alexametrics
24 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Nasib Pelatih Arema FC Sementara Masih Aman

Jakarta-Nasib Eduardo Almeida kini masih aman sebab ancaman bakal ditendang dari posisi kepelatihan mulai menjauh untuk sementara.

Kemarin sore pelatih asal Portugal itu akhirnya mampu meraih kemenangan perdana bagi Singo Edan–julukan Arema FC. Tim asuhannya berhasil unggul 1-0 di Stadion Madya, Jakarta. Carlos Fortes sukses menggetarkan jala gawang Persipura Jayapura pada menit ketujuh.

Almeida pun lega. Menurut dia, kemenangan yang didapat tim besutannya tidak mudah. ’’Kami melawan tim kuat yang punya kualitas. Permainan sangat cepat,’’ ujarnya.


Dia menilai, Johan Alfarizi dkk bermain cukup bagus. Mereka bekerja keras sepanjang pertandingan. Beberapa peluang juga tercipta.

’’Saya pikir kami bisa mengakhiri pertandingan lebih awal jika peluang yang ada jadi gol. Tidak harus menderita sampai menit akhir,’’ sambungnya, lantas tertawa.

Mantan pelatih Semen Padang itu mengatakan, kemenangan tersebut juga membantu memulihkan mental bertanding anak asuhnya. ’’Kami sekarang fokus ke pertandingan selanjutnya. Mempertahankan kemenangan ini,’’ tuturnya.

Di kubu lawan, pelatih Persipura Jacksen F. Tiago mengungkapkan, ada yang salah dengan anak asuhnya kemarin sore. Permainan cepat dengan kombinasi umpan-umpan pendek tidak terlihat. ’’Babak pertama kami bermain sangat lambat. Banyak lakukan umpan panjang yang justru untungkan lawan,’’ paparnya.

Kecewa? Pasti. Namun, Jacksen tidak mau terlalu meratapi. Menurut dia, dengan skuad yang dipenuhi pemain muda serta menurunkan full pemain lokal, kekalahan satu gol tidak buruk. ’’Ini hasil maksimal yang bisa didapat,’’ katanya. (kai)

Baca Juga :  Ada Peluang Liga 1 Dihadiri Penonton Mulai Berlaku Pada Akhir Seri 2

Di pertandingan lainnya di Stadion Madya yang berlangsung tadi malam, Madura United bermain imbang 0-0 melawan PSIS Semarang.

Dengan kembali gagal membobol gawang lawan, makin membuktikan lini serang Madura United bermasalah. Bagaimana tidak, tim berjuluk Sape Kerrap itu hanya bisa mencetak tiga gol dan kemasukan tiga gol.

Pelatih Madura United Rahmad Darmawan tidak menampik lini depannya masih jauh dari kata optimal. ’’Saya akan memperbaiki kinerja lini depan. Terutama saat pertandingan selanjutnya melawan Persipura,’’ katanya.

Pemain depan yang dimaksud adalah Rafael Silva. Sejauh ini, pemain bernomor punggung 9 itu baru mencetak satu gol. RD mengakui Rafael sebetulnya lebih bagus jika dimainkan sebagai pemain nomor 10 sebagai pengatur serangan atau bermain di sayap. Karena itu, lini depan saat ini menjadi PR terbesar bagi tim.

Penyerang muda Ronaldo Kwateh tetap mensyukuri hasil imbang yang didapat. ’’Pertandingan sangat ketat. Baik kami maupun PSIS bermain sangat disiplin. Semoga di pertandingan selanjutnya kami dapat membenahi apa yang kurang,’’ harapnya.

Jakarta-Nasib Eduardo Almeida kini masih aman sebab ancaman bakal ditendang dari posisi kepelatihan mulai menjauh untuk sementara.

Kemarin sore pelatih asal Portugal itu akhirnya mampu meraih kemenangan perdana bagi Singo Edan–julukan Arema FC. Tim asuhannya berhasil unggul 1-0 di Stadion Madya, Jakarta. Carlos Fortes sukses menggetarkan jala gawang Persipura Jayapura pada menit ketujuh.

Almeida pun lega. Menurut dia, kemenangan yang didapat tim besutannya tidak mudah. ’’Kami melawan tim kuat yang punya kualitas. Permainan sangat cepat,’’ ujarnya.

Dia menilai, Johan Alfarizi dkk bermain cukup bagus. Mereka bekerja keras sepanjang pertandingan. Beberapa peluang juga tercipta.

’’Saya pikir kami bisa mengakhiri pertandingan lebih awal jika peluang yang ada jadi gol. Tidak harus menderita sampai menit akhir,’’ sambungnya, lantas tertawa.

Mantan pelatih Semen Padang itu mengatakan, kemenangan tersebut juga membantu memulihkan mental bertanding anak asuhnya. ’’Kami sekarang fokus ke pertandingan selanjutnya. Mempertahankan kemenangan ini,’’ tuturnya.

Di kubu lawan, pelatih Persipura Jacksen F. Tiago mengungkapkan, ada yang salah dengan anak asuhnya kemarin sore. Permainan cepat dengan kombinasi umpan-umpan pendek tidak terlihat. ’’Babak pertama kami bermain sangat lambat. Banyak lakukan umpan panjang yang justru untungkan lawan,’’ paparnya.

Kecewa? Pasti. Namun, Jacksen tidak mau terlalu meratapi. Menurut dia, dengan skuad yang dipenuhi pemain muda serta menurunkan full pemain lokal, kekalahan satu gol tidak buruk. ’’Ini hasil maksimal yang bisa didapat,’’ katanya. (kai)

Baca Juga :  PSIS Semarang Incar Tiga Poin Saat Hadapi Persik

Di pertandingan lainnya di Stadion Madya yang berlangsung tadi malam, Madura United bermain imbang 0-0 melawan PSIS Semarang.

Dengan kembali gagal membobol gawang lawan, makin membuktikan lini serang Madura United bermasalah. Bagaimana tidak, tim berjuluk Sape Kerrap itu hanya bisa mencetak tiga gol dan kemasukan tiga gol.

Pelatih Madura United Rahmad Darmawan tidak menampik lini depannya masih jauh dari kata optimal. ’’Saya akan memperbaiki kinerja lini depan. Terutama saat pertandingan selanjutnya melawan Persipura,’’ katanya.

Pemain depan yang dimaksud adalah Rafael Silva. Sejauh ini, pemain bernomor punggung 9 itu baru mencetak satu gol. RD mengakui Rafael sebetulnya lebih bagus jika dimainkan sebagai pemain nomor 10 sebagai pengatur serangan atau bermain di sayap. Karena itu, lini depan saat ini menjadi PR terbesar bagi tim.

Penyerang muda Ronaldo Kwateh tetap mensyukuri hasil imbang yang didapat. ’’Pertandingan sangat ketat. Baik kami maupun PSIS bermain sangat disiplin. Semoga di pertandingan selanjutnya kami dapat membenahi apa yang kurang,’’ harapnya.

Most Read

Artikel Terbaru

/