Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

SKOR AKHIR Semifinal AFC Futsal Asian Cup 2026 Indonesia vs Jepang, Garuda ke Final dengan Skor 5-3

Mahendra Aditya Restiawan • Kamis, 5 Februari 2026 | 21:47 WIB
Timnas Futsal Indonesia
Timnas Futsal Indonesia

Radar Kudus - Sorak sorai membelah langit Jakarta malam itu. Indonesia Arena bergemuruh, seolah setiap detak jantung penonton ikut berdetak bersama bola yang bergulir di lapangan.

Kamis malam, 5 Februari 2026, menjadi saksi lahirnya sebuah bab baru dalam perjalanan futsal nasional.

Timnas Futsal Indonesia resmi menjejakkan kaki ke final AFC Futsal 2026 setelah menumbangkan raksasa Asia, Jepang, dengan skor dramatis 5-3 lewat babak tambahan waktu.

Ini bukan sekadar kemenangan. Ini adalah pernyataan. Indonesia tidak lagi sekadar penggembira di turnamen elite Asia.

Malam itu, Garuda Futsal membuktikan bahwa mimpi besar bisa menjadi nyata dengan keberanian, disiplin, dan mental baja.

Tekanan Sejak Detik Awal: Indonesia Tak Memberi Nafas

Sejak peluit awal ditiup wasit Fahad Badir, Indonesia langsung mengambil inisiatif permainan. Tidak ada rasa canggung, tidak ada beban sejarah. Anak-anak asuh pelatih kepala tampil agresif, menekan pertahanan Jepang dengan tempo tinggi dan pergerakan cepat.

Israr Megantara menjadi salah satu motor serangan di awal laga. Beberapa kali tusukannya memaksa barisan belakang Jepang bekerja ekstra. Firman Adriansyah juga tak kalah aktif, berani mengambil risiko dengan tembakan jarak jauh meski belum menemui sasaran.

Jepang, yang dikenal rapi dan disiplin, tampak terkejut dengan intensitas permainan Indonesia. Mereka lebih sering bertahan, mencoba membaca ritme permainan lawan yang malam itu tampil tanpa kompromi.

Gol Pembuka Samuel Eko: Momen yang Mengubah Sejarah

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-12. Momen itu datang dari kaki kiri Samuel Eko. Mendapat ruang di luar lingkaran penalti, Samuel melepaskan tembakan keras dan terukur. Bola meluncur deras, tak mampu dijangkau kiper Jepang, Tabuchi.

Indonesia Arena meledak. Namun euforia sempat tertahan ketika wasit memutuskan meninjau gol tersebut melalui VAR. Ada dugaan pelanggaran terhadap pemain Jepang, Tabuchi, dalam proses terjadinya gol.

Beberapa detik terasa begitu panjang. Hingga akhirnya, wasit mengesahkan gol tersebut. Skor 1-0 untuk Indonesia. Sejarah mulai ditulis.

Gol itu menjadi bahan bakar semangat. Indonesia semakin percaya diri, semakin berani memainkan bola cepat dari kaki ke kaki.

Gol Bunuh Diri Jepang: Tekanan yang Berbuah Keunggulan Ganda

Tekanan tanpa henti dari Indonesia kembali membuahkan hasil di menit ke-23. Kali ini bukan lewat tembakan langsung, melainkan dari kesalahan antisipasi pemain Jepang, Takehiro Motoishi.

Dalam upaya menghalau bola di area berbahaya, Motoishi justru salah mengontrol. Bola memantul ke arah gawang sendiri dan meluncur melewati garis. Gol bunuh diri. Indonesia unggul 2-0.

Keunggulan ini semakin menegaskan dominasi Indonesia di paruh pertama laga. Jepang mulai terlihat goyah, sementara Indonesia bermain semakin lepas.

Habiebie Tampil Heroik di Bawah Mistar

Jika lini depan Indonesia tampil agresif, lini pertahanan tak kalah solid. Di bawah mistar, Habiebie menunjukkan kualitasnya sebagai benteng terakhir yang tangguh.

Salah satu penyelamatan krusial terjadi ketika pemain Jepang melepaskan tembakan jarak jauh yang mengarah ke pojok gawang. Dengan refleks cepat, Habiebie menepis bola dan menggagalkan peluang emas Jepang.

Penyelamatan itu tak hanya menjaga keunggulan, tetapi juga mengangkat moral seluruh tim.

