alexametrics
23.7 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Mantan Pelatih PSG Pati Resmi Merapat, Ini Harapan ASTI Kudus

KUDUS – Akademi Sepak bola Tugu Muda Indonesia (ASTI) Kudus merombak susunan manajemen. Langkah ini untuk memaksimalkan potensi pemain dan melahirkan pesepakbola yang berlaga ke jenjang liga profesional. Dalam perombakan ini, mantan pelatih PSG Pati merapat.

Ada dua posisi yang dirombak oleh ASTI Kudus, Direktur Teknik dan pelatih. Posisi Direktur Teknik diisi oleh Hidayat atau Yayat.

Sosok Yayat tidak asing pecinta bola Kudus. Dirinya pernah mengarsiteki Persiku Kudus sekaligus pernah melatih di Persekat Tegal dan mengantarkan ke kasta liga dua.


Yayat juga pernah menjabat sebagai mantan direktur PSG Pati. Bahkan Yayat Hidayat pernah ditunjuk menjadi pelatih PSG Pati sementara ketika ditinggal mundur Pelatih Kepala Ibnu Grahan.

“Yayat mempunyai lisensi kepelatihan A AFC,” kata CEO ASTI Kudus Arif Budiyanto.

Sementara untuk nama pelatih diisi oleh Ony Teguh Indrianto. Pelatih tersebut berasal dari Bojonegoro dan berlisensi C AFC.

Direktur Teknik ASTI Kudus Yayat Hidayat mengatakan bergabungnya dirinya ke dalam ASTI Kudus masih dalam penjajakan pemain. Pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencetuskan pemain yang gemilang.

Baca Juga :  BBPOM Semarang Sosialisasi Keamanan Pangan di Kudus, Sasar Sekolah dan Desa

“Yang menjadi kelemahan akan diperbaiki, sementara kelebihan akan ditingkatkan,” ungkapnya.

Dalam waktu dekat ini, ASTI Kudus akan berlaga di turnamen Liga Jateng Hebat. Yayat berharap dalam setiap pertandingan pemain bisa tampil maksimal sekaligus berusaha lebih keras.

“Di setiap usaha yang keras, hasilnya membuahkan tren positif,” katanya.

Yayat berharap para pemain yang ditempa di ASTI Kudus mampu memberikan penampilan maksimalnya. Sehingga ke depan pemain tersebut bisa dilirik oleh klub profesional.

Beberapa pemain binaan ASTI Kudus tidak diragukan lagi. Para pemain yang memiliki potensi yang tinggi telah bergabung ke Garuda Select, di tim Liga 3,  tim Elite Pro Academy PSIS Semarang, Persita Tangerang, Persikabo Kabupaten Bogor, dan Persik Kediri. (gal/mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Akademi Sepak bola Tugu Muda Indonesia (ASTI) Kudus merombak susunan manajemen. Langkah ini untuk memaksimalkan potensi pemain dan melahirkan pesepakbola yang berlaga ke jenjang liga profesional. Dalam perombakan ini, mantan pelatih PSG Pati merapat.

Ada dua posisi yang dirombak oleh ASTI Kudus, Direktur Teknik dan pelatih. Posisi Direktur Teknik diisi oleh Hidayat atau Yayat.

Sosok Yayat tidak asing pecinta bola Kudus. Dirinya pernah mengarsiteki Persiku Kudus sekaligus pernah melatih di Persekat Tegal dan mengantarkan ke kasta liga dua.

Yayat juga pernah menjabat sebagai mantan direktur PSG Pati. Bahkan Yayat Hidayat pernah ditunjuk menjadi pelatih PSG Pati sementara ketika ditinggal mundur Pelatih Kepala Ibnu Grahan.

“Yayat mempunyai lisensi kepelatihan A AFC,” kata CEO ASTI Kudus Arif Budiyanto.

Sementara untuk nama pelatih diisi oleh Ony Teguh Indrianto. Pelatih tersebut berasal dari Bojonegoro dan berlisensi C AFC.

Direktur Teknik ASTI Kudus Yayat Hidayat mengatakan bergabungnya dirinya ke dalam ASTI Kudus masih dalam penjajakan pemain. Pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencetuskan pemain yang gemilang.

Baca Juga :  Mudahkan Akses Layanan Publik bagi Difabel

“Yang menjadi kelemahan akan diperbaiki, sementara kelebihan akan ditingkatkan,” ungkapnya.

Dalam waktu dekat ini, ASTI Kudus akan berlaga di turnamen Liga Jateng Hebat. Yayat berharap dalam setiap pertandingan pemain bisa tampil maksimal sekaligus berusaha lebih keras.

“Di setiap usaha yang keras, hasilnya membuahkan tren positif,” katanya.

Yayat berharap para pemain yang ditempa di ASTI Kudus mampu memberikan penampilan maksimalnya. Sehingga ke depan pemain tersebut bisa dilirik oleh klub profesional.

Beberapa pemain binaan ASTI Kudus tidak diragukan lagi. Para pemain yang memiliki potensi yang tinggi telah bergabung ke Garuda Select, di tim Liga 3,  tim Elite Pro Academy PSIS Semarang, Persita Tangerang, Persikabo Kabupaten Bogor, dan Persik Kediri. (gal/mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/