Kontroversi bertambah parah ketika foto lain menampilkan dokumen putusan Mahkamah Agung AS terkait pornografi anak.
Pada permintaan maaf yang ekstensif, Balenciaga mengakui ada kegagalan dalam memvalidasi foto tersebut sebelum dirilis.
"Ini adalah pilihan buruk oleh Balenciaga, ditambah dengan kegagalan memeriksa dan memvalidasi foto-foto tersebut. Tanggung jawab ini berada di pihak Balenciaga sendiri," tulis Balenciaga melalui Instagram, Selasa (29/11).
Sementara putusan MA terkait pornografi anak, Balenciaga mengaku gambar-gambar tersebut berasal dari pihak ketiga. Balenciaga berkata kemungkinan foto putusan MA itu berasal dari acara TV bertema hukum. Balenciaga mengaku tidak menyetujui kehadiran dokumen-dokumen tersebut dan mengirim komplain kepada pihak ketiga tersebut.
"Kami menerima tanggung jawab atas kurangnya pengawasan kami dan kendali terhadap dokumen yang ada di latar, dan kami bisa melakukannya dengan cara berbeda," ujar Balenciaga.
Untuk ke depannya, Balenciaga akan bekerja sama dengan organisasi-organisasi yang ahli dalam perlindungan anak supaya kekerasan dan eksploitasi anak diakhiri.
"Kami ingin belajar dari kesalahan-kesalahan kami dan mengidentifikasi cara-cara kita bisa berkontribusi. Balenciaga menegaskan permintaan maaf yang tulus atas kesalahan yang kami sebabkan dan memberikan juga permintaan maaf kami kepada para talent dan partner kami," pungkas Balenciaga. Editor : Kholid Hazmi