JEPARA — Kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) jadi sorotan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.
Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan di sejumlah sekolah di Kabupaten Jepara pada Selasa (10/3).
Menurutnya, tak sedikit sekolah agama dan pondok pesantren yang belum menerima makan bergizi gratis (MBG). Di antaranya MAN 1 Jepara.
Berbeda dengan sekolah umum, yang disebutnya hampir secara merata telah mendapatkan MBG.
Zulhas didampingi Bupati Jepara Witiarso Utomo beserta jajaran, mengunjungi tiga sekolah. Meliputi SMAN 1 Jepara, SMKN 3 Jepara serta MAN 1 Jepara.
Ia menyebutkan saat ini masih terdapat hambatan di lapangan. Berkaitan dengan data para siswa maupun santri di sejumlah satuan pendidikan.
"Untuk sekolah agama atau pondok, masalahnya terdapat pada data. Data siswa data santri. Kalau di SMP-SMA, datanya lengkap," katanya.
Menurutnya, saat ini sekolah umum yang telah mendapatkan MBG lebih dari 90 persen.
"Pondok, sekolah agama baru 10-20 persen. Maka dari itu bisa mengajukan, saya mendorong percepatan (MBG)," imbuhnya.
Zulhas juga turut memberikan kesan pelaksanaan MBG di Jepara.
"Siswa senang, bergembira. Saya sudah ke SMAN 1 Jepara, SMKN 3 Jepara. MAN 1 Jepara belum dapat, mudah-mudahan habis lebaran," ujarnya.
Pihaknya juga menyampaikan evaluasi pelaksanaan MBG secara nasional.
"Saya juga sudah ke Demak, keliling Indonesia. Kalau ada masalah, sekolah bisa klaim ke SPPG. Termasuk (request) daftar makanan, bisa," ujarnya.
Di samping itu, ia juga menanggapi kejadian keracunan akibat MBG di sejumlah daerah.
"Kalau ternyata dianggap tidak sesuai bisa komplain. Bahkan SPPG bisa dibekukan," tegasnya.
Saat menyampaikan paparan kepada para siswa, Zulhas banyak bicara terkait dengan gizi.
Ia menyinggung pentingnya karbohidrat, protein (hewani & nabati), sayuran, serta buah-buahan.
Namun dirinya irit bicara, saat wartawan melakukan doorstop dan bertanya terkait dengan upaya diversifikasi pangan, baik daerah maupun nasional.
Termasuk pelibatan petani maupun petambak lokal.
Ia lebih memilih meladeni guru-guru maupun siswa, untuk swafoto.
Wartawan berusaha bertanya keterangan terkait peningkatan variasi jenis makanan. Utamanya dalam penyajian bahan pokok, yang saat ini masih bergantung pada komoditi beras.
Akan tetapi, alih-alih mendapatkan jawaban. Setelah ia meladeni swafoto beberapa kali, ia masuk ke dalam mobil. Sementara wartawan dihadang oleh ajudan.
"Sudah cukup ya, yo kasih-kasih (ya, makasih-makasih, red)," ucapnya seraya masuk ke dalam mobil.(fik)
Editor : Ali Mustofa