alexametrics
26.2 C
Kudus
Wednesday, May 18, 2022

Dua Atlet Panjat Tebing Blora Raih Medali Emas di PON Papua

BLORA – Dua Atlet Cabang Olahraga (Cabor) Panjat Tebing asal Blora berhasil meraih medali emas bagi kontingen Jawa Tengah di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 Papua kemarin. Mereka adalah Agustina Sari dan Berthdigna Devi.

Kedua Srikandi cantik itu tergabung di tim putri Jateng di nomor Speed World Record Relay Putri dengan atlet Grobogan, Aries Susanti Rahayu. Dalam pertandingan final kemarin, tim putri Jateng berhasil mengalahkan Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Terima kasih atas dukungan masyarakat Jateng dan Blora. Kami di sini senang sekali bisa mewujudkan mimpi meraih medali emas di PON XX Papua 2021. Kemenangan ini untuk masyarakat Jateng dan Blora,” ujar Berthdigna Devi diampingi Agustina Sari.


Ketua FPTI Blora Christian Prasetya mengaku bersyukur atas emas yang diperoleh tim Jateng. Dimana personilnya ada dua atlet putri dari Blora. Yaitu Agustina Sari dan Berthdigna Devi.

“Saya selaku ketua FPTI Blora dan organiasi, sangat-sangat bangga atas perestasi yang sudah diraih Agustina Sari dan Berthdigna Devi yang merupakan atlet andalan Kabupaten Blora. Semoga kedepan bisa mendapat prestasi yang lebih baik lagi di level pertandingan panjat tebing yang lain,” ucapnya.

Dia juga berharap, semoga raihan emas dari Agustina Sari dan Berthdigna Devi bisa meberikan motivasi atlet junior putra putri panjat tebing Kabupaten Blora untuk meniru prestasi ini. Sehingga kedepan proses regenerasi kedepna bisa berkesinambungan. “Terima kasih Bupati, Wakil Bupati, Dinpora atas suportnya selama ini, dan terima kasih atas wall clambing yang dalam proses pembangunan. Semoga dapat menumbuhkan lebih banyak lagi atlet panjat tebing andalan dari Blora,” bebernya.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Blora Hery Sutiyono menyambut gembira perolehan emas kedua atlet Blora tersebut. “Setelah sehari sebelumnya atlet Blora atas nama Siti Nafisatul Hariroh meraih perak di cabang angkat besi, kali ini atlet Blora meraih emas. Tentu kami bangga dan mudah-mudahan perolehan medali ini akan bertambah lagi hingga berakhirnya PON XX 15 Oktober,” jelasnya.

Baca Juga :  Bertabur Bintang, Persis Solo Taklukkan Tim Milik Atta Halilintar

Dia menambahkan  ini adalah Prestasi yang sangat luar biasa. Menurutnya, prestasi ini berkat perjuangan pantang menyerah para atlet Panjat Tebing Jateng. “Dalam PON tahun ini, KONI Blora metargetkan minimal sama seperti pada PON XIX 2016 di Jawa Barat. Yakni satu emas, satu perak dan dua perunggu. Ketika itu emas diraih Krisna Wahyu Permana (Tolak Peluru), Agustina Sari (Perak) dan perunggu oleh Bektiningsih Primadian Fitri (Lari 800 meter) dan Risky Gita Anwar (Tim Hockey Putri Jateng),” jelasnya.

Untuk Krisna Wahyu Permana sudah dipastikan gagal mempertahankan medali emasnya di PON tahun ini. Atlet dari Kecamatan Jepon itu hanya menduduki peringkat keempat di pertandingan final tolak peluru PON XX 2021 Papua yang berlangsung Rabu (6/10) kemarin. “Masih banyak atlet Blora yang belum bertanding di PON kali ini. Doakan saja mereka bisa meraih medali,” tambahnya.

Menurutnya, di PON kali ini, Blora menyertakan sebanyak 10 atlet. Mereka adalah Krisna Wahyu Permana (Atletik-Tolak Peluru), Bektiningsih Prima Dian Fitri (Atletik), Adith Rico (Atletik), Adith Rici (Atletik), Ardian Yulianto (Atletik), Agustina Sari (Panjat Tebing), Berthdigna Devi (Panjat Tebing), M Yasin (Angkat Besi), Siti Nafisatul Hariroh (Angkat Besi) dan Irma Arunisa Iryanti (Dayung). Selain ke-10 atlet tersebut, Blora juga menyertakan atlet bela diri Sambo, Sunoto, untuk berlaga di PON Papua. Hanya saja cabang Sambo tidak dipertandingkan resmi melainkan partai ekshibisi. (him)






Reporter: Subekan

BLORA – Dua Atlet Cabang Olahraga (Cabor) Panjat Tebing asal Blora berhasil meraih medali emas bagi kontingen Jawa Tengah di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 Papua kemarin. Mereka adalah Agustina Sari dan Berthdigna Devi.

