Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Fakta Baru Adimas Firdaus Alias Resbob yang Hina Sunda, Live Streaming dan Mabuk Sambil Mengemudi

Mahendra Aditya Restiawan • Jumat, 12 Desember 2025 | 01:05 WIB

 

Adimas Firdaus alias Resbobb yang menghina suku sunda dan viking
Adimas Firdaus alias Resbobb yang menghina suku sunda dan viking

RADAR KUDUS - Nama Adimas Firdaus, atau yang lebih akrab dikenal dengan sebutan Resbob, mendadak menjadi figur paling dibicarakan di jagat maya.

Warganet dari berbagai daerah, terutama dari tanah Sunda, memadati kolom komentar media sosialnya setelah beredar video dirinya melontarkan hinaan bernada rasis.

Potongan siaran langsung itu menyebar cepat seperti percikan api yang jatuh ke rumput kering—meledak, membesar, dan tak dapat dihentikan.

Ucapan kasar itu tidak hanya menyasar para pendukung PERSIB Bandung—Viking atau Bobotoh—tetapi juga suku Sunda sebagai keseluruhan.

Kalimat yang dilontarkan secara spontan, entah karena kondisi yang tak terkontrol atau sekadar sensasi, langsung melejitkan nama Resbob ke puncak trending, tapi dalam konteks paling buruk yang bisa menimpa seorang figur publik.

Baca Juga: Daftar Jejak Kontroversi Resbob: Dari Azizah Salsha Sampai Menghina Sunda dan Viking Supporter Persib Bandung

Siapa Sebenarnya Resbob?

Sebelum terjerumus dalam pusaran kecaman, Resbob dikenal sebagai konten kreator yang gemar membuat video berbau kontroversi. Ia bukan pemain baru di dunia digital.

Penampilan, gaya bicara, hingga sikapnya yang blak-blakan menjadikannya magnet tersendiri bagi sebagian penonton—meski bagi yang lain, ia kerap dianggap pembuat masalah.

Tak banyak yang menyadari bahwa ia adalah kakak dari Youtuber populer Bigmo. Hubungan keduanya sering dikomentari warganet karena karakter konten yang sama-sama konfrontatif.

Nama Resbob sendiri memang sudah beberapa kali terseret dalam perdebatan publik, termasuk kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap selebritas Azizah Salsha, yang juga menyeret nama adiknya.

Dengan reputasi “si pembuat gaduh”, masyarakat menganggap pernyataan rasis yang viral ini sebagai puncak dari serangkaian perilaku tak terkontrolnya.

Potongan video yang merekam insiden tersebut menunjukkan Resbob sedang menyetir mobil dengan seorang temannya.

Tanpa konteks yang jelas, ia tiba-tiba melontarkan makian kepada Viking, Bonek, dan kemudian secara lebih ekstrem—kepada seluruh orang Sunda.

“Semua orang Sunda ***… Viking ***…,” ucapnya tanpa ragu.

Terdengar pula temannya yang merekam menimpali dengan santai: “Kata-kata hari ini, Bob!”

Respons kamera yang rileks mencerminkan betapa mereka menganggap ucapan itu sekadar gimik. Namun di mata publik, inilah kalimat yang memantik kemarahan massal.

Ketegangan meningkat, terutama karena hinaan itu menyasar identitas etnis, sesuatu yang sangat sensitif dalam masyarakat multikultural seperti Indonesia.

Komunitas Sunda merespons cepat. Unggahan kecaman mengalir deras, dari masyarakat biasa hingga tokoh publik. Video pembelaan terhadap martabat Sunda mulai bertebaran.

Tagar boikot Resbob mengemuka. Banyak yang menuntut agar aparat penegak hukum menindak tegas ujaran kebencian tersebut.

Kasus ini bukan hanya soal penghinaan terhadap klub sepak bola, tetapi menyentuh ranah identitas budaya yang dijunjung tinggi. Konten yang dianggap merendahkan Suku Sunda dipandang telah melewati garis merah yang tidak boleh disentuh oleh siapa pun di ruang publik.

