alexametrics
29.1 C
Kudus
Monday, May 23, 2022

Resmi! Cucun Latih “Taring” Macan Muria

KUDUS, – Putra daerah Cucun Sulistyo akhirnya resmi menjadi pelatih Persiku. Ke depan dia akan didampingi asisten pelatih Ufi Hi.Aziz. Setelah mengumumkan jajaran manajemen dan pelatih yang didominasi wajah lokal, Persiku memasang target masuk liga dua. Caranya dengan mengoptimalisasi potensi lokal.

Manajer Persiku Ferdaus Adyansyah Purnomo dalam launching manajemen dan ofisial kemarin (9/8) menyebut pelatih kepala dipastikan diisi muka lokal Cucun Sulistiyanto. Kemudian Asisten pelatih Ufi Hi.Aziz, pelatih fisik Nor Akhmad, pelatih Kiper Agus Gunawan, dokter tim dr. Agus Prastyo, messure Bekan, dan kitman Rebo,” jelasnya.

Dari ketujuh jajaran ofisial itu, lima di antaranya muka-muka lokal. Hanya Asisten pelatih dan pelatih kiper yang kelahiran luar Kudus. Tetapi keduanya sudah menetap lama di Kudus.


“Pengutamaan potensi lokal juga berlaku dalam skema seleksi pemain. Rencananya 60 persen komposisi tim akan diisi pemain lokal. Dan sisanya baru pemain luar daerah,” imbuhnya.

Hingga kini manajemen masih membuka pendaftaran calon pemain Persiku sampai (11/8).  Terutama pemain direntang kelahiran 1 Januari 1999 – 31 Desember 2003. Hal itu menyesuaikan regulasi Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah.

“Dengan pengutamaan potensi lokal itu, kami memasang target maksimal. Yakni masuk liga dua. Namun yang terpenting tentunya tim ini kami harapkan menjadi pondasi  jangka panjang. Karena kami mengusung tagline Persiku Masa Depan,” jelasnya.

Baca Juga :  Final Liga 3 Jateng: Persipa Pati Siap Mengukir Sejarah Emas

Ardy menambahkan berdasarkan keputusan Asprov PSSI Jateng secara resmi menjadwalkan kick off Liga 3 Jawa Tengah 2021 mulai 2 Oktober 2021. Sementara sesuai time schedule pendaftaran bagi klub peserta mulai 10 hingga 31 Agustus 2021.

Diperkirakan Liga 3 itu bakal diikuti 20 klub lainnya. Selain Persiku Kudus juga ada ISP Purworejo, PSDB Demak, Perinka FC, Persikaba Blora, PS. Ebod Jaya, Slawi United, Persika Karanganyar, PSIR Rembang, Persibas Banyumas, Persipur Purwodadi.

Juga Persab Brebes, PSD Demak, Persipa Pati, Persebi Boyolali, Persekap Kab. Pekalongan, PSIP Pemalang, Persitema Temanggung, Persik Kendal dan Bhayangkara Muda FC.

Ketua Askab PSSI Kudus Daniel Budi Sampurna menyebut pihaknya mengapresiasi dengan adanya program jangka panjang. Dia pun ingin manajemen Persiku bersinergi dengan PSSI Kudus.

“Kami dapat pesan bupati agar Persiku bisa jadi obat saat Pandemi ini. Bisa mengobati kerinduan masyarakat terkait Persiku. Sehingga kami harapkan ada prestasi yang membanggakan,” katanya.

Pihaknya juga sepakat dengan keputusan manajemen yang akan mengutamakan pemain lokal. Untuk itu selain tercipta manajemen yang sehat dan transparan, dia berharap adanya dukungan berbagai pihak. Baik dari masyarakat dan pemerintah agar target prestasi maksimal bisa tercapai.(tos/mal)

KUDUS, – Putra daerah Cucun Sulistyo akhirnya resmi menjadi pelatih Persiku. Ke depan dia akan didampingi asisten pelatih Ufi Hi.Aziz. Setelah mengumumkan jajaran manajemen dan pelatih yang didominasi wajah lokal, Persiku memasang target masuk liga dua. Caranya dengan mengoptimalisasi potensi lokal.

Manajer Persiku Ferdaus Adyansyah Purnomo dalam launching manajemen dan ofisial kemarin (9/8) menyebut pelatih kepala dipastikan diisi muka lokal Cucun Sulistiyanto. Kemudian Asisten pelatih Ufi Hi.Aziz, pelatih fisik Nor Akhmad, pelatih Kiper Agus Gunawan, dokter tim dr. Agus Prastyo, messure Bekan, dan kitman Rebo,” jelasnya.

Dari ketujuh jajaran ofisial itu, lima di antaranya muka-muka lokal. Hanya Asisten pelatih dan pelatih kiper yang kelahiran luar Kudus. Tetapi keduanya sudah menetap lama di Kudus.

“Pengutamaan potensi lokal juga berlaku dalam skema seleksi pemain. Rencananya 60 persen komposisi tim akan diisi pemain lokal. Dan sisanya baru pemain luar daerah,” imbuhnya.

Hingga kini manajemen masih membuka pendaftaran calon pemain Persiku sampai (11/8).  Terutama pemain direntang kelahiran 1 Januari 1999 – 31 Desember 2003. Hal itu menyesuaikan regulasi Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah.

“Dengan pengutamaan potensi lokal itu, kami memasang target maksimal. Yakni masuk liga dua. Namun yang terpenting tentunya tim ini kami harapkan menjadi pondasi  jangka panjang. Karena kami mengusung tagline Persiku Masa Depan,” jelasnya.

Baca Juga :  KKN-IK IAIN Kudus Ciptakan Puzzle Etnomatematika

Ardy menambahkan berdasarkan keputusan Asprov PSSI Jateng secara resmi menjadwalkan kick off Liga 3 Jawa Tengah 2021 mulai 2 Oktober 2021. Sementara sesuai time schedule pendaftaran bagi klub peserta mulai 10 hingga 31 Agustus 2021.

Diperkirakan Liga 3 itu bakal diikuti 20 klub lainnya. Selain Persiku Kudus juga ada ISP Purworejo, PSDB Demak, Perinka FC, Persikaba Blora, PS. Ebod Jaya, Slawi United, Persika Karanganyar, PSIR Rembang, Persibas Banyumas, Persipur Purwodadi.

Juga Persab Brebes, PSD Demak, Persipa Pati, Persebi Boyolali, Persekap Kab. Pekalongan, PSIP Pemalang, Persitema Temanggung, Persik Kendal dan Bhayangkara Muda FC.

Ketua Askab PSSI Kudus Daniel Budi Sampurna menyebut pihaknya mengapresiasi dengan adanya program jangka panjang. Dia pun ingin manajemen Persiku bersinergi dengan PSSI Kudus.

“Kami dapat pesan bupati agar Persiku bisa jadi obat saat Pandemi ini. Bisa mengobati kerinduan masyarakat terkait Persiku. Sehingga kami harapkan ada prestasi yang membanggakan,” katanya.

Pihaknya juga sepakat dengan keputusan manajemen yang akan mengutamakan pemain lokal. Untuk itu selain tercipta manajemen yang sehat dan transparan, dia berharap adanya dukungan berbagai pihak. Baik dari masyarakat dan pemerintah agar target prestasi maksimal bisa tercapai.(tos/mal)

Most Read

Artikel Terbaru

/