alexametrics
24 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Hakikat Guru Pendidikan Agama Islam

DILIHAT dari sisi aktualisasinya, pendidikan merupakan proses interaksi antara guru (pendidik) dengan peserta didik (siswa) untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang ditentukan. Pendidik, peserta didik dan tujuan pendidikan merupakan komponen utama pendidikan. Ketiganya membentuk suatu triangle, yang jika hilang salah satunya, maka hilang pula hakikat pendidikan. Namun demikian, dalam situasi tertentu tugas guru bisa diwakilkan atau dibantu oleh unsur  lain  seperti  media  teknologi,  namun  tidak  dapat  digantikan.  Mendidik adalah pekerjaan professional, karena itu guru sebagai pelaku utama pendidikan merupakan pendidik professional.

Salah satu faktor yang paling menentukan berhasilnya proses belajar mengajar dalam kelas adalah guru. Karena itu, guru sebenarnya tidak hanya mendidik melainkan juga berfungsi sebagai orang dewasa yang bertugas professional memindahkan ilmu pengetahuan (transfer of knowledge) atau penyalur ilmu pengetahuan (transmitter of knowledge) yang dikuasai kepada anak didik. Guru juga menjadi pemimpin, atau menjadi pendidik, dan pembimbing di kalangan anak didiknya.

Sejalan   dengan   permasalahan   tersebut,   makalah   ini   akan   mencoba menguraikan tentang apa yang dimaksud dengan profesi guru dan hal-hal yang berkaitan dengannya seperti fungsi guru, tanggung jawab profesinya dan ketrampilan dalam mengelola peserta didik. Sehingga muncul pertanyaan ; mengapa guru perlu memahami tujuan pengajaran dan hakikat fungsi profesionalnya  dalam  mengajar,  bagaimana  hubungan  profesionalisme  guru dengan peranannya dalam upaya pengembangan kurikulum dalam pendidikan ?


Guru atau pendidik dalam Islam ialah siapa saja yang bertanggung jawab terhadap perkembangan anak didik. Sama dengan teori pendidikan barat, tugas pendidik dalam pandangan Islam secara umum ialah mendidik, yaitu mengupayakan   perkembangan   seluruh   potensi   anak   didik,   baik   potensi psikomotor,  kognitif,  maupun  potensi  afektif.  Potensi  itu  harus  dikembangkan

Baca Juga :  Imbang Lawan Hizbul Wathan FC, PSG Pati Tetap di Liga 2

Pendidik atau lebih popular dikatakan sebagai Guru adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan  pendidikan.  Adapun  profesi  guru  adalah  orang yang   memiliki   kemampuan   dan   keahlian   khusus   dalam   bidang keguruan sehingga ia mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal. Atau dengan kata lain adalah orang yang terdidik dan terlatih dengan baik, serta memiliki pengalaman yang kaya di bidangnya.

Dalam arti luas, guru mengemban peranan-peranan sebagai ukuran kognitif, sebagai agen moral, innovator, dan kooperatif. Sedangakan dalam  arti  sempit  guru  memiliki  peran  diantaranya  sebagai  pendidik, sebagai pengajar, sebagai pembimbing, sebagai pelatih, sebagai penasehat, sebagai pembaharu kreativitas, sebagai model teladan, sebagai pribadi, sebagai peneliti, sebagai  pendorong  kreatifitas,  sebagai  pembangkit  pandangan, sebagai pekerja rutin, sebagai pemindah kemah, sebagai actor, dan sebagai   evaluator.   Guru   sebagai   tenaga   pendidik bertanggung jawab melaksanakan administrasi, mengelola, mengembangkan, mengawasi dan melayani secara teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. (*)

DILIHAT dari sisi aktualisasinya, pendidikan merupakan proses interaksi antara guru (pendidik) dengan peserta didik (siswa) untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang ditentukan. Pendidik, peserta didik dan tujuan pendidikan merupakan komponen utama pendidikan. Ketiganya membentuk suatu triangle, yang jika hilang salah satunya, maka hilang pula hakikat pendidikan. Namun demikian, dalam situasi tertentu tugas guru bisa diwakilkan atau dibantu oleh unsur  lain  seperti  media  teknologi,  namun  tidak  dapat  digantikan.  Mendidik adalah pekerjaan professional, karena itu guru sebagai pelaku utama pendidikan merupakan pendidik professional.

Salah satu faktor yang paling menentukan berhasilnya proses belajar mengajar dalam kelas adalah guru. Karena itu, guru sebenarnya tidak hanya mendidik melainkan juga berfungsi sebagai orang dewasa yang bertugas professional memindahkan ilmu pengetahuan (transfer of knowledge) atau penyalur ilmu pengetahuan (transmitter of knowledge) yang dikuasai kepada anak didik. Guru juga menjadi pemimpin, atau menjadi pendidik, dan pembimbing di kalangan anak didiknya.

Sejalan   dengan   permasalahan   tersebut,   makalah   ini   akan   mencoba menguraikan tentang apa yang dimaksud dengan profesi guru dan hal-hal yang berkaitan dengannya seperti fungsi guru, tanggung jawab profesinya dan ketrampilan dalam mengelola peserta didik. Sehingga muncul pertanyaan ; mengapa guru perlu memahami tujuan pengajaran dan hakikat fungsi profesionalnya  dalam  mengajar,  bagaimana  hubungan  profesionalisme  guru dengan peranannya dalam upaya pengembangan kurikulum dalam pendidikan ?

Guru atau pendidik dalam Islam ialah siapa saja yang bertanggung jawab terhadap perkembangan anak didik. Sama dengan teori pendidikan barat, tugas pendidik dalam pandangan Islam secara umum ialah mendidik, yaitu mengupayakan   perkembangan   seluruh   potensi   anak   didik,   baik   potensi psikomotor,  kognitif,  maupun  potensi  afektif.  Potensi  itu  harus  dikembangkan

Baca Juga :  Akademi Persipa Pati Resmi Miliki Direktur Teknik Baru

Pendidik atau lebih popular dikatakan sebagai Guru adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan  pendidikan.  Adapun  profesi  guru  adalah  orang yang   memiliki   kemampuan   dan   keahlian   khusus   dalam   bidang keguruan sehingga ia mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal. Atau dengan kata lain adalah orang yang terdidik dan terlatih dengan baik, serta memiliki pengalaman yang kaya di bidangnya.

Dalam arti luas, guru mengemban peranan-peranan sebagai ukuran kognitif, sebagai agen moral, innovator, dan kooperatif. Sedangakan dalam  arti  sempit  guru  memiliki  peran  diantaranya  sebagai  pendidik, sebagai pengajar, sebagai pembimbing, sebagai pelatih, sebagai penasehat, sebagai pembaharu kreativitas, sebagai model teladan, sebagai pribadi, sebagai peneliti, sebagai  pendorong  kreatifitas,  sebagai  pembangkit  pandangan, sebagai pekerja rutin, sebagai pemindah kemah, sebagai actor, dan sebagai   evaluator.   Guru   sebagai   tenaga   pendidik bertanggung jawab melaksanakan administrasi, mengelola, mengembangkan, mengawasi dan melayani secara teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/