alexametrics
25.4 C
Kudus
Friday, May 20, 2022

LPJ Rp 1,4 Miliar, Tunggakan Gaji Pemain Persiku Kudus Capai Rp 350 Juta

KUDUS – Eks Manajemen Persiku telah mengirim Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) kepada Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Kudus. Dari hasil LPJ itu eks manajemen menunggak gaji ofisial tim dan pemain sekitar Rp 350 juta.

Ketua Askab PSSI Kudus, Daniel Budi Sampoerna menyatakan penyerahan LPJ itu diserahkan pada Senin (18/1) lalu. Dari hasil laporan tersebut, eks manajemen Persiku mendanai tim satu kompotesi hingga Rp 1,4 miliar.

“Dari rincian itu, total gaji pemain, ofisial, pelatih yang belum dibayarkan antara Rp 300 juta hingga Rp 350 juta,” katanya.


Tetapi dalam penyerahan LPJ, kata Daniel, ada beberapa kekurangan. Salah satunya Eks Manajer Persiku Kudus Ferdaus Ardyansyah P belum menandatangani LPJ tersebut.

Lebih lanjut, Askab PSSI Kudus meminta eks manajemen segera melengkapi kekurangan itu. Agar LPJ tersebut segera dilaporkan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus.

“Saya minta segera dilengkapi. Kalau ini memang diserahkan apa adanya ya kami kirimkan begitu,” mintanya.

Baca Juga :  Diduga Alami Gangguan Jiwa, Suami di Kudus Tega Bacok Istrinya

Ditanya kesiapan Askab melunasi semua pendanaan tersebut, Daniel belum bisa memastikan. Di samping itu, Askab PSSI Kudus tengah menyusun rencana anggaran kegiatan 2022 untuk diajukan ke KONI Kudus.

“Tidak mungkin kami mencoret anggaran. Itu bukan kewenangan kami. Tentunya kami akan memperjuangkan hak ofisial, pelatih, dan pemain,” katanya.

Diketahui, Eks manajemen Persiku akan berkomunikasi dengan KONI dan Askab PSSI Kudus untuk menyelesaikan polemik yang terjadi. Di samping itu, eks manajemen menyatakan sudah tidak mempunyai legal standing terhadap pelunasan gaji ofisial dan pemain.

Askab PSSI Kudus sebelumnya telah memberhentikan Ardy dari kursi manajer Persiku melalui surat yang dilayangkan pada Selasa (21/12). Hal ini menyusul tersingkirnya Persiku Kudus dari fase grup Liga 3 Jawa Tengah dan tak mampu menang sama sekali. (mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Eks Manajemen Persiku telah mengirim Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) kepada Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Kudus. Dari hasil LPJ itu eks manajemen menunggak gaji ofisial tim dan pemain sekitar Rp 350 juta.

Ketua Askab PSSI Kudus, Daniel Budi Sampoerna menyatakan penyerahan LPJ itu diserahkan pada Senin (18/1) lalu. Dari hasil laporan tersebut, eks manajemen Persiku mendanai tim satu kompotesi hingga Rp 1,4 miliar.

“Dari rincian itu, total gaji pemain, ofisial, pelatih yang belum dibayarkan antara Rp 300 juta hingga Rp 350 juta,” katanya.

Tetapi dalam penyerahan LPJ, kata Daniel, ada beberapa kekurangan. Salah satunya Eks Manajer Persiku Kudus Ferdaus Ardyansyah P belum menandatangani LPJ tersebut.

Lebih lanjut, Askab PSSI Kudus meminta eks manajemen segera melengkapi kekurangan itu. Agar LPJ tersebut segera dilaporkan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus.

“Saya minta segera dilengkapi. Kalau ini memang diserahkan apa adanya ya kami kirimkan begitu,” mintanya.

Baca Juga :  Kurikulum Prototipe di Kudus Baru Diterapkan di Sekolah Penggerak

Ditanya kesiapan Askab melunasi semua pendanaan tersebut, Daniel belum bisa memastikan. Di samping itu, Askab PSSI Kudus tengah menyusun rencana anggaran kegiatan 2022 untuk diajukan ke KONI Kudus.

“Tidak mungkin kami mencoret anggaran. Itu bukan kewenangan kami. Tentunya kami akan memperjuangkan hak ofisial, pelatih, dan pemain,” katanya.

Diketahui, Eks manajemen Persiku akan berkomunikasi dengan KONI dan Askab PSSI Kudus untuk menyelesaikan polemik yang terjadi. Di samping itu, eks manajemen menyatakan sudah tidak mempunyai legal standing terhadap pelunasan gaji ofisial dan pemain.

Askab PSSI Kudus sebelumnya telah memberhentikan Ardy dari kursi manajer Persiku melalui surat yang dilayangkan pada Selasa (21/12). Hal ini menyusul tersingkirnya Persiku Kudus dari fase grup Liga 3 Jawa Tengah dan tak mampu menang sama sekali. (mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/