alexametrics
29.2 C
Kudus
Monday, May 23, 2022

PSG Pati Pecah Telur, Persijap Imbang Tiga Kali Beruntun

Putra Safin Group (PSG) Pati akhirnya memetik poin perdananya di ajang Liga 2. Menghadapi Persijap Jepara tadi malam di Stadion Manahan Solo, kedua tim bermain imbang 2-2. Sementara Persijap Jepara harus puas dengan satu poin. Tiga pertandingan Laskar Kalinyamat harus puas dengan bermain imbang.

Sejak awal pertandingan babak pertama, PSG inisiatif melancarkan serangan. Dari kubu Persijap juga membalas serangan melalui kedua sisi sayap. Namun PSG berhasil unggul terlebih dahulu lewat gol Yudha Rizky pada menit 21. Berkat umpan Zulham Zamrun melalui tendangan bebas. Dua puluh menit berselang, Laskar Kalinyamat berkesempatan menyamakan kedudukan. Namun tendangan first time  dari Iqmal Nur Syamsu melebar. Keuggulan PSG bertahan sampai jeda turun minum.

Awal babak kedua serangan balik dari PSG tak mampu dimanfaatkan striker anyar mereka, Ossas Saha. Alih-alih menyerang, justru Persijap mampu menyamakan kedudukan lewat tandukan Ricki Ariansyah. Bermula dari sepakan tendangan bebas Dody Alfayed pada menit 63.


Tiga menit kemudian, pemain bertahan PSG menjatuhkan Iqmal. Wasit menunjuk titik putih. Keputusan itu sempat diprotes pemain PSG  Heri Setiawan. Aksi protesnya itu diganjar kartu kuning. Sementara kesempatan tendangan penaltui itu tak disia-siakan Iqmal Nur Syamsu. Persijap unggul 2-1.

Pertandingan mulai panas. Syaiful Indra melanggar pemain Persijap Aji Kurniawan. Heri Setiawan kembali protes berlebihan. Tak ayal ia menerima  kartu kuning kedua. Bonus kartu merah.

Unggul jumlah pemain, Perisijap menaikkan intensitas serangan. Kesempatan emas didapatkan Iqmal pada menit 72. Namun gagal menambah keunggulan lewat tendangan dari luar kotak penalti yang membentur mistar gawang.

Laga pun semakin keras. Menit 77 Nur Hidayat dikartu merah. Setelah sikunya melayang ke muka Hendrico. PSG hanya bermain dengan sembilan pemain. Persijap terus mengurung pertahanan PSG. Lagi-lagi Iqmal gagal menambah keunggulan.  Tendangannya membentur tiang gawang.

Baca Juga :  Liga 2: PSG Pati Tak Gentar Ladeni Persis Solo, Siap "Kasih Keras"

Sampai akhirnya PSG dapat kesempatan melalui tendangan bebas tak jauh dari kotak penalti pada menit akhir. Saiful Indra Cahya berhasil meceploskan bola ke gawang Harlan Suardi. Laga pun berakhir dengan skor 2-2 sampai peluit panjang ditiup wasit Muh Alfiyantoni Nur dari Jawa Timur.

Hasil itu sangat disayangkang tim pelatih Persijap Jepara. Asisten Pelatih Persijap Suganda mengungkapkan, taktik dan strategi di lapangan mestinya sesuai dengan kesepakatan. Namun hal itu tak ditunjukkan anak asuhnya.

“Akan kami evaluasi. Sayang sekali tidak bisa mempertahankan keunggulan. Kemasukan gol di menit akhir,” imbuhnya menggantikan peran Jaya Hartono yang masiha belum terlihat di pertandingan itu.

Sementara pemain Persijap Putra Chaniago mengaku penggawa Persijap kurang fokus. Hingga kecolongan di menit-menit akhir.

PSG Pati yang bertindak sebagai tuan rumah sejatinya memang bermain bagus. Total mereka melakukan penguasaan bola sebanyak 53 persen. Dengan total tiga shoot on goal dan empat shoot of goal. Pertandingan juga berlangsung keras hingga membuat wasit mengeluarkan dua buah kartu merah untuk pemain PSG Pati.

Headcoach PSG Pati Yayat Hidayat menyayangkan insiden dua kartu merah tersebut. Menurutnya hal itu tak perlu terjadi.

“Sebenarnya ini permainan bagus. Sayang di babak kedua pemain kami banyak yang terpancing emosi sehingga harus mendapatkan kartu merah,” paparnya usai laga.

Namun, lanjutnya hasil tersebut patut disyukuri mengingat setiap pertandingan yang dijalani PSG Pati terus meningkat dan pihaknya bersyukur dapat satu poin perdana.






