alexametrics
30.3 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

Anggaran untuk Persiku Kudus Bisa Cair, Tapi…

KUDUS  – Anggaran Tim Persiku Kudus dimungkinkan bisa cair lewat APBD Perubahan 2021. Namun itu harus melalui kajian. Sebab hanya plot-plot tertentu dan mendesak yang bisa ikut penjabaran Bupati melalu Peraturan Kepala Daerah (Perkada).

Skema ini menyusul telatnya APBD P dalam pengusulan. Sehingga pemerintah kabupaten Kudus mendapat penolakan evaluasi dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Akhirnya, melalui Kemendagri, Pemkab Kudus mendapatkan toleransi untuk bisa menjalankan APBD P dengan Perkada.

Bupati Kudus HM Hartopo menyebut manajemen Persiku, KONI maupun Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga harus mampu memberi argumentasi yang jelas terkait peruntukan anggaran, sehingga bisa dimasukkan ke dalam penjabaran Bupati.


“Anggaran itu bisa diajukan tetapi hanya yang mendesak. Misal seperti pembayaran gaji pemain dan pelatih. Itu juga harus dilihat, apakah dalam kajian memang harus sekarang atau tahun depan. Jika memang itu mendesak tahun ini, ya bisa dimungkinkan,” katanya.

Pemkab Kudus mengalokasikan anggaran Rp3 miliar untuk KONI Kudus, yang di dalamnya termasuk Persiku Kudus melalui Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Baca Juga :  Digelar 21 Maret, Ada 32 Cabor yang Dipertandingkan di Popda Kudus

Sementara itu, Manajer Persiku Kudus Ferdaus Ardyansyah Purnomo mengakui biaya operasional tim Persiku Kudus mulai dari persiapan hingga laga menggunakan dana sendiri karena dari APBD belum cair.

“Hingga kini, kami masih menunggu kucuran dana dari APBD Perubahan 2021. Biaya operasional yang dikeluarkan selama persiapan hingga kompetisi Rp1,5 miliar,” ujarnya.

Persiku sendiri dalam gelaran babak penyisihan grup pada kompetisi liga 3 Jateng gagal total. Dari empat pertandingan yang dilangsungkan, tim berjuluk macan Muria hanya meraih satu poin. Yakni pada laga pertama saat bersua Persekap Pekalongan dengan skor 2-2.

Pada tiga laga setelah, laga berakhir mengecewakan. Skuad Macan Muria kalah dengan skor identik, 1-2. Yakni saat berjumpa tim Persekaba Blora, PSIP Pemalang, dan BJL Semarang.

Dengan status sebagai juru kunci itu, langkah Persiku terhenti di babak penyisihan. Sekaligus memupus harapan dan impian promosi ke Liga 2.  Dampaknya, suporter sempat geram. Mereka menyegel kantor sekertariat Persiku dengan tempelan poster-poster yang bernada kekecewaan, kritik, dan harapan.






Reporter: Eko Santoso

KUDUS  – Anggaran Tim Persiku Kudus dimungkinkan bisa cair lewat APBD Perubahan 2021. Namun itu harus melalui kajian. Sebab hanya plot-plot tertentu dan mendesak yang bisa ikut penjabaran Bupati melalu Peraturan Kepala Daerah (Perkada).

Skema ini menyusul telatnya APBD P dalam pengusulan. Sehingga pemerintah kabupaten Kudus mendapat penolakan evaluasi dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Akhirnya, melalui Kemendagri, Pemkab Kudus mendapatkan toleransi untuk bisa menjalankan APBD P dengan Perkada.

Bupati Kudus HM Hartopo menyebut manajemen Persiku, KONI maupun Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga harus mampu memberi argumentasi yang jelas terkait peruntukan anggaran, sehingga bisa dimasukkan ke dalam penjabaran Bupati.

“Anggaran itu bisa diajukan tetapi hanya yang mendesak. Misal seperti pembayaran gaji pemain dan pelatih. Itu juga harus dilihat, apakah dalam kajian memang harus sekarang atau tahun depan. Jika memang itu mendesak tahun ini, ya bisa dimungkinkan,” katanya.

Pemkab Kudus mengalokasikan anggaran Rp3 miliar untuk KONI Kudus, yang di dalamnya termasuk Persiku Kudus melalui Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Baca Juga :  Indonesia Dipastikan Maju Ke Babak Ketiga Kualifikasi Piala Asia 2023

Sementara itu, Manajer Persiku Kudus Ferdaus Ardyansyah Purnomo mengakui biaya operasional tim Persiku Kudus mulai dari persiapan hingga laga menggunakan dana sendiri karena dari APBD belum cair.

“Hingga kini, kami masih menunggu kucuran dana dari APBD Perubahan 2021. Biaya operasional yang dikeluarkan selama persiapan hingga kompetisi Rp1,5 miliar,” ujarnya.

Persiku sendiri dalam gelaran babak penyisihan grup pada kompetisi liga 3 Jateng gagal total. Dari empat pertandingan yang dilangsungkan, tim berjuluk macan Muria hanya meraih satu poin. Yakni pada laga pertama saat bersua Persekap Pekalongan dengan skor 2-2.

Pada tiga laga setelah, laga berakhir mengecewakan. Skuad Macan Muria kalah dengan skor identik, 1-2. Yakni saat berjumpa tim Persekaba Blora, PSIP Pemalang, dan BJL Semarang.

Dengan status sebagai juru kunci itu, langkah Persiku terhenti di babak penyisihan. Sekaligus memupus harapan dan impian promosi ke Liga 2.  Dampaknya, suporter sempat geram. Mereka menyegel kantor sekertariat Persiku dengan tempelan poster-poster yang bernada kekecewaan, kritik, dan harapan.






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/