Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

NIlai Tukar Rupiah Melemah Per Dolar AS, Ini Faktor Penyebabnya

Redaksi Radar Kudus • Senin, 19 Januari 2026 | 11:51 WIB
Nilai tukar rupiah melemah
Nilai tukar rupiah melemah

RADAR KUDUS - Nilai tukar rupiah mengalami penurunan yang signifikan di awal tahun 2026, mencapai Rp16.860 per dolar AS pada tanggal 13 Januari akibat tekanan dari faktor global dan ketidakpastian dalam moneter.

Bank Indonesia (BI) memperkirakan bahwa nilai tukar akan tetap fluktuatif selama tahun ini, dengan target rata-rata di Rp16. 430 per dolar AS menurut RATBI 2026. Penurunan ini menambah beban terhadap impor dan inflasi di dalam negeri.

Pada tanggal 16 Januari 2026, nilai rupiah tercatat di Rp16. 876 per dolar AS, mengalami penurunan sebesar 1,20% dalam sebulan terakhir dan 3,01% dibandingkan setahun yang lalu.

Kurs juga sempat terpangkas ke Rp16. 840 pada tanggal 12 Januari karena sentimen negatif terkait penyelidikan terhadap Ketua The Fed Jerome Powell.

Sementara itu, BI mencatat dolar sempat menembus angka Rp16. 860 baru-baru ini di tengah konsolidasi mata uang di Asia.

Faktor-faktor eksternal yang memberi tekanan meliputi meningkatnya ketegangan geopolitik, kekhawatiran mengenai independensi bank sentral di negara maju dan  ketidakpastian kebijakan The Fed di era Trump.

Di sisi lain, faktor internal seperti kebutuhan akan valuta asing domestik di awal tahun dan defisit perdagangan semakin memperburuk keadaan.

Analis Pranjul Bhandari memprediksi bahwa rupiah dapat mencapai Rp17.000 akibat keluarnya modal yang berkelanjutan.

BI melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk melakukan stabilisasi, dengan target inflasi sebesar 2,62% dan asumsi pemerintah berada di Rp16. 500-16. 900.

Gubernur Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa proyeksi tersebut realistis meskipun volatilitas dari tarif resiprokal AS cukup tinggi.

Para pemangku kepentingan berharap BI dapat memperkuat cadangan devisa demi memulihkan nilai rupiah dan menghindari dampak yang luas terhadap ekonomi riil. (Anita Fitriani)

Editor : Ali Mustofa
#rupiah melemah #rupiah per dolar #nilai rupiah per dolar #rupiah