alexametrics
30.3 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

Tampil Disiplin, PSIS Semarang Gasak Persik Tiga Gol Tanpa Balas

Solo-PSIS Semarang sebagai tim tuan rumah sukses menggasak Persik Kediri dengan tiga gol tanpa balas pada laga seri kedua BRI Liga 1 2021–2022 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (14/10).

Kedua kesebelasan berupaya memamerkan permainan terbaik mereka demi merengkuh poin penuh sejak menit awal pertandingan.

PSIS yang tidak diperkuat beberapa pemain andalannya terlihat bermain disiplin saat bertahan maupun melakukan serangan balik cepat yang sering merepotkan lawan. Sebaliknya, Persik berupaya tampil menekan meski belum mampu menembus pertahanan PSIS.


PSIS mendapat peluang emas yang kemudian menjadi gol pada menit 20 melalui tendangan sepak pojok yang dilakukan David Maulana dan kemudian disambut sundulan kepala Andreas Crismanto Ado yang mengarahkan bola ke sudut gawang Persik sehingga mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk PSIS.

PSIS Semarang kembali menambah gol pada menit 32 hasil tendang voli Septian David Maulana yang memanfaatkan umpan silang pemain sayap kiri Riyan Ardiansyah.

Gol ketiga PSIS sekaligus untuk memperkokoh kemenangan terjadi pada menit 42 melalui sepakan Fredyan Wahyu Sugiyantoro.

Sementara Persik Kediri mempunyai satu-satunya peluang emas pada babak pertama di menit 38 melalui sundulan kepala Septian Satria Bagarwara tetapi bola masih melambung di atas gawang PSIS. Kedudukan 3-0 untuk PSIS ini bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Persik Kendiri melakukan inisiatif serangan dengan mengganti beberapa pemain demi mengejar defisit skor. Sebaliknya, PSIS yang menurunkan banyak pemain muda mengandalkan serang balik cepat yang merepotkan pertahanan Persik.

Baca Juga :  Pesan Sang Ibu usai Pratama Arhan Resmi Pindah Ke Klub Tokyo Verdy Jepang

Peluang emas PSIS kembali terjadi di menit 52 melalui Jonathan Eduardo Cantillana yang melakukan tendangan bola mati dari luar kotak penalti, tetapi bola mampu ditepis penjaga gawang Dikri Yusron.

Satu peluang emas Persik terjadi menit 59 melalui tendangan bola mati dari luar kotak penalti oleh Dainatan Macadho De Oliveira, tetapi bola yang mengarah pojok gawang PSIS itu masih mampu ditepis kiper Jandia Eka Putra yang bermain cemerlang.

Kedudukan tetap bertahan 3-0 untuk PSIS hingga wasit yang memimpin pertandingan, Asep Yandis, asal Jawa Barat, meniup peluit panjang tanda babak kedua berakhir. Dalam pertandingan itu, wasit mengeluarkan satu kartu kuning untuk Fahreza (PSIS).

Asisten Pelatih Persik Kediri Alfiat seusai pertandingan mengatakan sangat kecewa dengan hasil itu dan akan melakukan sejumlah pembenahan. “Persik akan mengubah sistem bermain yang sebelumnya menggunakan tiga pemain di tengah akan diganti menjadi pola empat pemain. Mudah-mudah sistem itu bisa mengubah permainan pada pertandingan selanjutnya,” katanya.

Sementara Pelatih PSIS Semarang Ian Andrew Gillan mengatakan anak-anak asuhnya telah bermain bagus dan menunjukkan kerja keras meski banyak pemain andalan terpaksa absen. “Kemenangan PSIS ini hasil latihan dan kerja keras pemain yang kebanyakan pemain muda tapi berkualitas” kata Ian Andrew. (ANTARA/kai)

Solo-PSIS Semarang sebagai tim tuan rumah sukses menggasak Persik Kediri dengan tiga gol tanpa balas pada laga seri kedua BRI Liga 1 2021–2022 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (14/10).

Kedua kesebelasan berupaya memamerkan permainan terbaik mereka demi merengkuh poin penuh sejak menit awal pertandingan.

PSIS yang tidak diperkuat beberapa pemain andalannya terlihat bermain disiplin saat bertahan maupun melakukan serangan balik cepat yang sering merepotkan lawan. Sebaliknya, Persik berupaya tampil menekan meski belum mampu menembus pertahanan PSIS.

PSIS mendapat peluang emas yang kemudian menjadi gol pada menit 20 melalui tendangan sepak pojok yang dilakukan David Maulana dan kemudian disambut sundulan kepala Andreas Crismanto Ado yang mengarahkan bola ke sudut gawang Persik sehingga mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk PSIS.

PSIS Semarang kembali menambah gol pada menit 32 hasil tendang voli Septian David Maulana yang memanfaatkan umpan silang pemain sayap kiri Riyan Ardiansyah.

Gol ketiga PSIS sekaligus untuk memperkokoh kemenangan terjadi pada menit 42 melalui sepakan Fredyan Wahyu Sugiyantoro.

Sementara Persik Kediri mempunyai satu-satunya peluang emas pada babak pertama di menit 38 melalui sundulan kepala Septian Satria Bagarwara tetapi bola masih melambung di atas gawang PSIS. Kedudukan 3-0 untuk PSIS ini bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Persik Kendiri melakukan inisiatif serangan dengan mengganti beberapa pemain demi mengejar defisit skor. Sebaliknya, PSIS yang menurunkan banyak pemain muda mengandalkan serang balik cepat yang merepotkan pertahanan Persik.

Baca Juga :  Joko Susilo Lengser dari Kursi Pelatih Persik Sebelum Kickoff

Peluang emas PSIS kembali terjadi di menit 52 melalui Jonathan Eduardo Cantillana yang melakukan tendangan bola mati dari luar kotak penalti, tetapi bola mampu ditepis penjaga gawang Dikri Yusron.

Satu peluang emas Persik terjadi menit 59 melalui tendangan bola mati dari luar kotak penalti oleh Dainatan Macadho De Oliveira, tetapi bola yang mengarah pojok gawang PSIS itu masih mampu ditepis kiper Jandia Eka Putra yang bermain cemerlang.

Kedudukan tetap bertahan 3-0 untuk PSIS hingga wasit yang memimpin pertandingan, Asep Yandis, asal Jawa Barat, meniup peluit panjang tanda babak kedua berakhir. Dalam pertandingan itu, wasit mengeluarkan satu kartu kuning untuk Fahreza (PSIS).

Asisten Pelatih Persik Kediri Alfiat seusai pertandingan mengatakan sangat kecewa dengan hasil itu dan akan melakukan sejumlah pembenahan. “Persik akan mengubah sistem bermain yang sebelumnya menggunakan tiga pemain di tengah akan diganti menjadi pola empat pemain. Mudah-mudah sistem itu bisa mengubah permainan pada pertandingan selanjutnya,” katanya.

Sementara Pelatih PSIS Semarang Ian Andrew Gillan mengatakan anak-anak asuhnya telah bermain bagus dan menunjukkan kerja keras meski banyak pemain andalan terpaksa absen. “Kemenangan PSIS ini hasil latihan dan kerja keras pemain yang kebanyakan pemain muda tapi berkualitas” kata Ian Andrew. (ANTARA/kai)

Most Read

Artikel Terbaru

/