BANDUNG - Perjalanan Persib Bandung di ACL 2 2025/2026 Resmi Terhenti
Langkah Persib Bandung di ajang AFC Champions League Two 2025/2026 harus berhenti di babak 16 besar.
Meski menang 1-0 pada leg kedua, Maung Bandung tetap tersingkir karena kalah agregat 1-3 dari Ratchaburi FC.
Kekalahan 0-3 di Thailand pada leg pertama menjadi beban berat yang tak mampu dibalikkan sepenuhnya di Bandung.
Hasil Leg Kedua: Menang, Tapi Belum Cukup
Bermain di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Persib tampil agresif sejak menit awal.
Tekanan tinggi dan permainan cepat diperagakan demi mengejar defisit tiga gol.
Gol semata wayang lahir pada menit ke-40 melalui tandukan tajam Andrew Jung yang memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan. Skor 1-0 bertahan hingga laga usai.
Namun secara agregat, Persib tetap kalah 1-3 dan gagal melaju ke perempat final.
Statistik Pertandingan Leg Kedua
Berdasarkan data pertandingan dan rangkuman berbagai sumber terkini, berikut gambaran statistik laga di GBLA:
Persib Bandung 1-0 Ratchaburi FC
(Agregat 1-3)
Penguasaan bola
- Persib: 58%
- Ratchaburi: 42%
Total tembakan
- Persib: 14
- Ratchaburi: 8
Tembakan tepat sasaran
- Persib: 5
- Ratchaburi: 3
Tendangan sudut
- Persib: 7
- Ratchaburi: 4
Kartu kuning
- Persib: 2
- Ratchaburi: 3
Statistik menunjukkan dominasi Persib dalam penguasaan bola dan jumlah peluang.
Namun efektivitas menjadi pembeda utama dalam duel dua leg ini, terutama saat leg pertama di Thailand.
Evaluasi Dua Leg yang Kontras
Di leg pertama, Persib kesulitan mengembangkan permainan dan harus kebobolan tiga kali. Ratchaburi tampil efisien memanfaatkan celah pertahanan.
Sebaliknya, di leg kedua, tim asuhan Bojan Hodak mampu mendominasi permainan.
Sayangnya, sepak bola fase gugur tak hanya soal satu pertandingan. Konsistensi dalam dua leg menjadi kunci.
Defisit tiga gol di laga tandang terlalu berat untuk ditebus hanya dengan kemenangan tipis di kandang.
Catatan Akhir untuk Maung Bandung
Meski langkah terhenti, kiprah Persib di ACL 2 musim ini tetap memberi pelajaran penting.
Mereka menunjukkan kapasitas untuk bersaing di level Asia, terutama saat tampil di kandang sendiri dengan dukungan penuh bobotoh.
Ke depan, pengalaman ini bisa menjadi fondasi untuk tampil lebih matang di kompetisi regional berikutnya.
Karena di panggung Asia, detail kecil di laga tandang sering kali menentukan nasib besar di akhir perjalanan.
Editor : Mahendra Aditya