Kedua Srikandi cantik itu tergabung di tim putri Jateng di nomor Speed World Record Relay Putri dengan atlet Grobogan, Aries Susanti Rahayu. Dalam pertandingan final kemarin, tim putri Jateng berhasil mengalahkan Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Terima kasih atas dukungan masyarakat Jateng dan Blora. Kami di sini senang sekali bisa mewujudkan mimpi meraih medali emas di PON XX Papua 2021. Kemenangan ini untuk masyarakat Jateng dan Blora,” ujar Berthdigna Devi diampingi Agustina Sari.

Ketua FPTI Blora Christian Prasetya mengaku bersyukur atas emas yang diperoleh tim Jateng. Dimana personilnya ada dua atlet putri dari Blora. Yaitu Agustina Sari dan Berthdigna Devi.

“Saya selaku ketua FPTI Blora dan organiasi, sangat-sangat bangga atas perestasi yang sudah diraih Agustina Sari dan Berthdigna Devi yang merupakan atlet andalan Kabupaten Blora. Semoga kedepan bisa mendapat prestasi yang lebih baik lagi di level pertandingan panjat tebing yang lain,” ucapnya.

Dia juga berharap, semoga raihan emas dari Agustina Sari dan Berthdigna Devi bisa meberikan motivasi atlet junior putra putri panjat tebing Kabupaten Blora untuk meniru prestasi ini. Sehingga kedepan proses regenerasi kedepna bisa berkesinambungan. “Terima kasih Bupati, Wakil Bupati, Dinpora atas suportnya selama ini, dan terima kasih atas wall clambing yang dalam proses pembangunan. Semoga dapat menumbuhkan lebih banyak lagi atlet panjat tebing andalan dari Blora,” bebernya.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Blora Hery Sutiyono menyambut gembira perolehan emas kedua atlet Blora tersebut. “Setelah sehari sebelumnya atlet Blora atas nama Siti Nafisatul Hariroh meraih perak di cabang angkat besi, kali ini atlet Blora meraih emas. Tentu kami bangga dan mudah-mudahan perolehan medali ini akan bertambah lagi hingga berakhirnya PON XX 15 Oktober,” jelasnya.

Baca Juga :  Alasan Bupati Blora Lantik Ratusan Pejabat di Makam Pahlawan

Dia menambahkan  ini adalah Prestasi yang sangat luar biasa. Menurutnya, prestasi ini berkat perjuangan pantang menyerah para atlet Panjat Tebing Jateng. “Dalam PON tahun ini, KONI Blora metargetkan minimal sama seperti pada PON XIX 2016 di Jawa Barat. Yakni satu emas, satu perak dan dua perunggu. Ketika itu emas diraih Krisna Wahyu Permana (Tolak Peluru), Agustina Sari (Perak) dan perunggu oleh Bektiningsih Primadian Fitri (Lari 800 meter) dan Risky Gita Anwar (Tim Hockey Putri Jateng),” jelasnya.

Untuk Krisna Wahyu Permana sudah dipastikan gagal mempertahankan medali emasnya di PON tahun ini. Atlet dari Kecamatan Jepon itu hanya menduduki peringkat keempat di pertandingan final tolak peluru PON XX 2021 Papua yang berlangsung Rabu (6/10) kemarin. “Masih banyak atlet Blora yang belum bertanding di PON kali ini. Doakan saja mereka bisa meraih medali,” tambahnya.

Menurutnya, di PON kali ini, Blora menyertakan sebanyak 10 atlet. Mereka adalah Krisna Wahyu Permana (Atletik-Tolak Peluru), Bektiningsih Prima Dian Fitri (Atletik), Adith Rico (Atletik), Adith Rici (Atletik), Ardian Yulianto (Atletik), Agustina Sari (Panjat Tebing), Berthdigna Devi (Panjat Tebing), M Yasin (Angkat Besi), Siti Nafisatul Hariroh (Angkat Besi) dan Irma Arunisa Iryanti (Dayung). Selain ke-10 atlet tersebut, Blora juga menyertakan atlet bela diri Sambo, Sunoto, untuk berlaga di PON Papua. Hanya saja cabang Sambo tidak dipertandingkan resmi melainkan partai ekshibisi. (him)






Reporter: Subekan

Most Read

Artikel Terbaru

/