Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tragedi Pengajian Ibu-Ibu di Bogor, Gedung Majelis Roboh Timpa Jamaah, Tiga Orang Meningal dan Puluhan Luka-luka 

Ali Mustofa • Senin, 8 September 2025 | 17:12 WIB
Jenazah korban Irni Susanti korban meninggal dunia dalam peristiwa ambruknya majelis taklim di Kampung Ciapus Kompas, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.
Jenazah korban Irni Susanti korban meninggal dunia dalam peristiwa ambruknya majelis taklim di Kampung Ciapus Kompas, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.

 

RADAR KUDUS – Kegiatan pengajian ibu-ibu di sebuah majelis taklim yang berlokasi di Gang Becek, Kampung Ciapus Kompas, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, berubah menjadi peristiwa tragis pada Minggu (7/9) pagi.

Gedung majelis yang berdiri di tepi jurang tiba-tiba roboh dan menimpa jamaah yang sedang mengikuti pengajian.

Dhani, keluarga salah satu korban, menceritakan kronologi kejadian. Menurutnya, bangunan ambruk secara mendadak setelah terdengar suara keras.

Baca Juga: Baru Setahun Menjabat, Shigeru Ishiba Resmi Lepas Jabatan Perdana Menteri Jepang, Apa Alasannya?

“Kejadiannya pagi tadi (7/9). Bangunannya seperti majelis, mirip masjid,” ujarnya dikutip dari Radar Bogor Jawa Pos Group.

Ia menuturkan, jamaah yang hadir cukup banyak, sebagian besar adalah ibu-ibu. Meski tidak mengetahui jumlah pasti, ia memperkirakan lebih dari 50 orang.

“Saat saya tiba, masih ada yang tertimbun reruntuhan,” katanya.

Lokasi majelis memang berdiri di tepi jurang. Saat bangunan runtuh, beberapa jamaah ikut terperosok ke bawah dan tertimpa material.

Para korban kemudian dievakuasi dan dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat.

Direktur Utama RSUD Kota Bogor, dr. Ilham Chaidir, menjelaskan sebanyak 29 korban sempat dibawa ke rumah sakit.

Baca Juga: Bertandang ke Markas Turki, Spanyol Ngamuk Cetak Setengah Lusin Gol Tanpa Balas, Merino Hattrick

Dari jumlah tersebut, 28 orang dirawat di RSUD Kota Bogor, sementara satu pasien dirujuk ke PMI.

“Ada tiga pasien dengan kondisi kritis, di antaranya mengalami cedera kepala, patah tulang, hingga dugaan pendarahan di perut. Sebanyak 17 lainnya luka sedang, sisanya luka ringan,” papar Ilham.

Seorang balita berusia 2,5 tahun menjadi salah satu pasien kritis dengan cedera kepala parah.

“Kami masih menunggu hasil tim bedah saraf, apakah tetap dirawat di sini atau dipindahkan ke rumah sakit lain,” tambahnya.

Selain itu, ada juga korban berusia 15 tahun, sedangkan mayoritas lainnya berusia di atas 50 tahun.

Baca Juga: Misteri Kasus Mutilasi di Pacet Mulai Terungkap, Pemuda Asal Sumut Ditangkap

Ilham menegaskan seluruh pasien akan mendapat perawatan maksimal tanpa dipungut biaya.

“Yang terpenting adalah menyelamatkan semua korban dan memastikan mereka mendapat penanganan tepat,” tandasnya.

Sementara itu, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat, runtuhnya bangunan Majelis Taklim Asobiyah mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan 56 orang mengalami luka-luka.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, menyebutkan tiga korban jiwa masing-masing bernama Irni Susanti (RS Medika Dramaga), Wulan (RS PMI), dan Nurhayati (RS PMI).

Adapun puluhan korban luka tersebar di berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari RSUD Kota Bogor, RS PMI, RS KBP, RSUD Ciawi, RS Marzuki Mahdi, Klinik Arafah, Klinik Sukamaju, hingga Puskesmas Ciomas.

Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi atau Jaro Ade, menegaskan pemerintah daerah memberikan perhatian penuh kepada para korban.

Hingga Minggu sore (7/9), tim gabungan dari BPBD, relawan, Damkar, TNI, dan Polri masih melakukan pembersihan material reruntuhan di lokasi kejadian.

Editor : Ali Mustofa
#meninggal #bogor #pengajian #bangunan ambruk