Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Resbob Menghina Viking dan Sunda, Respons Sule: Ingat Itu Ya… Anda Rendah di Pandangan Manusia

Mahendra Aditya Restiawan • Jumat, 12 Desember 2025 | 16:27 WIB

 

Sule saat hadir dalam Podcast Depan Pintu milik Kaesang. Foto: Youtube Kaesang Pangarep
Sule saat hadir dalam Podcast Depan Pintu milik Kaesang. Foto: Youtube Kaesang Pangarep

RADAR KUDUS - Internet kembali meledak. Nama Resbob, YouTuber yang sebelumnya tak terlalu dikenal khalayak luas, mendadak menembus trending nasional setelah melontarkan kata-kata kasar yang menghina orang Sunda dalam sebuah rekaman video.

Dalam hitungan jam, klip itu menyebar cepat, memicu kemarahan publik dan menjadi perbincangan lintas platform.

Awalnya, Resbob hanya membahas soal suporter sepak bola. Namun kalimatnya kian melenceng menjadi serangan terhadap identitas etnis. Dan di sinilah badai dimulai.

Baca Juga: Tanggapan Sule Tentang Resbob yang Menghinda Viking dan Sunda: Semoga Selamat Dunia Akhirat

Ia dengan enteng menyebut suporter Viking—bahkan seluruh orang Sunda—dengan kata makian yang tidak pantas.

“Bonek Viking sama aja, tapi yang anjng cuma Viking,” katanya.
Lalu ia menambahkan, “Pokoknya semua Sunda anj
ng!”

Ucapan itu seperti bom yang jatuh tepat di tengah masyarakat Jawa Barat. Bukan sekadar hinaan, tetapi merusak martabat budaya yang selama ini dijaga.

Di tengah keriuhan ini, satu nama yang paling ditunggu reaksinya akhirnya buka suara: Sule, komedian senior berdarah Sunda yang punya pengaruh besar di tanah air.

Dan responsnya tidak tanggung-tanggung.

Melalui akun Instagram @ferdinan_sule, Sule mengunggah potongan video Resbob dan memberikan respons yang langsung mengguncang dunia maya. Kali ini, Sule bukan sedang melucu. Nada bicaranya datar, dingin, tetapi menyimpan bara.

“Siapa si Resbob? Kalo menurut aku, dia mungkin kalau lagi mabuk, tolol, resek,” ujar Sule tanpa ragu.

Sule tidak berhenti di situ. Ia menyoroti bagaimana Resbob berani menyamakan orang Sunda dengan anjing—sebuah pernyataan yang menurutnya tidak hanya rasis, tetapi juga tidak berakal sehat.

“Anjing itu najis liurnya, tapi anjing masih setia dan dia punya etika,” ucapnya.

Lalu kalimat paling mematikan pun keluar:

“Tapi mulut Anda lebih najis daripada anjing.”

Kalimat itu seketika viral. Publik menyebutnya sebagai tamparan paling elegan, penghinaan balik yang terasa lebih dalam daripada makian biasa. Sule tidak menggunakan kekerasan, tidak mengajak massa untuk menyerang, tetapi ia memberikan pelajaran moral yang sulit dibantah.

Dan ia menutup pernyataannya dengan kalimat yang kini banyak dikutip ulang:

“Ingat itu ya. Anda itu rendah, rendah di pandangan manusia. Semoga selamat dunia akhirat. Hati-hati.”

Sebuah peringatan keras yang tidak perlu suara tinggi untuk membuat lawan diam.

Baca Juga: Viral Resbob Hina Suku Sunda: Kang Dedi Mulyadi Ajak Warga Sunda Tetap Tenang dan Berkelas

Adimas Firdaus alias Resbobb klarifikasi dan meminta maaf melalui postingan di IG
Adimas Firdaus alias Resbobb klarifikasi dan meminta maaf melalui postingan di IG

Netizen Bergejolak: Dukungan Mengalir Deras

Tak butuh waktu lama sampai unggahan Sule dibanjiri komentar. Dukungan datang dari berbagai kota, terutama dari masyarakat Sunda yang merasa tersakiti. Komentar-komentar penuh amarah tetapi juga pembelaan terhadap martabat suku memenuhi kolom komentar.

