Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Total Korban Runtuhnya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Capai 170 Orang, 66 Dinyatakan Meninggal Dunia

Ali Mustofa • Selasa, 7 Oktober 2025 | 18:29 WIB
Tim SAR membawa kantong jenazah berisi tubuh korban meninggal di reruntuhan bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo senin (6/10) malam.
Tim SAR membawa kantong jenazah berisi tubuh korban meninggal di reruntuhan bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo senin (6/10) malam.

RADAR KUDUS – Operasi pencarian dan evakuasi korban runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo kembali menemukan temuan baru.

Pada hari kedelapan pencarian, Senin (7/10) malam, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu bagian tubuh korban dari balik reruntuhan bangunan.

Berdasarkan data yang diterima JawaPos.com, bagian tubuh berupa tangan tersebut ditemukan sekitar pukul 21.03 WIB di zona A2, salah satu area yang menjadi fokus pencarian karena berada di bagian belakang bangunan dan berhadapan langsung dengan dinding asrama.

Baca Juga: 29 Pemain Timnas Indonesia Lengkap, Siap Hadapi Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026

“Pada hari kedelapan terdapat 13 penemuan, dan yang terakhir adalah body part atau bagian tubuh yang kami temukan di zona A2,” ujar Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, Selasa (7/10).

Nanang menjelaskan, area pencarian dibagi ke dalam empat zona, yakni zona A1 (dekat pintu keluar), zona A2 (bagian belakang), zona A3 (bagian atas bangunan), dan zona A4 (samping kanan A1, di bawah reruntuhan beton).

Dengan tambahan temuan pada malam hari itu, total korban tragedi Ponpes Al Khoziny kini mencapai 170 orang.

Dari jumlah tersebut, 104 orang dinyatakan selamat dan 66 orang meninggal dunia, termasuk 7 korban yang hanya ditemukan bagian tubuhnya.

Nanang menambahkan, pencarian hari kedelapan berlangsung cukup berat.

Tim SAR harus berhati-hati karena posisi korban berada di bawah tumpukan material besar dan berisiko runtuh kembali.

Alat berat seperti breaker dan ekskavator digunakan untuk memecah puing, sementara crane sempat dikerahkan untuk mengangkat beton berukuran besar.

Baca Juga: Mengapa Hati Bisa Terasa Aneh Saat Bertaubat? Menyingkap Rahasia di Balik Pergolakan Batin

“Upaya menggunakan crane sempat dilakukan, tetapi belum berhasil karena beban material terlalu berat. Kami harus bergantian antara penggunaan alat berat dan evakuasi manual. Keselamatan petugas tetap menjadi prioritas utama,” tegas Nanang.

Sementara itu, dari sisi identifikasi, Tim DVI Polda Jawa Timur berhasil mengungkap identitas 7 jenazah baru melalui pemeriksaan sidik jari, gigi, data medis, dan barang pribadi korban.

Ketujuh jenazah tersebut adalah Moh. Royhan Mustofa, Abdul Fattah, Wasiur Rohib, Mohammad Aziz Pratama Yudistira, Moh. Dafin, M. Ali Rahbini, dan Sulaiman Hadi.

"Sehingga sampai Senin malam, tim gabungan berhasil mengidentifikasi total 17 korban dari 59 kantong jenazah yang diterima," ujar Kabiddokkes Polda Jatim Kombespol M. Khusnan Marzuki.

"Saat ini, proses operasi DVI masih berlangsung dengan melakukan pendalaman nomor AM (antemortem) dan PM (postmortem)," jelasnya. 

Editor : Ali Mustofa
#ponpes #meninggal #Al Khoziny #sidoarjo