alexametrics
32 C
Kudus
Tuesday, August 2, 2022

Laga Bergulir, APPI akan Lapor ke FIFA karena Polemik Tunggakan Gaji

Jakarta-Liga 2 yang kembali berlanjut tadi malam tak lantas membuat semua pihak merasa senang. Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) menjadi salah satu pihak yang merasa kecewa.

APPI kecewa PSSI dan PT LIB tetap memutar Liga 2 meski ada beberapa klub yang masih menunggak gaji.

Tim-tim tersebut adalah Kalteng Putra, PSKC Cimahi, Persijap Jepara, dan Persekat Tegal. Bahkan, klub-klub tersebut sudah mendapat sanksi dari NDRC. Yaitu, tidak boleh mendaftarkan pemain baru dalam tiga periode pendaftaran.


General Manager APPI M. Hardika Aji menyatakan, sampai tadi malam, klub-klub tersebut belum juga melunasi gaji mantan pemainnya. Artinya, sanksi masih tetap berjalan. ’’Harusnya tidak bisa ikut Liga 2 tahun ini,’’ tegasnya.

Di antara empat klub tersebut, terdengar kabar Kalteng Putra akan melunasi gaji 26 pemainnya musim 2016 hari ini. Pelunasan melalui PSSI. ’’Kami menunggu. Rencananya memang besok (hari ini),’’ jelasnya.

Aji menegaskan, APPI sangat kecewa dengan penyelenggaraan Liga 2. Khususnya kepada PSSI dan LIB karena meloloskan tim-tim yang telah dijatuhi sanksi larangan pendaftaran pemain untuk tiga periode pendaftaran.

Baca Juga :  Persis Solo vs Persijap Jepara: Sejarah Berpihak ke Laskar Kalinyamat

’’Keputusan NDRC tidak dijalankan. Padahal, putusan NDRC itu sifatnya berkekuatan hukum tetap,’’ ucapnya.

Selain berkekuatan hukum tetap, putusan NDRC seharusnya jadi syarat verifikasi klub di Liga 2. Jadi, tim-tim yang terbukti masih menunggak gaji atau menjalani sanksi dilarang berkompetisi hingga urusannya selesai. ’’Sama halnya dengan Liga 1 sebelumnya,’’ tuturnya.

Parahnya lagi, Persis Solo (manajemen lama) yang menjadi salah satu tim pembuka Liga 2 juga masih menunggak gaji 18 mantan pemainnya. Ke-18 pemain itu saat ini kebingungan mencari jawaban karena tidak memiliki salinan kontrak.

Akibatnya, gugatan mereka terhadap Persis di NDRC Indonesia belum dapat diterima.

Aji menegaskan, APPI tidak tinggal diam. Jika PSSI atau LIB tidak memedulikan putusan NDRC, APPI segera melapor ke FIFA untuk masalah tersebut.

“Sebenarnya kami sudah korespondensi dengan FIFPro sejak minggu lalu, Mas. Dan bersama FIFPro kami akan ajukan ke FIFA segera,” jelasnya.

Jakarta-Liga 2 yang kembali berlanjut tadi malam tak lantas membuat semua pihak merasa senang. Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) menjadi salah satu pihak yang merasa kecewa.

APPI kecewa PSSI dan PT LIB tetap memutar Liga 2 meski ada beberapa klub yang masih menunggak gaji.

Tim-tim tersebut adalah Kalteng Putra, PSKC Cimahi, Persijap Jepara, dan Persekat Tegal. Bahkan, klub-klub tersebut sudah mendapat sanksi dari NDRC. Yaitu, tidak boleh mendaftarkan pemain baru dalam tiga periode pendaftaran.

General Manager APPI M. Hardika Aji menyatakan, sampai tadi malam, klub-klub tersebut belum juga melunasi gaji mantan pemainnya. Artinya, sanksi masih tetap berjalan. ’’Harusnya tidak bisa ikut Liga 2 tahun ini,’’ tegasnya.

Di antara empat klub tersebut, terdengar kabar Kalteng Putra akan melunasi gaji 26 pemainnya musim 2016 hari ini. Pelunasan melalui PSSI. ’’Kami menunggu. Rencananya memang besok (hari ini),’’ jelasnya.

Aji menegaskan, APPI sangat kecewa dengan penyelenggaraan Liga 2. Khususnya kepada PSSI dan LIB karena meloloskan tim-tim yang telah dijatuhi sanksi larangan pendaftaran pemain untuk tiga periode pendaftaran.

Baca Juga :  Dua Kali Imbang, Persijap Tertahan di Papan Tengah

’’Keputusan NDRC tidak dijalankan. Padahal, putusan NDRC itu sifatnya berkekuatan hukum tetap,’’ ucapnya.

Selain berkekuatan hukum tetap, putusan NDRC seharusnya jadi syarat verifikasi klub di Liga 2. Jadi, tim-tim yang terbukti masih menunggak gaji atau menjalani sanksi dilarang berkompetisi hingga urusannya selesai. ’’Sama halnya dengan Liga 1 sebelumnya,’’ tuturnya.

Parahnya lagi, Persis Solo (manajemen lama) yang menjadi salah satu tim pembuka Liga 2 juga masih menunggak gaji 18 mantan pemainnya. Ke-18 pemain itu saat ini kebingungan mencari jawaban karena tidak memiliki salinan kontrak.

Akibatnya, gugatan mereka terhadap Persis di NDRC Indonesia belum dapat diterima.

Aji menegaskan, APPI tidak tinggal diam. Jika PSSI atau LIB tidak memedulikan putusan NDRC, APPI segera melapor ke FIFA untuk masalah tersebut.

“Sebenarnya kami sudah korespondensi dengan FIFPro sejak minggu lalu, Mas. Dan bersama FIFPro kami akan ajukan ke FIFA segera,” jelasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/