alexametrics
23.8 C
Kudus
Sunday, May 22, 2022

Peluang Jatim Untuk Balas Dendam Terbuka lewat PON XX Papua

Jayapura-PON XIX/2016 jadi memori tersendiri bagi tim sepak bola Jawa Timur (Jatim). Kenangan buruk itu lantaran mereka tidak lolos kualifikasi saat itu. Jatim kala itu urung berpartisipasi sebab dihalangi oleh Jawa Tengah (Jateng) yang berhasil menahan imbang mereka di babak kualifikasi.

Kedua tim akan kembali berhadapan sore nanti di Stadion Mahacandra, Jayapura. Itulah lanjutan babak penyisihan grup B PON XX/2021. Namun, Jatim kini lebih perkasa karena mampu menang 3-0 atas Sulawesi Selatan di laga perdana mereka (28/9).

Sementara, Jateng hanya mampu bermain imbang 1-1 kontra Sumatera Utara (Sumut) (29/9). Jatim jelas ingin memenangi laga. Pertama, untuk memastikan slot perempat final. Kedua, tentu untuk membalas luka lama.


”Saya selalu optimistis. Kalau nggak optimistis, lebih baik anak-anak pulang saja,” kata pelatih Jatim Rudy William Keltjes kepada Jawa Pos.

Rudy menyatakan sudah melakukan persiapan matang. Termasuk melihat langsung ketika Jateng diimbangi Sumut. ”Saya sudah tahu gaya bermain Jateng. Kami sudah siapkan agar lawan tidak berkembang dan sulit masuk ke daerah kami,” jelas pelatih asal Situbondo tersebut.

Rudy sudah meminta anak asuhnya bermain sesuai dengan skema yang diminta. ”Karena sepak bola ini bukan kalkulasi. Semua bergantung permainan di lapangan. Saya tidak mau kecolongan,” ujarnya.

Baca Juga :  Buka Kejurkab Panjat Tebing, Bupati Jepara Jajal Wall Climbing

Hanya, Jatim dipastikan tampil tanpa sang kapten, Dimas Sukarno. Pemain yang berposisi bek kiri itu absen akibat akumulasi kartu. Meski ditinggal sang kapten, Rudy tidak khawatir.

”Karena semua pemain yang kami bawa itu inti. Kualitasnya sama. Di satu posisi, ada dua pemain yang sama bagus. Tidak ada masalah,” jelas legenda Persebaya Surabaya tersebut.

Ban kapten nanti disandang M. Ibnu Hajar. Meski punya tanggung jawab berat, Ibnu sama sekali tidak terbebani. ”Dalam beberapa laga uji coba, saya sudah sering menjadi kapten,” ucapnya kepada Jawa Pos.

Dia pun siap memimpin skuad untuk meraih kemenangan. Sekaligus memastikan tiket ke perempat final. ”Target kami di setiap laga ini ya kemenangan,” tegasnya.

Kondisi itu berbanding terbalik dengan Jateng. Penampilan tim dianggap belum maksimal.

”Mentalitas anak-anak sebetulnya sudah siap. Hanya, memang masih ada beberapa kesalahan sendiri,” ungkap pelatih tim Jateng Eko Riyanto.

Masalahnya, Jatim jelas menjadi lawan yang bakal menyulitkan. Eko mengakuinya. Namun, dia meminta anak asuhnya tetap tenang. Eko tidak mau pemainnya keder. Apalagi sampai takut menghadapi Jatim.

”Saya tidak mau memandang Jatim sebagai musuh yang berat. Saya ingin tim berfokus mengoptimalkan kekuatan kami sendiri,” tandasnya.

Jayapura-PON XIX/2016 jadi memori tersendiri bagi tim sepak bola Jawa Timur (Jatim). Kenangan buruk itu lantaran mereka tidak lolos kualifikasi saat itu. Jatim kala itu urung berpartisipasi sebab dihalangi oleh Jawa Tengah (Jateng) yang berhasil menahan imbang mereka di babak kualifikasi.

Kedua tim akan kembali berhadapan sore nanti di Stadion Mahacandra, Jayapura. Itulah lanjutan babak penyisihan grup B PON XX/2021. Namun, Jatim kini lebih perkasa karena mampu menang 3-0 atas Sulawesi Selatan di laga perdana mereka (28/9).

Sementara, Jateng hanya mampu bermain imbang 1-1 kontra Sumatera Utara (Sumut) (29/9). Jatim jelas ingin memenangi laga. Pertama, untuk memastikan slot perempat final. Kedua, tentu untuk membalas luka lama.

”Saya selalu optimistis. Kalau nggak optimistis, lebih baik anak-anak pulang saja,” kata pelatih Jatim Rudy William Keltjes kepada Jawa Pos.

Rudy menyatakan sudah melakukan persiapan matang. Termasuk melihat langsung ketika Jateng diimbangi Sumut. ”Saya sudah tahu gaya bermain Jateng. Kami sudah siapkan agar lawan tidak berkembang dan sulit masuk ke daerah kami,” jelas pelatih asal Situbondo tersebut.

Rudy sudah meminta anak asuhnya bermain sesuai dengan skema yang diminta. ”Karena sepak bola ini bukan kalkulasi. Semua bergantung permainan di lapangan. Saya tidak mau kecolongan,” ujarnya.

Baca Juga :  Jadi Tuan Rumah Porprov Jateng, Jepara Belum Miliki Venue Cabor Squash

Hanya, Jatim dipastikan tampil tanpa sang kapten, Dimas Sukarno. Pemain yang berposisi bek kiri itu absen akibat akumulasi kartu. Meski ditinggal sang kapten, Rudy tidak khawatir.

”Karena semua pemain yang kami bawa itu inti. Kualitasnya sama. Di satu posisi, ada dua pemain yang sama bagus. Tidak ada masalah,” jelas legenda Persebaya Surabaya tersebut.

Ban kapten nanti disandang M. Ibnu Hajar. Meski punya tanggung jawab berat, Ibnu sama sekali tidak terbebani. ”Dalam beberapa laga uji coba, saya sudah sering menjadi kapten,” ucapnya kepada Jawa Pos.

Dia pun siap memimpin skuad untuk meraih kemenangan. Sekaligus memastikan tiket ke perempat final. ”Target kami di setiap laga ini ya kemenangan,” tegasnya.

Kondisi itu berbanding terbalik dengan Jateng. Penampilan tim dianggap belum maksimal.

”Mentalitas anak-anak sebetulnya sudah siap. Hanya, memang masih ada beberapa kesalahan sendiri,” ungkap pelatih tim Jateng Eko Riyanto.

Masalahnya, Jatim jelas menjadi lawan yang bakal menyulitkan. Eko mengakuinya. Namun, dia meminta anak asuhnya tetap tenang. Eko tidak mau pemainnya keder. Apalagi sampai takut menghadapi Jatim.

”Saya tidak mau memandang Jatim sebagai musuh yang berat. Saya ingin tim berfokus mengoptimalkan kekuatan kami sendiri,” tandasnya.

Most Read

Artikel Terbaru

/