alexametrics
30.8 C
Kudus
Sunday, May 29, 2022

PSG Pati Hadapi Laga “Hidup-Mati” di Partai Pemungkas Babak Grup Liga 2

SOLO – Menampilkan permainan ofensif sepanjang laga, PSG Pati malah takluk atas lawannya PSIM Yogyakarta pada matchday ke-9 di Stadion Manahan Solo, Rabu (24/11). Hasil negatif ini semakin membuat Zulham Zamrun dkk dalam posisi sulit karena harus menghadapi laga hidup-mati jika tak ingin terdegrasi melawan Hizbul Wathan FC di laga terakhir pekan depan.

Pada pertandingan melawan Laskara Mataram, anak suh Joko Susilo tampil dengan misi wajib menang. Sejak babak pertama dimulai mereka langsung mengambil inisiatif mengendalikan permainan. Hasilnya PSG sedikit mendominasi permainan pada 30 menit pertama. Sayang belum peluang yang tercipta.

Di penghujung laga babak pertama hampir saja PSG Pati unggul. Sayang, sundulan kepala Zulham Zamrun masih membentur mistar gawang. Memasuki babak kedua permainan berimbang. Anak asuh Seto Nurdiyantoro mulai berinisiatif untuk mengendalikan permainan dan meraih kemenangan untuk memastikan peluang lolos ke babak 8 besar. Ya, menemani Persis Solo yang sudah terlebih dulu memastikan diri.


Dewi Fortuna memang enggan memihak kepada tim berlogo kuda hitam ini. Pada menit ke-80 melalui skema permainan terbuka yang cantik, Sugeng Efendi kembali menjadi pahlawan bagi PSIM Yogyakarta. Umpan manis Arbeta Rocky di mulut gawang Anas Fitranto berhasil dikonversi menjadi gol. Sekaligus membunuh asa PSG Pati untuk cepat-cepat menjauh dari zona degrasi.

Tak berselang lama kemalangan kembali menimpa PSG Pati. Kapten tim mereka Zulham Zamrun diusir dari lapangan setelah mendapat kartu kuning kedua sekaligus kartu merah, pada menit ke-84. Kalah jumlah pemain membuat PSG Pati kian tak berdaya. Hingga wasit meniup peluit tanda berkairnya pertandiongan, skor tetap sama 1-0.

Baca Juga :  Atlet Petanque Jepara Borong Tiga Medali Kejurprov

Joko Susilo meluapkan kekecewaan atas hasil buruk itu. Menurutnya timnya tak pantas mendapat hasil tersebut. Karena di lapangan mereka sama-sama punya peluang dan tidak kalah dari segi permainan.

“Pertndingan cukup berimbang, banyak serangan kami lancarkan. Peluang banyak. Hasil sungguh mengecewakan. Ya inilah Namanya sepakbola. Pelatih yang bertanggung jawab penuh atas hasil ini. Namun saya tetap mengapresiasi kerja keras yang ditunjukkan anak-anak di lapangan selama 90 menit,” jelas pelatih berlisensi AFC Pro ini.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Getuk ini bakal segera fokus menyiapkan diri untuk pertandingan terakhir melawan Hizbul Wathan FC.

“Kami tidak akan kalah. Ini pertandingan yang sangat menentukan bagi kami,” tegasnya.

Sementara itu salah satu pemain, Ichsan Kurniawan mengungkapkan, pemain siap mati-matian di laga terakhir nanti. Menurutnya itu adalah pertandinan final untuk selamat dari degradasi ke Liga 3. Saat ini PSG Pati berada di peringkat 5 dengan raihan 4 poin. Sedangkan Hizbul Wathan mengoleksi 3 poin dan bertengger di dasar klasemen sementara grup C Liga 2.






Reporter: Achmad Ulil Albab

SOLO – Menampilkan permainan ofensif sepanjang laga, PSG Pati malah takluk atas lawannya PSIM Yogyakarta pada matchday ke-9 di Stadion Manahan Solo, Rabu (24/11). Hasil negatif ini semakin membuat Zulham Zamrun dkk dalam posisi sulit karena harus menghadapi laga hidup-mati jika tak ingin terdegrasi melawan Hizbul Wathan FC di laga terakhir pekan depan.

Pada pertandingan melawan Laskara Mataram, anak suh Joko Susilo tampil dengan misi wajib menang. Sejak babak pertama dimulai mereka langsung mengambil inisiatif mengendalikan permainan. Hasilnya PSG sedikit mendominasi permainan pada 30 menit pertama. Sayang belum peluang yang tercipta.

Di penghujung laga babak pertama hampir saja PSG Pati unggul. Sayang, sundulan kepala Zulham Zamrun masih membentur mistar gawang. Memasuki babak kedua permainan berimbang. Anak asuh Seto Nurdiyantoro mulai berinisiatif untuk mengendalikan permainan dan meraih kemenangan untuk memastikan peluang lolos ke babak 8 besar. Ya, menemani Persis Solo yang sudah terlebih dulu memastikan diri.

Dewi Fortuna memang enggan memihak kepada tim berlogo kuda hitam ini. Pada menit ke-80 melalui skema permainan terbuka yang cantik, Sugeng Efendi kembali menjadi pahlawan bagi PSIM Yogyakarta. Umpan manis Arbeta Rocky di mulut gawang Anas Fitranto berhasil dikonversi menjadi gol. Sekaligus membunuh asa PSG Pati untuk cepat-cepat menjauh dari zona degrasi.

Tak berselang lama kemalangan kembali menimpa PSG Pati. Kapten tim mereka Zulham Zamrun diusir dari lapangan setelah mendapat kartu kuning kedua sekaligus kartu merah, pada menit ke-84. Kalah jumlah pemain membuat PSG Pati kian tak berdaya. Hingga wasit meniup peluit tanda berkairnya pertandiongan, skor tetap sama 1-0.

Baca Juga :  Kubu Antoni Pikirkan Langkah Hukum Lain Usai Kalah di BAORI

Joko Susilo meluapkan kekecewaan atas hasil buruk itu. Menurutnya timnya tak pantas mendapat hasil tersebut. Karena di lapangan mereka sama-sama punya peluang dan tidak kalah dari segi permainan.

“Pertndingan cukup berimbang, banyak serangan kami lancarkan. Peluang banyak. Hasil sungguh mengecewakan. Ya inilah Namanya sepakbola. Pelatih yang bertanggung jawab penuh atas hasil ini. Namun saya tetap mengapresiasi kerja keras yang ditunjukkan anak-anak di lapangan selama 90 menit,” jelas pelatih berlisensi AFC Pro ini.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Getuk ini bakal segera fokus menyiapkan diri untuk pertandingan terakhir melawan Hizbul Wathan FC.

“Kami tidak akan kalah. Ini pertandingan yang sangat menentukan bagi kami,” tegasnya.

Sementara itu salah satu pemain, Ichsan Kurniawan mengungkapkan, pemain siap mati-matian di laga terakhir nanti. Menurutnya itu adalah pertandinan final untuk selamat dari degradasi ke Liga 3. Saat ini PSG Pati berada di peringkat 5 dengan raihan 4 poin. Sedangkan Hizbul Wathan mengoleksi 3 poin dan bertengger di dasar klasemen sementara grup C Liga 2.






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru

/