alexametrics
31.1 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

AKTI Kudus Optimistis Sabet Dua Medali Emas di Kejurda Kungfu Tradisional

KUDUS – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Aliansi Kungfu Tradisional Kudus Indonesia (AKTI) Kudus mewakilkan 26 peserta maju di Kejuaraan Daerah (Kejurda) Kungfu Tradisional 2021. Kejurda kali ini bersifat online dan penjurian akan dilaksanakan secara offline di SMP Kanisius Kudus pada 17-19 Desember nanti. Target pertandingan tahun ini diharapkan dapat menyabet dua medali emas bahkan lebih.

Master Tjia Eng Bie selaku Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) AKTI Jateng yang sekaligus Penasehat DPC AKTI Kudus menambahkan, persiapan dari para peserta sendiri sudah maksimal. Terbukti dengan semangat anak-anak dalam mengikuti lomba.

Dia juga mengatakan, macam-macam jurus yang nantinya akan dinilai adalah jurus perguruan, jurus kreasi (tangan kosong), jurus hewan, serta jurus senjata panjang dan pendek perguruan dan kreasi.


“Kami optimis bisa sabet dua mendali emas. Tapi semoga nanti hasilnya bisa lebih dari itu,” katanya.

Dji Min, salah satu orang tua dari peserta atlet Wushu Perguruan Bangau Putih menceritakan, pada kejuaraan kali ini putrinya sudah memaksimalkan diri dengan latihan fisik dan jurus. Dia berharap, atlet-atlet yang sedang maju di Kejurda itu dapat mendapatkan prestasi yang terbaik serta mampu menyabet medali emas.

“Saya juga berharap dengan adanya DPC AKTI yang baru di bentuk di Kudus ini dapat mendukung para atlet untuk lebih berprestasi lagi,” ucapnya.

Baca Juga :  Binaraga Pati Sumbang Dua Emas di Kejurprov Jateng 2022

Valerie Yudistira selaku Ketua AKTI DPC Kudus mengucapkan terima kasih terhadap peran para orang tua peserta yang selama ini sangat berjasa dalam mendukung dan membangun AKTI.

“Sebelum AKTI DPC Kudus terbentuk, mereka turut membantu untuk memaksimalkan persiapan atlet-atlet wushu di Kudus, hingga mereka bisa berprestasi sampai saat ini,” ungkap Valerie.

Hal senada juga di sampaikan Wakil Ketua AKTI DPC Kudus Fransiskus Adityas. Peran orang tua peserta sangat berpengaruh. Dia juga yakin, pihaknya akan menciptakan citra yang baik untuk dunia kungfu tradisional di Kudus.

“Kami akan senantiasa mengabdi guna membentuk para atlet yang berprestasi. Dan tentu saja kami ingin membanggakan kota Kudus,” tuturnya.

Di sela-sela latihan, Jessica Lauren, 14, salah satu peserta Kejurda Kungfu Tradisional 2021 mengatakan selain berlatih selama enam kali dalam seminggu, dia juga mengatur pola makan dan tidur yang cukup menjelang hari pertandingan.

“Saya ingin dapat medali emas, supaya bisa berangkat ke Palembang. Dengan adanya DPC AKTI ini semoga kungfu tradisional di Kudus bisa berkembang lagi dan dapat menemukan atlet-atlet baru lagi,” ujarnya. (ark)

KUDUS – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Aliansi Kungfu Tradisional Kudus Indonesia (AKTI) Kudus mewakilkan 26 peserta maju di Kejuaraan Daerah (Kejurda) Kungfu Tradisional 2021. Kejurda kali ini bersifat online dan penjurian akan dilaksanakan secara offline di SMP Kanisius Kudus pada 17-19 Desember nanti. Target pertandingan tahun ini diharapkan dapat menyabet dua medali emas bahkan lebih.

Master Tjia Eng Bie selaku Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) AKTI Jateng yang sekaligus Penasehat DPC AKTI Kudus menambahkan, persiapan dari para peserta sendiri sudah maksimal. Terbukti dengan semangat anak-anak dalam mengikuti lomba.

Dia juga mengatakan, macam-macam jurus yang nantinya akan dinilai adalah jurus perguruan, jurus kreasi (tangan kosong), jurus hewan, serta jurus senjata panjang dan pendek perguruan dan kreasi.

“Kami optimis bisa sabet dua mendali emas. Tapi semoga nanti hasilnya bisa lebih dari itu,” katanya.

Dji Min, salah satu orang tua dari peserta atlet Wushu Perguruan Bangau Putih menceritakan, pada kejuaraan kali ini putrinya sudah memaksimalkan diri dengan latihan fisik dan jurus. Dia berharap, atlet-atlet yang sedang maju di Kejurda itu dapat mendapatkan prestasi yang terbaik serta mampu menyabet medali emas.

“Saya juga berharap dengan adanya DPC AKTI yang baru di bentuk di Kudus ini dapat mendukung para atlet untuk lebih berprestasi lagi,” ucapnya.

Baca Juga :  Menggila di Laga Terakhir Putaran Pertama

Valerie Yudistira selaku Ketua AKTI DPC Kudus mengucapkan terima kasih terhadap peran para orang tua peserta yang selama ini sangat berjasa dalam mendukung dan membangun AKTI.

“Sebelum AKTI DPC Kudus terbentuk, mereka turut membantu untuk memaksimalkan persiapan atlet-atlet wushu di Kudus, hingga mereka bisa berprestasi sampai saat ini,” ungkap Valerie.

Hal senada juga di sampaikan Wakil Ketua AKTI DPC Kudus Fransiskus Adityas. Peran orang tua peserta sangat berpengaruh. Dia juga yakin, pihaknya akan menciptakan citra yang baik untuk dunia kungfu tradisional di Kudus.

“Kami akan senantiasa mengabdi guna membentuk para atlet yang berprestasi. Dan tentu saja kami ingin membanggakan kota Kudus,” tuturnya.

Di sela-sela latihan, Jessica Lauren, 14, salah satu peserta Kejurda Kungfu Tradisional 2021 mengatakan selain berlatih selama enam kali dalam seminggu, dia juga mengatur pola makan dan tidur yang cukup menjelang hari pertandingan.

“Saya ingin dapat medali emas, supaya bisa berangkat ke Palembang. Dengan adanya DPC AKTI ini semoga kungfu tradisional di Kudus bisa berkembang lagi dan dapat menemukan atlet-atlet baru lagi,” ujarnya. (ark)

Most Read

Artikel Terbaru

/