Reporter: Achmad Ulil Albab





Reporter: Muhammad Khoirul Anwar

Putra Safin Group (PSG) Pati akhirnya memetik poin perdananya di ajang Liga 2. Menghadapi Persijap Jepara tadi malam di Stadion Manahan Solo, kedua tim bermain imbang 2-2. Sementara Persijap Jepara harus puas dengan satu poin. Tiga pertandingan Laskar Kalinyamat harus puas dengan bermain imbang.

Sejak awal pertandingan babak pertama, PSG inisiatif melancarkan serangan. Dari kubu Persijap juga membalas serangan melalui kedua sisi sayap. Namun PSG berhasil unggul terlebih dahulu lewat gol Yudha Rizky pada menit 21. Berkat umpan Zulham Zamrun melalui tendangan bebas. Dua puluh menit berselang, Laskar Kalinyamat berkesempatan menyamakan kedudukan. Namun tendangan first time  dari Iqmal Nur Syamsu melebar. Keuggulan PSG bertahan sampai jeda turun minum.

Awal babak kedua serangan balik dari PSG tak mampu dimanfaatkan striker anyar mereka, Ossas Saha. Alih-alih menyerang, justru Persijap mampu menyamakan kedudukan lewat tandukan Ricki Ariansyah. Bermula dari sepakan tendangan bebas Dody Alfayed pada menit 63.

Tiga menit kemudian, pemain bertahan PSG menjatuhkan Iqmal. Wasit menunjuk titik putih. Keputusan itu sempat diprotes pemain PSG  Heri Setiawan. Aksi protesnya itu diganjar kartu kuning. Sementara kesempatan tendangan penaltui itu tak disia-siakan Iqmal Nur Syamsu. Persijap unggul 2-1.

Pertandingan mulai panas. Syaiful Indra melanggar pemain Persijap Aji Kurniawan. Heri Setiawan kembali protes berlebihan. Tak ayal ia menerima  kartu kuning kedua. Bonus kartu merah.

Unggul jumlah pemain, Perisijap menaikkan intensitas serangan. Kesempatan emas didapatkan Iqmal pada menit 72. Namun gagal menambah keunggulan lewat tendangan dari luar kotak penalti yang membentur mistar gawang.

Laga pun semakin keras. Menit 77 Nur Hidayat dikartu merah. Setelah sikunya melayang ke muka Hendrico. PSG hanya bermain dengan sembilan pemain. Persijap terus mengurung pertahanan PSG. Lagi-lagi Iqmal gagal menambah keunggulan.  Tendangannya membentur tiang gawang.

Baca Juga :  Gibran Sebut AHHA PS Pati Kuasai Kungfu, Saiful Arifin: Kasih Keras!

Sampai akhirnya PSG dapat kesempatan melalui tendangan bebas tak jauh dari kotak penalti pada menit akhir. Saiful Indra Cahya berhasil meceploskan bola ke gawang Harlan Suardi. Laga pun berakhir dengan skor 2-2 sampai peluit panjang ditiup wasit Muh Alfiyantoni Nur dari Jawa Timur.

Hasil itu sangat disayangkang tim pelatih Persijap Jepara. Asisten Pelatih Persijap Suganda mengungkapkan, taktik dan strategi di lapangan mestinya sesuai dengan kesepakatan. Namun hal itu tak ditunjukkan anak asuhnya.

“Akan kami evaluasi. Sayang sekali tidak bisa mempertahankan keunggulan. Kemasukan gol di menit akhir,” imbuhnya menggantikan peran Jaya Hartono yang masiha belum terlihat di pertandingan itu.

Sementara pemain Persijap Putra Chaniago mengaku penggawa Persijap kurang fokus. Hingga kecolongan di menit-menit akhir.

PSG Pati yang bertindak sebagai tuan rumah sejatinya memang bermain bagus. Total mereka melakukan penguasaan bola sebanyak 53 persen. Dengan total tiga shoot on goal dan empat shoot of goal. Pertandingan juga berlangsung keras hingga membuat wasit mengeluarkan dua buah kartu merah untuk pemain PSG Pati.

Headcoach PSG Pati Yayat Hidayat menyayangkan insiden dua kartu merah tersebut. Menurutnya hal itu tak perlu terjadi.

“Sebenarnya ini permainan bagus. Sayang di babak kedua pemain kami banyak yang terpancing emosi sehingga harus mendapatkan kartu merah,” paparnya usai laga.

Namun, lanjutnya hasil tersebut patut disyukuri mengingat setiap pertandingan yang dijalani PSG Pati terus meningkat dan pihaknya bersyukur dapat satu poin perdana.






Reporter: Achmad Ulil Albab





Reporter: Muhammad Khoirul Anwar

Most Read

Artikel Terbaru

/