RADAR KUDUS - Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyambut Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dalam kunjungan resminya di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat pagi, 6 Februari 2026, sekitar pukul 09. 00 WIB.
Kunjungan ini merupakan yang kedua kalinya bagi kedua pemimpin setelah Albanese berkunjung pertama kali pada Mei 2025 dan Prabowo membalas kunjungan ke Canberra pada November 2025.
Di mana dijalankan dengan upacara resmi lengkap, termasuk iringan pasukan berkuda dan pengawalan yang megah.
Dalam ucapannya, Presiden Prabowo meminta maaf atas beberapa hal kecil berkaitan dengan penyambutan, menciptakan suasana hangat saat Albanese tiba di Jakarta pada 5 Februari 2026 untuk masa kunjungan selama tiga hari hingga 7 Februari.
Pertemuan dimulai dengan diskusi pribadi di Ruang Presiden, diikuti oleh delegasi tingkat tinggi di Ruang Oval untuk mendalami kemitraan strategis komprehensif antara Indonesia dan Australia yang telah dimulai sejak 2024.
Topik yang dibahas meliputi keamanan di kawasan Indo-Pasifik, perdagangan bilateral dengan fokus pada peningkatan ekspor nikel dan produk pertanian dari Indonesia, serta kolaborasi di sektor pendidikan dan pertambangan yang berkelanjutan.
Acara puncak adalah penandatanganan beberapa perjanjian, termasuk Traktat Keamanan Bersama dan nota kesepahaman mengenai migrasi tenaga kerja terampil, yang diharapkan mempercepat integrasi ekonomi kedua negara di tengah perubahan geopolitik di Asia-Pasifik.
Kunjungan ini tidak hanya melanjutkan momentum baik dari pertemuan sebelumnya, melainkan juga menunjukkan komitmen kuat dari Indonesia dan Australia dalam menjaga stabilitas di kawasan.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya kerjasama untuk menghadapi tantangan global, seperti perubahan iklim dan masalah rantai pasokan, sementara PM Albanese memuji kepemimpinan Prabowo dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Kedua pemimpin mengambil foto bersama dan menikmati penampilan seni budaya Indonesia-Australia yang menandai awal baru bagi hubungan bilateral yang lebih erat dan saling menguntungkan di tahun 2026. (Anita F)
Editor : Ali Mustofa