alexametrics
23.5 C
Kudus
Thursday, July 7, 2022

Final Piala AFF 2020 Indonesia vs Thailand: Momentum Timnas Akhiri Kutukan

SINGAPURA – Lima kali sudah Timnas Indonesia berlaga di final Piala AFF. Lima kali pula skuad Garuda selalu kalah dengan lawan-lawannya. Itu terjadi pada 2000, 2002, 2004, 2010, dan 2016. Gelaran final Piala AFF 2020 menjadi momentum untuk mengakhiri “kutukan” itu.

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong terus mengintensfikan persiapan dalam laga puncak leg pertama melawan Thailand nanti malam (pukul 19.30) di National Stadium, Singapura. Sang pelatih mengaku turut menyaksikan langsung pertandingan Thailand versus Vietnam pada leg kedua babak semifinal di National Stadium. Pertandingan yang berakhir dengan skor kaca mat aitu membuat Tim Gajah Perang melaju ke final. Sebab, pada pertemuan pertama menang 2-0.

Shin Tae-yong di akun instagram pribadinya, @shintaeyong7777 membeber momen menonton langsung pertandingan Thailand melawan Vietnam. Ia menyaksikan laga tersebut bersama dua asistennya: Nova Arianto dan Choi In-cheolko.


“Secara keseluruhan tim dan pemain dari Thailand sangat baik. Jadi tidak kelihatan atau tidak terlihat pemain posisi mana yang tidak baik, karena semua pemain berkualitas,” ujar Shin Tae-yong pada sesi jumpa pers virtual, sehari jelang pertandingan leg pertama final Piala AFF 2020.

Pria berusia 52 tahun itu tentu tak membeberkan secara detail. Sebab, meski Thailand tim yang bagus, Shin Tae-yong tak takut. Ia mengaku akan menyiapkan strategi yang pas untuk meredam kekuatan tim lawan.

“Bola itu bundar. Jadi kami akan memberikan penampilan terbaik dalam lapangan,” kata dia.

Shin menekankan pentingnya kekuatan mental. Dia pun selalu menekankan hal itu kepada para penggawa, bahkan sejak awal turnamen.

“Kami harus masuk ke lapangan dengan mental yang kuat,” kata Shin.

Menurut pelatih asal Korea Selatan itu, memiliki benteng yang kokoh secara psikologis bisa melindungi pemain dari tekanan. Skuad Indonesia, yang belum pernah juara Piala AFF meski lima kali menembus final, diharapkan dapat memberikan gelar perdana sepanjang sejarah pada final edisi tahun ini.

Baca Juga :  PSG Pati vs Hizbul Wathan: Menang atau Tenggelam Menuju Liga 3

Shin sadar, harapan rakyat Indonesia yang sangat besar, dapat mempengaruhi performa Asnawi Mangkualam dkk. Sebagai pelatih berpengalaman, Shin Tae-yong paham betul hal ini. Pelatih timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu pun mencoba memberikan ketenangan dengan jam terbang yang dia punya.

“Sebagai pemain dan pelatih, saya sudah meraih lebih dari 20 gelar juara. Jadi saya mempunyai pengalaman untuk pertandingan seperti ini. Saya mau juara, tetapi gelar juara tidak bisa dicapai hanya karena ingin. Harus ada kerja keras. Kami akan menyusun strategi dan mencoba untuk menjadi yang terbaik di turnamen,” kata Shin.

Bintang Indonesia Egy Maulana Vikri sepakat dengan pelatihnya. Yakni, mental bisa menentukan hasil final. Egy pun meyakinkan kepada masyarakat Indonesia bahwa dia dan rekan-rekannya siap untuk bertempur sampai titik darah penghabisan.

“Semua pemain memiliki mental yang kuat dan termotivasi. Kami tak merasa tertekan. Kami siap dan sangat berharap menjadi juara kali ini,” kata pemain yang bermain di klub Liga Slovakia, FK Senica itu.

Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand pada final Piala AFF 2020 yang berlangsung dalam dua leg. Semuanya digelar di National Stadium, Kallang, Singapura. Leg pertama tersaji Rabu 29 Desember malam ini. Sedangkan leg kedua berlangsung pada 1 Januari 2022. Kick off dua laga itu berlangsung pada 19.30 WIB.

Pertemuan Indonesia dengan Thailand di final Piala AFF 2020 merupakan ulangan final 2000, 2002, dan 2016. Dalam tiga edisi sebelumnya, Thailand menyapu bersih semuanya dengan kemenangan. Bagi skuad Garuda, itu menjadi final keenam sepanjang keikutsertaan di Piala AFF. Sebelumnya, Indonesia mencapai final pada 2000, 2002, 2004, 2010, dan 2016. Semuanya berakhir dengan runner-up. (radar semarang/*)

SINGAPURA – Lima kali sudah Timnas Indonesia berlaga di final Piala AFF. Lima kali pula skuad Garuda selalu kalah dengan lawan-lawannya. Itu terjadi pada 2000, 2002, 2004, 2010, dan 2016. Gelaran final Piala AFF 2020 menjadi momentum untuk mengakhiri “kutukan” itu.

