alexametrics
24.4 C
Kudus
Thursday, May 19, 2022

Dua Bulan Belum Digaji, Eks Pemain Naturalisasi Persiku Wadul Dewan

KUDUS – Usai manajemen Persiku diberhentikan, muncul buntut masalah baru: seluruh pemain dan ofisial Persiku belum digaji selama dua bulan. Untuk itu, eks pemain naturalisasi Persiku Mamadou Diallo wadul ke dewan.

Pemain kelahiran asal Guinea itu mendatangi kantor Fraksi Gerindra DPRD Kudus kemarin. Diallo mengutarakan keluh kesahnya kepada anggota Komisi D DPRD Kudus Sandung Hidayat.

Diallo mengungkapkan, kontraknya dengan Persiku telah berakhir per 1 Januari 2022. Selama di Persiku dia dikontrak dengan durasi tiga bulan. Akan tetapi haknya baru dibayarkan satu bulan oleh manajemen.


“Saya juga mewakili teman-teman gajinya juga belum dibayarkan. Ofisial tim juga belum dibayar,” katanya.

Diallo menyebut, telah berkomunikasi dengan Ketua Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) Ponaryo Astaman terkait haknya yang belum diberikan. Langkah awal, Diallo ingin menyelesaikan permasalahan tersebut secara mediasi terlebih dahulu.

“Desember lalu sudah komunikasi dengan Askab dan KONI, tetapi belum bilang ada kejelasan gaji,” ungkapnya.

Pemain pemilik nomor punggung 13 itu berharap, ada langkah kongkrit dari Askab PSSI Kudus, KONI Kudus, dan manajemen Persiku. Gaji para pemain dan offisial tim Persiku Kudus bisa segera dibayarkan.

Dari wadul itulah Diallo diberi uang saku dewan untuk pulang ke Jakarta.

Baca Juga :  PSG Pati Lolos dari Jurang Degradasi

Anggota Komisi D DPRD Kudus Sandung Hidayat akan menindaklanjuti atas aduan Diallo kemarin. Dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil KONI Kudus, Askab PSSI Kudus, dan manajemen Persiku yang telah dibubarkan.

“Saya akan menjembatani masalah ini. Sebab ini menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.

Atas keterlambatan gaji itu, Sandung tak ingin adanya laporan kepada PSSI, sehingga akan merugikan Persiku Kudus karena dijatuhi sanksi disiplin. Sekaligus mencoreng muka sepak bola Kudus.

Sandung juga menyayangkan atas pemecatan secara sepihak yang dilakukan Askab PSSI Kudus terhadap manajer Persiku Kudus. Selain itu, dia melihat beberapa waktu ke belakang sinergitas Askab PSSI Kudus dan manajer Persiku belum terbentuk secara apik.

Sandung memberikan rasa empatinya kepada Diallo kemarin. Diallo yang hendak bertolak ke Jakarta diberikan uang saku.

Diketahui, KONI Kudus tak memprioritaskan anggran bagi Persiku Kudus pada APBD Perubahan APBD melalui Peraturan kepala daerah (Perkada), mengingat ada kegiatan lain yang mendesak, sehingga anggaran diprioritaskan ke sana. Sedangkan Persiku akan dianggarkan pada APBD 2022 mendatang. (mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Usai manajemen Persiku diberhentikan, muncul buntut masalah baru: seluruh pemain dan ofisial Persiku belum digaji selama dua bulan. Untuk itu, eks pemain naturalisasi Persiku Mamadou Diallo wadul ke dewan.

Pemain kelahiran asal Guinea itu mendatangi kantor Fraksi Gerindra DPRD Kudus kemarin. Diallo mengutarakan keluh kesahnya kepada anggota Komisi D DPRD Kudus Sandung Hidayat.

Diallo mengungkapkan, kontraknya dengan Persiku telah berakhir per 1 Januari 2022. Selama di Persiku dia dikontrak dengan durasi tiga bulan. Akan tetapi haknya baru dibayarkan satu bulan oleh manajemen.

“Saya juga mewakili teman-teman gajinya juga belum dibayarkan. Ofisial tim juga belum dibayar,” katanya.

Diallo menyebut, telah berkomunikasi dengan Ketua Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) Ponaryo Astaman terkait haknya yang belum diberikan. Langkah awal, Diallo ingin menyelesaikan permasalahan tersebut secara mediasi terlebih dahulu.

“Desember lalu sudah komunikasi dengan Askab dan KONI, tetapi belum bilang ada kejelasan gaji,” ungkapnya.

Pemain pemilik nomor punggung 13 itu berharap, ada langkah kongkrit dari Askab PSSI Kudus, KONI Kudus, dan manajemen Persiku. Gaji para pemain dan offisial tim Persiku Kudus bisa segera dibayarkan.

Dari wadul itulah Diallo diberi uang saku dewan untuk pulang ke Jakarta.

Baca Juga :  Dana Rp 1,4 M Tak Kunjung Cair, Eks Manajemen Persiku Tagih Bupati Kudus

Anggota Komisi D DPRD Kudus Sandung Hidayat akan menindaklanjuti atas aduan Diallo kemarin. Dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil KONI Kudus, Askab PSSI Kudus, dan manajemen Persiku yang telah dibubarkan.

“Saya akan menjembatani masalah ini. Sebab ini menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.

Atas keterlambatan gaji itu, Sandung tak ingin adanya laporan kepada PSSI, sehingga akan merugikan Persiku Kudus karena dijatuhi sanksi disiplin. Sekaligus mencoreng muka sepak bola Kudus.

Sandung juga menyayangkan atas pemecatan secara sepihak yang dilakukan Askab PSSI Kudus terhadap manajer Persiku Kudus. Selain itu, dia melihat beberapa waktu ke belakang sinergitas Askab PSSI Kudus dan manajer Persiku belum terbentuk secara apik.

Sandung memberikan rasa empatinya kepada Diallo kemarin. Diallo yang hendak bertolak ke Jakarta diberikan uang saku.

Diketahui, KONI Kudus tak memprioritaskan anggran bagi Persiku Kudus pada APBD Perubahan APBD melalui Peraturan kepala daerah (Perkada), mengingat ada kegiatan lain yang mendesak, sehingga anggaran diprioritaskan ke sana. Sedangkan Persiku akan dianggarkan pada APBD 2022 mendatang. (mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/