RADAR KUDUS - Pemerintah memperkirakan bahwa puncak arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah akan terjadi dalam dua gelombang besar, yaitu pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026.
Hal ini karena tanggal Lebaran tahun ini berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, sehingga menciptakan liburan panjang yang istimewa bagi masyarakat.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan bahwa pengaturan dua gelombang ini dirancang untuk mengurangi kepadatan lalu lintas yang diperkirakan akan melibatkan lebih dari 143 juta pergerakan orang secara nasional.
Dalam upaya menjaga kelancaran mobilitas, Kementerian Perhubungan dan Polri telah memulai Operasi Ketupat 2026 sejak 13 Maret dengan menyiapkan 161.243 personel gabungan.
Berbagai strategi rekayasa lalu lintas seperti jalur satu arah, contraflow, dan sistem ganjil-genap siap diterapkan di titik-titik penting di Tol Trans-Jawa dan Sumatra.
Selain itu, pemerintah memberikan insentif dengan membuka enam ruas tol fungsional secara gratis serta menawarkan diskon tiket pesawat hingga 18% untuk mendorong masyarakat agar melakukan mudik lebih awal.
Keputusan untuk menerapkan sistem Work From Anywhere (WFA) bagi ASN pada 16–17 Maret juga menjadi langkah penting untuk mengurangi beban lalu lintas sebelum hari raya.
Masyarakat diimbau untuk terus mengikuti informasi terbaru mengenai kondisi jalur mudik melalui saluran resmi pemerintah dan memastikan bahwa kendaraan dalam kondisi baik sebelum berangkat jauh.
Dengan slogan "Mudik Aman, Keluarga Bahagia", kerjasama antar sektor ini diharapkan dapat mengurangi angka kecelakaan dan memberikan kenyamanan bagi para perantau yang ingin pulang ke kampung halaman.
Editor : Ali Mustofa