RADAR KUDUS - Kasus uang donasi untuk Agus Salim, korban penyiraman air keras tak kunjung selesai. Terbaru Farhat Abbas membeberkan dugaan ancaman Pratiwi Noviyanthi kepada keluarga Agus Salim saat meminta pengembalian donasi tersebut.
Farhat Ungkap Agus Salim dan Keluarga Diancam!
Farhat Abbas mengungkapkan bahwa pengembalian uang donasi tersebut bukan atas dasar sukarela, tetapi ada unsur paksaan dan ancaman.
"Ada ancaman dari seseorang kepada Agus melalui WA ke istrinya. Sosok itu mengatakan Gus kita mau data untuk mutasi, kita mau lihat. Agus dibawa ke bank, ternyata langsung pindah transfer Rp 1 miliar dengan cap jempolnya," kata Farhat.
Kemudian, kata Farhat, Agus ditakut-takuti akan dilaporkan ke Dinas Sosial jika tidak mentransfer uang Rp 300 juta.
"Kalau tidak Agus katanya akan diviralkan," ungkap Farhat.
Kini, kata Farhat, uang Rp 1,3 miliar sudah diserahkan ke yayasan milik Novi.
Agus dan Istri Mengaku Ingin Bunuh Diri
Farhat juga mengunvkapkan bahwa Agus dan istrinya sempat berkeinginan bunuh diri karena tak tahan dihujat orang-orang.
"Tadi Agus nelepon dan dia mau bunuh diri. Suami istri mau bunuh diri. Dia gak teg amelihat saya dibully. Saya bilang kamu gak usah pikirin saya . Di Indonesia saya dikenal punya pemikiran itu gak aneh-aneh," paparnya.
Pertanyakan Hak Novi atas Donasi Itu
Farhat pun mempertanyakan hak Novi atas donasi yang diterima Agus. "Apa legal standing dari Novi untuk menguasai uang itu? Ada gak amanah dari orang yang menyumbang melalui Novi? Kalau melalui Novi kanepa gak langsung ke rekening yayasan?
Farhat mengaku, saat ini sedang dikaji pasal penipuan. Sebab menurut Farhat Agus dijadikan alat untuk mencari uang. "Dipasang nomor rekening, kemudian dipermalukan, dihujat, dibully, diejek," kata Farhat Abbas geram.
Novi Pastikan Tidak Ada Ancaman: Ada Bukti WA-nya, Saya Tidak Mengancam
Novi memastikan pengembalikan uang Rp 1,3 miliar itu dilakukan atas kesepakatan bersama dan tanpa ancaman.
Uang itu ada direkening yayasan. Tidak diapa-apain kecuali untuk kebutuhan pengobatan Agus Salim.
"Pengembalian uang Rp 1 miliar tanpa paksaan. Begitu juga uang Rp 300 juta. Bilang ke saya, "teh ini kita transfer aja nomonal Rp 300 juta biar dikelola sama yayasan, katanya gitu. Itu tanpa ancaman dan paksaan," kata Novi.
Editor : Noor Syafaatul Udhma