alexametrics
30 C
Kudus
Wednesday, May 18, 2022

Kemenangan Spesial, Persebaya Sukses Balikkan Keadaan Lawan Persipura

Sleman-Kapten Persebaya Rachmat “Rian” Irianto membakar api semangat teman satu timnya, “Ayo, Waktu masih panjang. Main tenang dan yakin menang!”

Teriakan itu terdengar selepas jala gawang Persebaya digetarkan pemain Persipura Ricky Kayame di menit ke-53. Teriakan yang lantas menyulut api semangat pasukan Green Force agar bangkit. Mereka tak mau apa yang selalu terjadi di seri pertama Liga 1 2021–2022 terulang kembali.

Ya, selama seri pertama Liga 1, Persebaya Surabaya pasti kalah tiap kali kebobolan terlebih dahulu. Mental Green Force lansung down. Sulit bangkit membalikkan keadaan dan menang.


Tapi, pada pertandingan perdana seri kedua di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu malam (16/10), Green Force mampu membalik keadaan. Semua itu berkat teriakan keras sang kapten.

Puncaknya, serangan demi serangan dilancarkan. Akhirnya Persebaya bisa menyamakan kedudukan melalui gol Jose Wilkson melalui titik putih pada menit ke-63. Kemudian, digandakan oleh Taisei Marukawa (70’), lantas ditutup oleh gol spektakuler Bruno Moreira pada menit ke-82.

Persebaya pun menang. Lebih spesialnya, Persebaya bisa membalikkan keadaan setelah kebobolan lebih dulu. Janji pelatih Persebaya Aji Santoso untuk mengevaluasi seluruh kekurangan di seri pertama pun dia buktikan tadi malam.

”Saya apresiasi perjuangan seluruh pemain yang tampil fight dalam pertandingan tadi,” kata Aji setelah pertandingan.

Aji juga menilai kemenangan tersebut sangat luar biasa. Bukan hanya mendapatkan tiga poin perdana di seri kedua. Kemenangan kemarin didapat dengan cara main Persebaya. ”Tampil spartan dengan main satu-dua sentuhan. Itu ciri khas Persebaya,” tegasnya.

Baca Juga :  Rekrut Bomber Timnas Osas Saha, PSG Pati Berharap Lebih ”Keras”

Aji bersyukur karena kerja keras selama masa persiapan menuju seri kedua membuahkan hasil positif. Janjinya untuk selalu dapat poin di tiap pertandingan pun mulai ditepati. ”Alhamdulillah, ini buah evaluasi kemarin (Sabtu malam),” ujarnya.

Namun, Aji mengingatkan kalau perjalanan masih panjang. Masih ada empat pertandingan lain di seri kedua yang harus dimenangkan. ”Tetap fokus, tatap ke depan. Kami akan persiapkan semuanya dengan matang,” bebernya.

Rian juga bersyukur atas kemenangan Persebaya. Menurut dia, kemenangan Sabtu malam (16/10) menujukkan kualitas sesungguhnya dari Persebaya. ”Kemenangan ini juga penting untuk menatap pertandingan selanjutnya,” paparnya.

Sementara itu, pelatih Persipura Jacksen F. Tiago pasang badan atas kekalahan skuadnya atas Persebaya. Menurut dia, Mutiara Hitam –julukan Persipura– kalah karena rencananya tidak berjalan dengan baik.

”Pergantian yang saya lakukan tidak membuahkan hasil, anak-anak akhirnya lepas kontrol dan permainan tidak berjalan dengan baik,” sesal Jacksen.

Ada tiga pergantian yang dilakukan Jacksen. Yakni, mengganti Ian Louis Kabes pada menit ke-55 dengan Yevhen Bokhasvili, Theo Numberi dengan Fridolin Yoku pada menit ke-61, serta Ricardo Salampessy dengan Takuya Marsunaga.