Tiang Gawang Menghalangi Gol Ketiga

Indonesia nyaris memperlebar jarak pada menit ke-26. Brian Ick, dengan kaki kiri andalannya, melepaskan tembakan keras yang sudah mengecoh kiper Jepang. Sayang, bola hanya membentur tiang gawang.

Momen ini seakan menjadi titik balik kecil. Jepang mulai menemukan ritme permainan mereka.

Jepang Bangkit: Dua Gol dalam Empat Menit

Menit ke-31, Jepang akhirnya mencetak gol balasan. Motoishi, yang sebelumnya mencetak gol bunuh diri, menebus kesalahan lewat tembakan mendatar. Bola mengenai kaki Habiebie sebelum masuk ke gawang. Skor berubah menjadi 2-1.

Empat menit berselang, Jepang kembali menghantam. Kapten tim Kazuya Shimizu menunjukkan kelasnya. Tembakan kerasnya tak mampu dibendung Habiebie. Kedudukan imbang 2-2.

Indonesia Arena terdiam sejenak. Jepang kembali hidup.

Firman Adriansyah Kembalikan Keunggulan

Saat tekanan mulai meningkat, Indonesia kembali menunjukkan karakter. Menit ke-38, Samuel Eko kembali menjadi kreator. Umpan terukurnya disambut Firman Adriansyah dengan sepakan keras tanpa kompromi.

Gol. Skor 3-2 untuk Indonesia.

Namun drama belum selesai.

Power Play Jepang dan Penalti Penyeimbang

Tertinggal satu gol, Jepang langsung menerapkan strategi power play. Tekanan demi tekanan dilancarkan. Dalam situasi kacau di depan gawang Indonesia, tembakan pemain Jepang dari luar lingkaran mengenai tangan Mochammad Iqbal.

Wasit menunjuk titik putih. Penalti.

Kazuya Shimizu kembali maju sebagai algojo dan sukses menjalankan tugasnya. Skor kembali imbang 3-3 di menit ke-39. Hingga waktu normal berakhir, skor tak berubah.

Laga harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu.

Extra Time: Mental Juara Indonesia Bicara

Babak tambahan menjadi panggung pembuktian mental. Jepang mencoba mendominasi, namun justru Indonesia yang tampil lebih tenang dan efektif.

Menit ke-44, kesalahan fatal Jepang dalam mengalirkan bola dimanfaatkan Reza Gunawan. Tanpa ragu, ia melepaskan tembakan keras yang menembus gawang Tabuchi. Skor 4-3.

Indonesia kembali unggul.

Tiga menit kemudian, saat Jepang kembali menggunakan power play dan meninggalkan gawang kosong, Dewa Rizki menghukum mereka. Tembakan jarak jauhnya meluncur sempurna ke gawang tanpa penjaga. Skor 5-3.

Indonesia Arena kembali meledak.

Penalti Gagal Jepang: Takdir Berpihak pada Garuda

Drama belum benar-benar usai. Menit ke-49, Jepang mendapatkan penalti setelah Habiebie melanggar Motoishi di kotak penalti. Kesempatan emas untuk memperkecil ketertinggalan.

Namun kali ini, Shimizu gagal. Tembakannya melambung di atas mistar. Sebuah kegagalan yang seolah menegaskan bahwa malam itu adalah milik Indonesia.

Sisa waktu dimanfaatkan Indonesia untuk bertahan dengan disiplin. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 5-3.

Sejarah Tercipta di Jakarta

Timnas Futsal Indonesia resmi melaju ke final AFC Futsal 2026. Untuk pertama kalinya, Indonesia menembus partai puncak turnamen futsal paling bergengsi di Asia.

Para pemain berpelukan. Beberapa jatuh tersungkur di lapangan. Air mata haru bercampur senyum lebar. Ribuan penonton berdiri memberikan tepuk tangan panjang.

Malam itu, futsal Indonesia tidak hanya menang pertandingan. Indonesia memenangkan kepercayaan diri, harga diri, dan tempat terhormat di panggung Asia.

Final kini menanti. Dan Garuda telah membuktikan: mereka pantas berada di sana.

Editor : Mahendra Aditya
#Indonesia vs Jepang #Hasil indonesia vs jepang #skor Indonesia vs Jepang #semifinal AFC Futsal Asian Cup 2026 #afc futsal asian cup 2026