“Sikat bah tumann!” tulis @harry_ramdhani25.
“Kang… proses hukum aja. Jangan maaf doang,” ujar akun @gue_cikarang.
“Gaskeun tuman,” tulis @ighienz.
“Gaskeun Mang Sule… tuman,” tambah @momy_alfatan.
“Cari kang orangnya, kasih paham dah,” tulis akun lainnya.

Banyak warga meminta agar kasus ini ditindak secara hukum, bukan hanya selesai dengan klarifikasi atau permintaan maaf. Mereka khawatir narasi rasis seperti ini akan menjadi normal jika tidak diberikan sanksi tegas.

Selama ini, Sule dikenal sebagai figur humor, sosok yang selalu membawa tawa. Namun dalam kasus ini, ia menunjukkan sisi lain: seorang pelindung. Ia bukan hanya artis; ia simbol representatif masyarakat Sunda. Kata-katanya memiliki bobot sosial.

Baca Juga: Daftar Jejak Kontroversi Resbob: Dari Azizah Salsha Sampai Menghina Sunda dan Viking Supporter Persib Bandung

Dalam video tersebut, Sule tidak menampilkan kemarahan buta. Ia mengomunikasikannya dengan cara yang membuat pesan semakin menancap: bahwa budaya, etnis, dan identitas bukan bahan bercanda. Dan bahwa rasisme tidak akan ditoleransi.

Ini menjadikan Sule sebagai figur publik yang mampu mengubah arus percakapan nasional. Tanpa mengajak konflik fisik atau memprovokasi massa, ia menegaskan batas moral yang jelas di tengah era digital yang makin liar.

Kasus Resbob membuka mata bahwa batas antara bercanda dan menyerang kini semakin kabur. Banyak kreator konten mengincar sensasi, lupa bahwa kamera bisa merekam lebih tajam daripada hukuman. Sebuah kalimat yang dilontarkan enteng bisa berubah menjadi badai sosial.

Ucapan rasis terhadap suku bukan hanya menyakiti individu, tetapi menggores identitas kolektif. Ini bukan lagi soal sepak bola atau rivalitas suporter. Ini tentang bagaimana satu ujaran bisa memecah persatuan masyarakat.

Respons Sule menjadi titik balik penting: memperingatkan bahwa batas etika harus dijaga, bahwa popularitas tidak boleh dibangun dengan menghina etnis tertentu.

Solidaritas Sunda Menguat: “Harga Diri Teu Bisa Diobral”

Kasus ini memunculkan solidaritas luar biasa di antara publik Sunda. Mereka tidak meminta kekerasan, tetapi meminta keadilan dan martabat. Mereka bersuara lantang tanpa kehilangan akal sehat.

Di jalur komentar, banyak warga mengingatkan agar kasus ini diproses secara resmi, menjaga agar reaksinya tetap dalam jalur hukum. “Jangan maaf doang,” tulis netizen—sebuah pesan bahwa rakyat ingin pembelajaran nyata bagi siapa pun yang merendahkan suku tertentu.

Baca Juga: Resbob Minta Maaf di Instagram, Dinar Candy: Gak , gak ada maaf buat lo

Sementara itu, dukungan dari berbagai tokoh publik Sunda memperkuat pesan bahwa kasus ini bukan sekadar viral, tetapi menyangkut harga diri.

Ucapan penutup Sule—yang kini menjadi judul artikel ini—pada dasarnya adalah cermin dari kebijaksanaan khas warga Sunda. Tegas, tajam, tetapi tetap dengan nilai moral kuat.

Ingat itu ya. Anda itu rendah di pandangan manusia. Semoga selamat dunia akhirat. Hati-hati.

Ini bukan sekadar sindiran. Ini pesan yang menggema: bahwa kita adalah bangsa besar yang tidak boleh memberi ruang pada ujaran kebencian. Bahwa identitas dan budaya harus dihormati. Bahwa rasisme, sekecil apa pun, tidak boleh lolos begitu saja.

Dan lewat video itu, Sule bukan hanya membela sukunya. Ia membela cara kita menjaga martabat sebagai bangsa.

Editor : Mahendra Aditya
#Resbob minta maaf #Dedi Mulyadi #viking persib club lapor polisi #Bigmo dan Resbobb #resbob hina suku sunda #resbob #viking #sule #Bigmo Jannah #Resbob klarifikasi #resbobb menghina suku sunda #bigmo #sule angkat bicara #KDM #Resbobb #sunda #viking persib bandung