Niat ingin mengubah permainan justru gagal total dengan masuknya tiga pemain tersebut. Pria asal Brasil itu menyesal. Padahal, di awal-awal pertandingan, skuadnya begitu dominan. ”Setelah pergantian semuanya berubah. Ini kesalahan saya,” bebernya. (kai)

Sleman-Kapten Persebaya Rachmat “Rian” Irianto membakar api semangat teman satu timnya, “Ayo, Waktu masih panjang. Main tenang dan yakin menang!”

Teriakan itu terdengar selepas jala gawang Persebaya digetarkan pemain Persipura Ricky Kayame di menit ke-53. Teriakan yang lantas menyulut api semangat pasukan Green Force agar bangkit. Mereka tak mau apa yang selalu terjadi di seri pertama Liga 1 2021–2022 terulang kembali.

Ya, selama seri pertama Liga 1, Persebaya Surabaya pasti kalah tiap kali kebobolan terlebih dahulu. Mental Green Force lansung down. Sulit bangkit membalikkan keadaan dan menang.

Tapi, pada pertandingan perdana seri kedua di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu malam (16/10), Green Force mampu membalik keadaan. Semua itu berkat teriakan keras sang kapten.

Puncaknya, serangan demi serangan dilancarkan. Akhirnya Persebaya bisa menyamakan kedudukan melalui gol Jose Wilkson melalui titik putih pada menit ke-63. Kemudian, digandakan oleh Taisei Marukawa (70’), lantas ditutup oleh gol spektakuler Bruno Moreira pada menit ke-82.

Persebaya pun menang. Lebih spesialnya, Persebaya bisa membalikkan keadaan setelah kebobolan lebih dulu. Janji pelatih Persebaya Aji Santoso untuk mengevaluasi seluruh kekurangan di seri pertama pun dia buktikan tadi malam.

”Saya apresiasi perjuangan seluruh pemain yang tampil fight dalam pertandingan tadi,” kata Aji setelah pertandingan.

Aji juga menilai kemenangan tersebut sangat luar biasa. Bukan hanya mendapatkan tiga poin perdana di seri kedua. Kemenangan kemarin didapat dengan cara main Persebaya. ”Tampil spartan dengan main satu-dua sentuhan. Itu ciri khas Persebaya,” tegasnya.

Baca Juga :  Ambisi Bali United Puncaki Klasemen Terbentur Persikabo

Aji bersyukur karena kerja keras selama masa persiapan menuju seri kedua membuahkan hasil positif. Janjinya untuk selalu dapat poin di tiap pertandingan pun mulai ditepati. ”Alhamdulillah, ini buah evaluasi kemarin (Sabtu malam),” ujarnya.

Namun, Aji mengingatkan kalau perjalanan masih panjang. Masih ada empat pertandingan lain di seri kedua yang harus dimenangkan. ”Tetap fokus, tatap ke depan. Kami akan persiapkan semuanya dengan matang,” bebernya.

Rian juga bersyukur atas kemenangan Persebaya. Menurut dia, kemenangan Sabtu malam (16/10) menujukkan kualitas sesungguhnya dari Persebaya. ”Kemenangan ini juga penting untuk menatap pertandingan selanjutnya,” paparnya.

Sementara itu, pelatih Persipura Jacksen F. Tiago pasang badan atas kekalahan skuadnya atas Persebaya. Menurut dia, Mutiara Hitam –julukan Persipura– kalah karena rencananya tidak berjalan dengan baik.

”Pergantian yang saya lakukan tidak membuahkan hasil, anak-anak akhirnya lepas kontrol dan permainan tidak berjalan dengan baik,” sesal Jacksen.

Ada tiga pergantian yang dilakukan Jacksen. Yakni, mengganti Ian Louis Kabes pada menit ke-55 dengan Yevhen Bokhasvili, Theo Numberi dengan Fridolin Yoku pada menit ke-61, serta Ricardo Salampessy dengan Takuya Marsunaga.

Niat ingin mengubah permainan justru gagal total dengan masuknya tiga pemain tersebut. Pria asal Brasil itu menyesal. Padahal, di awal-awal pertandingan, skuadnya begitu dominan. ”Setelah pergantian semuanya berubah. Ini kesalahan saya,” bebernya. (kai)

Most Read

Artikel Terbaru

/