alexametrics
30.8 C
Kudus
Sunday, May 29, 2022

PR Besar Aji Santoso di Persebaya Sebelum Laga Seri 2

Jakarta-Rapor merah diterima Persebaya pada seri 1 Liga 1 2021–2022. Dari enam kali berlaga, jala gawang Persebaya telah kemasukan 12 gol. Tim berjuluk Green Force itu selalu kebobolan dua gol di setiap laga.

Dalam enam pertandingan tersebut, Persebaya tercatat tak pernah sekalipun clean sheet. Catatan buruk ini membuat Rendi Irwan dkk harus terempas di posisi ke-12 klasemen sementara.

Itulah PR besar yang harus dibereskan tim pelatih sebelum berlaga di seri 2. Pelatih Persebaya Aji Santoso pun sudah menegaskan bahwa evaluasi terbesar ada di barisan pertahanan. ’’Di setiap pertandingan tidak pernah clean sheet. Jadi, harus ada perbaikan,’’ ucapnya.


Menurut Aji, sering kali pemain tidak mampu mengantisipasi gol lawan yang banyak dari kesalahan sendiri. Komunikasi dan koordinasi antar pemain masih kurang padu.

Kemarin skuad Persebaya sudah tiba di Surabaya. ’’Rabu (6/10) kami mulai latihan lagi,’’ ungkapnya.

Aji mengaku belum akan langsung menggeber latihan berat pada Rabu besok. Dia hanya akan memberikan latihan ringan untuk mengembalikan kondisi pemain. Mungkin program latihan untuk seri 2 Liga 1 bakal dimulai Kamis (7/10).

Baca Juga :  PSIS Semarang Incar Tiga Poin Saat Hadapi Persik

Di seri 2 nanti, perjalanan Persebaya tetap tidak akan mudah. Sebab, tim masih harus tanpa kiper utama Satria Tama dan bek sayap Koko Ari. Keduanya masih harus menjalani proses penyembuhan atas cedera yang dialami.

Sementara itu, empat pemain inti lainnya, yakni kiper Ernando Ari, Rachmat Irianto, Rizky Ridho, dan Ricky Kambuaya, masih bersama timnas Indonesia di Thailand.

Masih akan menjalani pertandingan babak playoff kualifikasi Piala Asia melawan Taiwan pada 7 dan 11 Oktober. Diperkirakan, mereka baru bergabung dengan tim pada 13 Oktober mendatang.

Selain lini pertahanan, hal lain yang harus diperbaiki adalah mental. Sebab, Persebaya selama enam pertandingan terakhir selalu kebobolan pada babak pertama.

Plus empat di antaranya tidak pernah membalikkan keadaan. Artinya, mental pemain langsung drop ketika kebobolan.

Jakarta-Rapor merah diterima Persebaya pada seri 1 Liga 1 2021–2022. Dari enam kali berlaga, jala gawang Persebaya telah kemasukan 12 gol. Tim berjuluk Green Force itu selalu kebobolan dua gol di setiap laga.

Dalam enam pertandingan tersebut, Persebaya tercatat tak pernah sekalipun clean sheet. Catatan buruk ini membuat Rendi Irwan dkk harus terempas di posisi ke-12 klasemen sementara.

Itulah PR besar yang harus dibereskan tim pelatih sebelum berlaga di seri 2. Pelatih Persebaya Aji Santoso pun sudah menegaskan bahwa evaluasi terbesar ada di barisan pertahanan. ’’Di setiap pertandingan tidak pernah clean sheet. Jadi, harus ada perbaikan,’’ ucapnya.

Menurut Aji, sering kali pemain tidak mampu mengantisipasi gol lawan yang banyak dari kesalahan sendiri. Komunikasi dan koordinasi antar pemain masih kurang padu.

Kemarin skuad Persebaya sudah tiba di Surabaya. ’’Rabu (6/10) kami mulai latihan lagi,’’ ungkapnya.

Aji mengaku belum akan langsung menggeber latihan berat pada Rabu besok. Dia hanya akan memberikan latihan ringan untuk mengembalikan kondisi pemain. Mungkin program latihan untuk seri 2 Liga 1 bakal dimulai Kamis (7/10).

Baca Juga :  Persipur Grobogan Perkenalkan 23 Pemain di Acara Launching Tim

Di seri 2 nanti, perjalanan Persebaya tetap tidak akan mudah. Sebab, tim masih harus tanpa kiper utama Satria Tama dan bek sayap Koko Ari. Keduanya masih harus menjalani proses penyembuhan atas cedera yang dialami.

Sementara itu, empat pemain inti lainnya, yakni kiper Ernando Ari, Rachmat Irianto, Rizky Ridho, dan Ricky Kambuaya, masih bersama timnas Indonesia di Thailand.

Masih akan menjalani pertandingan babak playoff kualifikasi Piala Asia melawan Taiwan pada 7 dan 11 Oktober. Diperkirakan, mereka baru bergabung dengan tim pada 13 Oktober mendatang.

Selain lini pertahanan, hal lain yang harus diperbaiki adalah mental. Sebab, Persebaya selama enam pertandingan terakhir selalu kebobolan pada babak pertama.

Plus empat di antaranya tidak pernah membalikkan keadaan. Artinya, mental pemain langsung drop ketika kebobolan.

Most Read

Artikel Terbaru

/