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong terus mengintensfikan persiapan dalam laga puncak leg pertama melawan Thailand nanti malam (pukul 19.30) di National Stadium, Singapura. Sang pelatih mengaku turut menyaksikan langsung pertandingan Thailand versus Vietnam pada leg kedua babak semifinal di National Stadium. Pertandingan yang berakhir dengan skor kaca mat aitu membuat Tim Gajah Perang melaju ke final. Sebab, pada pertemuan pertama menang 2-0.

Shin Tae-yong di akun instagram pribadinya, @shintaeyong7777 membeber momen menonton langsung pertandingan Thailand melawan Vietnam. Ia menyaksikan laga tersebut bersama dua asistennya: Nova Arianto dan Choi In-cheolko.

“Secara keseluruhan tim dan pemain dari Thailand sangat baik. Jadi tidak kelihatan atau tidak terlihat pemain posisi mana yang tidak baik, karena semua pemain berkualitas,” ujar Shin Tae-yong pada sesi jumpa pers virtual, sehari jelang pertandingan leg pertama final Piala AFF 2020.

Pria berusia 52 tahun itu tentu tak membeberkan secara detail. Sebab, meski Thailand tim yang bagus, Shin Tae-yong tak takut. Ia mengaku akan menyiapkan strategi yang pas untuk meredam kekuatan tim lawan.

“Bola itu bundar. Jadi kami akan memberikan penampilan terbaik dalam lapangan,” kata dia.

Shin menekankan pentingnya kekuatan mental. Dia pun selalu menekankan hal itu kepada para penggawa, bahkan sejak awal turnamen.

“Kami harus masuk ke lapangan dengan mental yang kuat,” kata Shin.

Menurut pelatih asal Korea Selatan itu, memiliki benteng yang kokoh secara psikologis bisa melindungi pemain dari tekanan. Skuad Indonesia, yang belum pernah juara Piala AFF meski lima kali menembus final, diharapkan dapat memberikan gelar perdana sepanjang sejarah pada final edisi tahun ini.

Baca Juga :  PSG Pati vs Hizbul Wathan: Menang atau Tenggelam Menuju Liga 3

Shin sadar, harapan rakyat Indonesia yang sangat besar, dapat mempengaruhi performa Asnawi Mangkualam dkk. Sebagai pelatih berpengalaman, Shin Tae-yong paham betul hal ini. Pelatih timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu pun mencoba memberikan ketenangan dengan jam terbang yang dia punya.

“Sebagai pemain dan pelatih, saya sudah meraih lebih dari 20 gelar juara. Jadi saya mempunyai pengalaman untuk pertandingan seperti ini. Saya mau juara, tetapi gelar juara tidak bisa dicapai hanya karena ingin. Harus ada kerja keras. Kami akan menyusun strategi dan mencoba untuk menjadi yang terbaik di turnamen,” kata Shin.

Bintang Indonesia Egy Maulana Vikri sepakat dengan pelatihnya. Yakni, mental bisa menentukan hasil final. Egy pun meyakinkan kepada masyarakat Indonesia bahwa dia dan rekan-rekannya siap untuk bertempur sampai titik darah penghabisan.

“Semua pemain memiliki mental yang kuat dan termotivasi. Kami tak merasa tertekan. Kami siap dan sangat berharap menjadi juara kali ini,” kata pemain yang bermain di klub Liga Slovakia, FK Senica itu.

Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand pada final Piala AFF 2020 yang berlangsung dalam dua leg. Semuanya digelar di National Stadium, Kallang, Singapura. Leg pertama tersaji Rabu 29 Desember malam ini. Sedangkan leg kedua berlangsung pada 1 Januari 2022. Kick off dua laga itu berlangsung pada 19.30 WIB.

Pertemuan Indonesia dengan Thailand di final Piala AFF 2020 merupakan ulangan final 2000, 2002, dan 2016. Dalam tiga edisi sebelumnya, Thailand menyapu bersih semuanya dengan kemenangan. Bagi skuad Garuda, itu menjadi final keenam sepanjang keikutsertaan di Piala AFF. Sebelumnya, Indonesia mencapai final pada 2000, 2002, 2004, 2010, dan 2016. Semuanya berakhir dengan runner-up. (radar semarang/*)


Most Read

Artikel Terbaru

/