RADAR KUDUS - Presiden Prabowo sempat 'menyentil' pihak-pihak yang melayangkan kritik terhadap program makan bergizi gratisnya (MBG), khususnya yaitu kritik dari kalangan akademisi.
Hal ini disampaikannya dalam pidato pada Peluncuran Program Gerakan Indonesia Menanam (Gerina), di Banyuasin, Rabu (23/4/2025).
"Kita memberi program makan bergizi ada yang menentang, ada yang nyinyir, dan yang nyinyir kagetnya tuh, ya, ada yang profesor, nyinyir gitu," kata Prabowo, dikutip dari unggahan Youtube Sekretariat Presiden.
Presiden pun menambahkan, agar profesor yang dimaksud itu dapat belajar dari Ustadz Adi Hidayat.
"Tapi enggak apa-apa lah, ya 'kan. Biar nanti profesor belajar dari Ustadz Adi Hidayat, gitu. Jangan-jangan dia profesornya di ruangan, enggak tahu belajarnya apa," ujarnya.
Ia menegaskan kembali bahwa program MBG bertujuan supaya tidak ada anak-anak Indonesia yang merasa kelaparan dan mengalami keterlambatan tumbuh kembang akibat dari kekurangan gizi.
Menurutnya, pakar-pakar yang mengkritik MBG tersebut tidak belajar dan tidak membaca.
Katanya, Indonesia adalah satu-satunya negara yang memiliki program memberikan makan bergizi gratis untuk para ibu hamil.
"Ini pakar-pakar ini tidak belajar, tidak baca, program MBG itu mulai dari ibu hamil, mungkin satu-satunya negara di dunia di mana ada program ibu hamil tiap hari makan diantar ke rumahnya. Coba kasih lihat dimana ada negara sekarang," tuturnya.
Tidak hanya itu, Prabowo juga sedikit menyinggung profesor yang menganggap bahwa pembangunan puluhan ribu Koperasi Merah Putih di desa tidak ada gunanya.
Padahal, kata Prabowo, pemerintah berencana membangun gudang pada masing-masing koperasi untuk dapat mengamankan stok pangan.
Meskipun demikian, Presiden Prabowo tetap menghormati pendapat para profesor terhadap program-programnya itu.
Dirinya berharap semoga hati pihak-pihak yang mengkritik tersebut dapat terbuka.
Editor : Ali Mustofa