alexametrics
30.2 C
Kudus
Sunday, May 15, 2022

Transformasi Pendidikan Indonesia lewat Guru Penggerak

MERDEKA Belajar merupakan sebuah gagasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Indonesia, Nadiem Anwar Makarim, dengan harapan dapat merubah wajah sistem pendidikan Indonesia menjadi lebih baik. Konsep Merdeka Belajar menekankan kemampuan observasi siswa terhadap lingkungan sekitar. Siswa dapat berdiskusi dengan pengajar dan belajar dari segala hal yang mereka lihat. Sehingga mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan dari guru atau membaca buku teks saja, tetapi juga dapat memanfaatkan objek di sekitarnya.

Demi mendukung konsep Merdeka Belajar maka dirancanglah sebuah program untuk meningkatkan kualitas guru. Hal ini dikarenakan peran guru dalam konsep tersebut sangat besar, yaitu menjadi tangan pertama dari bahan ajar yang disampaikan kepada siswa. Kita harus memastikan bahwa para guru memiliki kualitas dan kapabilitas yang baik agar pencapaian akhir dari Merdeka Belajar dapat terwujud. Program peningkatan kualitas guru untuk mewujudkannya yaitu melalui Guru Penggerak.

Guru Penggerak mempunyai tempat pelatihan berbentuk sekolah. Program ini memiliki penekanan pada pelatihan mentorship dan kepemimpinan agar guru yang mengikuti pelatihan, mampu membantu guru-guru lain di kemudian hari. Guru yang lulus dari program Guru Penggerak akan diarahkan pada tiga pilihan jenjang karir yaitu menjadi kepala sekolah, pengawas sekolah, dan instruktur pelatihan guru. Mereka diharapkan menjadi teladan bagi guru lain dan menjadi agen perubahan di dalam ekosistem pendidikan. Guru Penggerak berfungsi sebagai gerbang menuju transformasi pendidikan yang menjadi harapan kemajuan bangsa Indonesia. Transformasi pendidikan dapat diartikan sebagai perubahan-perubahan yang dilakukan manusia dalam mempelajari dan mengembangkan kehidupan selama waktu hidupnya. Transformasi pendidikan sendiri tidak hanya terjadi sekali, tetapi sudah mengalami beberapa kali perombakan sistem. Pergantian tersebut terjadi dalam rentang tahun 1947 sampai 2013.

Baca Juga :  Literasi Digital Anak di Masa Pandemi Covid 19

Guru Penggerak digadang-gadang menjadi gerbang dalam transformasi pendidikan di Indonesia, karena guru yang lahir dari program Guru Penggerak dituntut memiliki kapabilitas yang lebih dari guru pada umumnya. Seorang Guru Penggerak harus mempunyai karakteristik sebagai guru yang baik, namun guru yang baik belum tentu adalah seorang Guru Penggerak. Guru Penggerak memiliki peran diantaranya: mendorong peningkatan prestasi akademik siswa, mengajar dengan kreatif,  mengembangkan diri secara aktif, mendorong tumbuh kembang siswa secara holistik, menjadi pelatih (coach/mentor) bagi guru lain, menjadi teladan dan agen transformasi bagi ekosistem pendidikan.

Penerapan inovasi dan keberanian untuk melakukan perubahan membuat Guru Penggerak diprediksi akan memberikan dampak positif baik di dalam maupun di luar institusi pendidikan. Dampak inilah yang akan menjadi gerbang dari transformasi pendidikan Indonesia menuju ke arah yang lebih baik. Transformasi pendidikan di Indonesia sangat penting agar rakyat tidak tertinggal oleh pergerakan zaman yang cepat dan semakin maju. Hadirnya Merdeka Belajar dengan Enam Profil Pancasila sebagai tujuan dan Guru Penggerak sebagai salah satu wadah, merupakan cara untuk melakukan transformasi pendidikan namun tetap mempertahankan jati diri bangsa yaitu Pancasila.

