alexametrics
24 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Atasi Persiraja, PSIS ke Puncak Klasemen Sementara BRI Liga 1

BEKASI – PSIS Semarang berhasil menundukkan Persiraja Banda Aceh dengan skor 3-1 dalam laga ketiga BRI Liga 1 di Stadion Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi, Sabtu (18/9/2021) lalu. Hasil tersebut membuat tim Mahesa Jenar untuk sementara memuncaki klasemen.

Tampil tanpa penggawa asing, skuad asuhan Imran Nahumarury itu membuka keunggulan di menit ke-50. Hari Nur dilanggar di kotak terlarang oleh kiper Persiraja Fakhrurrazi Quba. Jonathan Cantillana yang ditunjuk menjadi eksekutor sukses menjebol gawang Persiraja dan membuka keunggulan 1-0.

Persiraja langsung tancap gas dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui Paulo Henrique pada menit ke-66. Tendangan bebas Rifaldi ditanduk Henrique untuk menjebol gawang PSIS yang dijaga Jandia Eka.


PSIS berhasil unggul kembali 2-1 di menit ke-69. Serangan balik cepat Komarodin yang baru masuk, memberikan umpan manis ke Hari Nur Yulianto. Dengan tenang bomber asal Kendal tersebut menaklukkan Fakhrurrazi Quba.

Hari Nur Yulianto menambah gol keduanya dua menit menjelang waktu normal berakhir. Ia berhasil memanfaatkan kesalahan kiper Fakhrurrazi Quba yang gagal mengontrol bola dengan baik. Tanpa ampun Hari Nur menceploskan gol di gawang yang kosong.

Baca Juga :  Penutupan Tinggal Sehari, Persiku Belum Daftar Liga Tiga

PSIS menutup laga dengan keunggulan 3-1. Kemenangan yang membuat PSIS untuk sementara berada di papan atas klasemen sementara BRI Liga 1 dengan nilai tujuh. Nilai yang sama dengan Bhayangkara FC, namun PSIS unggul produktivitas gol.

Dikutip dari ligaindonesiabaru.com, Caretaker PSIS Semarang, Imran Nahumarury setelah laga mengapresiasi perjuangan skuatnya yang tampil konsisten sejak babak pertama. Absennya sejumlah pemain tak membuat PSIS kehilangan konsentrasi. Pihaknya menyebut hasil ini berkat kekompakan sebagai sebuah tim.

“Ini berkat kerja keras semua pemain dan elemen di PSIS. Tidak mudah dan selalu saya sampaikan bahwa setiap laga adalah final. Bagaimana memberikan respek ke lawan dan semua bermain layaknya kesatuan tim. Apresiasi luar biasa untuk semua,” tutur Imran Nahumarury.

“Sepak bola bukan individu, PSIS bermain tidak tergantung pada satu atau dua pemain. Kemenangan ini juga kami persembahkan untuk semua suporter Panser Biru dan Snex di seluruh Indonesia,” imbuhnya.

BEKASI – PSIS Semarang berhasil menundukkan Persiraja Banda Aceh dengan skor 3-1 dalam laga ketiga BRI Liga 1 di Stadion Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi, Sabtu (18/9/2021) lalu. Hasil tersebut membuat tim Mahesa Jenar untuk sementara memuncaki klasemen.

Tampil tanpa penggawa asing, skuad asuhan Imran Nahumarury itu membuka keunggulan di menit ke-50. Hari Nur dilanggar di kotak terlarang oleh kiper Persiraja Fakhrurrazi Quba. Jonathan Cantillana yang ditunjuk menjadi eksekutor sukses menjebol gawang Persiraja dan membuka keunggulan 1-0.

Persiraja langsung tancap gas dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui Paulo Henrique pada menit ke-66. Tendangan bebas Rifaldi ditanduk Henrique untuk menjebol gawang PSIS yang dijaga Jandia Eka.

PSIS berhasil unggul kembali 2-1 di menit ke-69. Serangan balik cepat Komarodin yang baru masuk, memberikan umpan manis ke Hari Nur Yulianto. Dengan tenang bomber asal Kendal tersebut menaklukkan Fakhrurrazi Quba.

Hari Nur Yulianto menambah gol keduanya dua menit menjelang waktu normal berakhir. Ia berhasil memanfaatkan kesalahan kiper Fakhrurrazi Quba yang gagal mengontrol bola dengan baik. Tanpa ampun Hari Nur menceploskan gol di gawang yang kosong.

Baca Juga :  Empat Venue Popda Kudus bakal Digelar di Sport Center, Dua di Luar

PSIS menutup laga dengan keunggulan 3-1. Kemenangan yang membuat PSIS untuk sementara berada di papan atas klasemen sementara BRI Liga 1 dengan nilai tujuh. Nilai yang sama dengan Bhayangkara FC, namun PSIS unggul produktivitas gol.

Dikutip dari ligaindonesiabaru.com, Caretaker PSIS Semarang, Imran Nahumarury setelah laga mengapresiasi perjuangan skuatnya yang tampil konsisten sejak babak pertama. Absennya sejumlah pemain tak membuat PSIS kehilangan konsentrasi. Pihaknya menyebut hasil ini berkat kekompakan sebagai sebuah tim.

“Ini berkat kerja keras semua pemain dan elemen di PSIS. Tidak mudah dan selalu saya sampaikan bahwa setiap laga adalah final. Bagaimana memberikan respek ke lawan dan semua bermain layaknya kesatuan tim. Apresiasi luar biasa untuk semua,” tutur Imran Nahumarury.

“Sepak bola bukan individu, PSIS bermain tidak tergantung pada satu atau dua pemain. Kemenangan ini juga kami persembahkan untuk semua suporter Panser Biru dan Snex di seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Most Read

Artikel Terbaru

/