baik bagi Manchester City.
Tambahan satu poin membuat mereka gagal memangkas jarak dengan Arsenal. Di saat bersamaan, The Gunners justru berhasil mengamankan kemenangan 1-0 atas Brighton.
Situasi ini membuat perburuan gelar semakin condong ke arah London Utara.
Arsenal kini memiliki keunggulan poin yang lebih nyaman, sementara City mulai berada dalam tekanan besar menjelang fase akhir musim.
Pep Guardiola tentu menyadari bahwa kehilangan poin di kandang sendiri bisa menjadi penentu dalam perebutan trofi. Dengan jadwal padat dan persaingan ketat, setiap laga kini bernilai final.
Alarm Serius untuk City
Hasil 2-2 ini bukan sekadar angka di papan skor. Ini adalah sinyal bahwa konsistensi Manchester City sedang diuji.
Ketika Arsenal terus menang, City justru terpeleset di momen krusial.
Jika tak segera menemukan ketajaman dan kestabilan di lini belakang, bukan tak mungkin impian mempertahankan gelar akan semakin menjauh.
Sementara itu, Nottingham Forest layak mendapat apresiasi atas mentalitas dan determinasi mereka menahan salah satu tim terkuat di liga.
Premier League musim ini semakin panas — dan bagi Manchester City, ruang untuk kesalahan kini hampir tak ada.
Editor : Mahendra Aditya