alexametrics
24 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Ternyata 46 Persen Masyarakat Masih Percaya Isu Bangkitnya PKI

JAKARTA – Setiap menjelang 30 September, isu komunisme atau Partai Komunis Indonesia (PKI) kerap menjadi pembicaraan. Perbincangan itu karena pada 30 September 1965 terdapat tragedi pembantaian yang mengakibatkan tujuh jenderal gugur.

Setelah 56 tahun berlalu, isu komunisme atau PKI masih menjadi buah bibir masyarakat. Buktinya dari hasil survei yang dilakukan Media Survei Nasional (Median) dinyatakan bahwa 46,4 persen publik Indonesia masih percaya isu kebangkitan PKI atau komunisme.

Direktur Eksekutif Median Rico Marbun mengatakan, terdapat 10 alasan publik percaya terhadap isu kebangkitan komunisme. Alasan tersebar, yakni kehadiran tenaga kerja asing asal Tiongkok atau Cina dan proyek-proyek dari Cina yang banyak di Indonesia. “Untuk alasan ini terdapat 12,3 persen,” ujar Rico Marbun webinar, Kamis (30/9).

Baca Juga :  UMM Gandeng Moodco Buka Kelas Profesional Kakao dan Cokelat

Webinar tersebut bertajuk ‘Melihat Persepsi Publik atas Isu Komunisme dan Reshuffle Kabinet’. Adapun survei itu berlangsung ada 19-26 Agustus 2021. Respondennya 1.000 sampel. Margin of error sebesar lebih kurang 3 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sementara, sampel dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender. Quality control dilakukan terhadap 20 persen sampel yang ada sesuai dengan standar metodologi.

Alasan kedua publik percaya kebangkitan komunis adalah dengan adanya ulama yang banyak ditangkap. Jumlah ini mencapai 12,0 persen. Alasan ketiga, Indonesia tergantung vaksin dari Tiongkok/Cina 11,8 persen.

JAKARTA – Setiap menjelang 30 September, isu komunisme atau Partai Komunis Indonesia (PKI) kerap menjadi pembicaraan. Perbincangan itu karena pada 30 September 1965 terdapat tragedi pembantaian yang mengakibatkan tujuh jenderal gugur.

Setelah 56 tahun berlalu, isu komunisme atau PKI masih menjadi buah bibir masyarakat. Buktinya dari hasil survei yang dilakukan Media Survei Nasional (Median) dinyatakan bahwa 46,4 persen publik Indonesia masih percaya isu kebangkitan PKI atau komunisme.

Direktur Eksekutif Median Rico Marbun mengatakan, terdapat 10 alasan publik percaya terhadap isu kebangkitan komunisme. Alasan tersebar, yakni kehadiran tenaga kerja asing asal Tiongkok atau Cina dan proyek-proyek dari Cina yang banyak di Indonesia. “Untuk alasan ini terdapat 12,3 persen,” ujar Rico Marbun webinar, Kamis (30/9).

Baca Juga :  Dukung KTT G20, PLN Tambah Dua Pembangkit Listrik di Bali

Webinar tersebut bertajuk ‘Melihat Persepsi Publik atas Isu Komunisme dan Reshuffle Kabinet’. Adapun survei itu berlangsung ada 19-26 Agustus 2021. Respondennya 1.000 sampel. Margin of error sebesar lebih kurang 3 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sementara, sampel dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender. Quality control dilakukan terhadap 20 persen sampel yang ada sesuai dengan standar metodologi.

Alasan kedua publik percaya kebangkitan komunis adalah dengan adanya ulama yang banyak ditangkap. Jumlah ini mencapai 12,0 persen. Alasan ketiga, Indonesia tergantung vaksin dari Tiongkok/Cina 11,8 persen.

Most Read

Artikel Terbaru

/