Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Prabowo Kirim Surat Belasungkawa Atas Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei

Anita Fitriani • Kamis, 5 Maret 2026 | 14:00 WIB

Prabowo tulis surat duka  dan diserahkan langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono kepada Dubes Iran di Jakarta (Foto: instagram @sekretariat.kabinet)
Prabowo tulis surat duka dan diserahkan langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono kepada Dubes Iran di Jakarta (Foto: instagram @sekretariat.kabinet)

RADAR KUDUS - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, melalui surat resmi. 

Surat ini ditujukan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan diserahkan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono kepada Duta Besar Iran di Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di Jakarta.

Penyampaian surat ini diumumkan melalui postingan di Instagram Sekretariat Kabinet dan akun X resmi Menlu RI, menjelang pemakaman Khamenei di Mashhad.

Ayatollah Ali Khamenei, yang berusia 86 tahun, dikabarkan meninggal dunia akibat serangan gabungan dari Amerika Serikat dan Israel ke Teheran pada Sabtu (28/2/2026), yang menargetkan kompleks Pemimpin Tertinggi.

Serangan tersebut menimbulkan kecaman luas dari negara-negara Islam, termasuk Indonesia yang menawarkan diri untuk mediasi dalam dialog damai di kawasan Timur Tengah.

Sebelum surat resmi disampaikan, politikus PDIP, Mohamad Guntur Romli, mempertanyakan keterlambatan ucapan duka dari pemerintah Prabowo, dengan menyatakan "Di mana ucapan duka cita Prabowo untuk Khamenei? "

Respon cepat dari Istana berhasil meredakan kritik tersebut dan menegaskan komitmen Indonesia terhadap hubungan bilateral yang kuat dengan Iran sejak era diplomasi aktif.

Kerjasama antara kedua negara meliputi perdagangan minyak, produk pertanian, dan kolaborasi di dalam forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Khamenei memimpin Iran sejak tahun 1989, menggantikan Ayatollah Khomeini, dan dikenal sebagai sosok sentral dalam kebijakan luar negeri Iran, termasuk program nuklir dan dukungan terhadap kelompok sekutu di kawasan.

 

Masa pemerintahannya terlihat dengan ketegangan yang berkepanjangan dengan negara-negara Barat, namun juga membawa stabilitas di dalam Republik Islam Iran.

Kematian Khamenei mengakibatkan masa berkabung nasional selama tiga hari di Iran, dengan pemakaman massal di Mashhad yang dihadiri oleh jutaan pelayat.

Tindakan Prabowo ini memperkuat posisi Indonesia sebagai negara netral di tengah konflik global, sejalan dengan kebijakan luar negeri yang bebas dan aktif.

Surat belasungkawa tersebut menekankan doa untuk kekuatan rakyat Iran dan pemerintah sementara di bawah Majlis Ahli Kepemimpinan.

Sebelumnya, Prabowo pernah menemui Khamenei saat berkunjung ke Teheran pada tahun 2019 sebagai Menteri Pertahanan.

Diplomatik ini membuka kesempatan untuk dialog lebih lanjut dengan Iran setelah transisi, terutama terkait isu Palestina dan stabilitas energi global.

Para pengamat berpendapat, di tengah ketegangan antara AS, Israel, dan Iran, Indonesia dapat berperan sebagai mediator melalui OKI, serta memperkuat pengaruhnya di tingkat internasional.

Pemerintah RI berharap proses suksesi di Iran berlangsung damai untuk mencapai perdamaian yang lebih luas di wilayah tersebut.

Editor : Ali Mustofa
#Presiden Prabowo Subianto #Menteri Luar Negeri Sugiono #Presiden Iran Masoud #Ayatollah Ali Khamenei #prabowo subianto #Duta Besar Iran