Keberadaan Guru Penggerak dengan pelatihan kepemimpinannya, menjadi angin segar bagi institusi pendidikan agar dapat fokus menyelesaikan berbagai kendala sistem pembelajaran. Sehingga ke depannya, program ini dapat menjadi langkah awal transformasi pendidikan Indonesia. (*)

 

MERDEKA Belajar merupakan sebuah gagasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Indonesia, Nadiem Anwar Makarim, dengan harapan dapat merubah wajah sistem pendidikan Indonesia menjadi lebih baik. Konsep Merdeka Belajar menekankan kemampuan observasi siswa terhadap lingkungan sekitar. Siswa dapat berdiskusi dengan pengajar dan belajar dari segala hal yang mereka lihat. Sehingga mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan dari guru atau membaca buku teks saja, tetapi juga dapat memanfaatkan objek di sekitarnya.

Demi mendukung konsep Merdeka Belajar maka dirancanglah sebuah program untuk meningkatkan kualitas guru. Hal ini dikarenakan peran guru dalam konsep tersebut sangat besar, yaitu menjadi tangan pertama dari bahan ajar yang disampaikan kepada siswa. Kita harus memastikan bahwa para guru memiliki kualitas dan kapabilitas yang baik agar pencapaian akhir dari Merdeka Belajar dapat terwujud. Program peningkatan kualitas guru untuk mewujudkannya yaitu melalui Guru Penggerak.

Guru Penggerak mempunyai tempat pelatihan berbentuk sekolah. Program ini memiliki penekanan pada pelatihan mentorship dan kepemimpinan agar guru yang mengikuti pelatihan, mampu membantu guru-guru lain di kemudian hari. Guru yang lulus dari program Guru Penggerak akan diarahkan pada tiga pilihan jenjang karir yaitu menjadi kepala sekolah, pengawas sekolah, dan instruktur pelatihan guru. Mereka diharapkan menjadi teladan bagi guru lain dan menjadi agen perubahan di dalam ekosistem pendidikan. Guru Penggerak berfungsi sebagai gerbang menuju transformasi pendidikan yang menjadi harapan kemajuan bangsa Indonesia. Transformasi pendidikan dapat diartikan sebagai perubahan-perubahan yang dilakukan manusia dalam mempelajari dan mengembangkan kehidupan selama waktu hidupnya. Transformasi pendidikan sendiri tidak hanya terjadi sekali, tetapi sudah mengalami beberapa kali perombakan sistem. Pergantian tersebut terjadi dalam rentang tahun 1947 sampai 2013.

Baca Juga :  Pengembangan Pembelajaran Inovatif dan Interaktif

Guru Penggerak digadang-gadang menjadi gerbang dalam transformasi pendidikan di Indonesia, karena guru yang lahir dari program Guru Penggerak dituntut memiliki kapabilitas yang lebih dari guru pada umumnya. Seorang Guru Penggerak harus mempunyai karakteristik sebagai guru yang baik, namun guru yang baik belum tentu adalah seorang Guru Penggerak. Guru Penggerak memiliki peran diantaranya: mendorong peningkatan prestasi akademik siswa, mengajar dengan kreatif,  mengembangkan diri secara aktif, mendorong tumbuh kembang siswa secara holistik, menjadi pelatih (coach/mentor) bagi guru lain, menjadi teladan dan agen transformasi bagi ekosistem pendidikan.

Penerapan inovasi dan keberanian untuk melakukan perubahan membuat Guru Penggerak diprediksi akan memberikan dampak positif baik di dalam maupun di luar institusi pendidikan. Dampak inilah yang akan menjadi gerbang dari transformasi pendidikan Indonesia menuju ke arah yang lebih baik. Transformasi pendidikan di Indonesia sangat penting agar rakyat tidak tertinggal oleh pergerakan zaman yang cepat dan semakin maju. Hadirnya Merdeka Belajar dengan Enam Profil Pancasila sebagai tujuan dan Guru Penggerak sebagai salah satu wadah, merupakan cara untuk melakukan transformasi pendidikan namun tetap mempertahankan jati diri bangsa yaitu Pancasila.

Keberadaan Guru Penggerak dengan pelatihan kepemimpinannya, menjadi angin segar bagi institusi pendidikan agar dapat fokus menyelesaikan berbagai kendala sistem pembelajaran. Sehingga ke depannya, program ini dapat menjadi langkah awal transformasi pendidikan Indonesia. (*)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/