Baca Juga: Resbob Minta Maaf di Instagram, Dinar Candy: Gak , gak ada maaf buat lo

Wakil Gubernur Jawa Barat Turun Tangan

Tidak hanya masyarakat, pemerintah daerah pun mengambil sikap. Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, secara lantang menyatakan kemarahan serta kekecewaannya. Dalam pernyataannya kepada wartawan, ia menyebut dirinya secara pribadi merasa tersinggung dan menuntut agar Resbob diproses hukum.

“Saya merasa sangat terhina, saya sangat marah!” tegas Erwan. Ia juga meminta polisi bergerak cepat untuk menangkap Resbob dan memberikan efek jera.

Sikap keras Erwan tidak hanya mewakili perasaan publik, tetapi juga menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga harmoni sosial di Jawa Barat.

Baca Juga: Resbob yang Hina Suku Sunda, Dapat Ancaman, Bergegas Klarifikasi dan Minta Maaf: ‘Mulutku Celaka karena Alkohol!’

Mengingat tingginya sensitivitas masyarakat terhadap isu SARA, ketegasan tersebut dianggap penting untuk mencegah dampak yang lebih luas.

Setelah badai kecaman terus membesar, Resbob akhirnya muncul melalui video klarifikasi yang diunggah di Instagram. Dengan nada rendah, ia mengakui bahwa dirinya telah keliru.

“Saya sadar ucapan saya sangat sensitif dan tidak ada alasan pembenaran,” ujarnya. Ia mengeklaim bahwa apa yang ia ucapkan terjadi saat dirinya tidak sepenuhnya sadar. Bahkan ia menyebut insiden itu sebagai “kecelakaan murni”.

Dalam video itu, ia menyampaikan permintaan maaf sedalam-dalamnya kepada seluruh masyarakat Sunda. Ia bahkan secara khusus menyebut ibu sambungnya yang berasal dari Sunda: “Umi, maafin Daus, Mi.”

Namun publik terlanjur kecewa. Banyak yang menganggap permintaan maaf itu hanyalah jalan terakhir setelah tekanan semakin besar.

Adimas Firdaus alias Resbobb klarifikasi dan meminta maaf melalui postingan di IG
Adimas Firdaus alias Resbobb klarifikasi dan meminta maaf melalui postingan di IG

Pengakuan Mengejutkan: Pengaruh Alkohol

Dalam bagian tulisan klarifikasinya, Resbob menyinggung bahwa dirinya berada dalam kondisi tidak sadar akibat konsumsi alkohol saat live streaming tersebut berlangsung.

Ia menyebut bahwa kebiasaannya mengonsumsi minuman keras membuatnya tidak mengontrol ucapan.

Ia menyebut kejadian itu sebagai “hikmah” agar dirinya berhenti mengonsumsi alkohol.

Baca Juga: Biodata Resbobb, Nama Lengkap, Tanggal Lahir, Agama Hingga Karir, Bikin Konten Menghina Viking dan Sunda

Namun justru pernyataan ini memunculkan angle baru yang menjadi bahan perbincangan publik: apakah platform live streaming sudah terlalu bebas hingga memungkinkan konten kreator mabuk sambil siaran langsung tanpa kontrol?

Inilah isu yang menjadi sorotan baru: bukan hanya ujaran kebenciannya, tetapi ketidakteraturan dalam ekosistem digital yang dibiarkan tanpa batas.

Kasus Resbob telah berkembang jauh dari sekadar video viral. Ia membuka diskusi tentang batas etika konten kreator, keamanan digital, hingga urgensi penegakan hukum dalam menghadapi isu SARA.

Warganet kini mempertanyakan bagaimana seorang influencer bisa melakukan live streaming sambil berkendara dan dalam kondisi diduga mabuk tanpa adanya aturan tegas dari platform.

Beberapa pengamat digital menyebut bahwa kasus ini bisa menjadi preseden, titik awal regulasi baru bagi streamer dan influencer agar tidak menyalahgunakan pengaruh mereka.

Terlepas dari permintaan maafnya, kasus ini telah mengubah jalan karier Resbob. Dari seorang streamer yang gemar memancing kontroversi, kini ia berhadapan dengan konsekuensi yang lebih besar dari sekadar trending sesaat.–

Editor : Mahendra Aditya
#Resbob minta maaf #jawa barat #resbob hina suku sunda #resbob #viking #Resbob klarifikasi #resbobb menghina suku sunda #Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan #wakil gubernur jawa barat #KDM #Resbobb #sunda