alexametrics
31.6 C
Kudus
Tuesday, May 17, 2022

Protes Tes PCR, Netizen Twitter Gaungkan Tagar #StopWajibPCR

JAKARTA – Netizen jagat Twitter kembali meluapkan protes atas kebijakan pemerintah. Tanda pagar (tagar) #StopWajibPCR bergema dan menempati trending lima besar. Hingga berita ini ditulis, pukul 10.10, setidaknya sudah ada 6.997 tweet yang dicuitkan netizen dengan tagar tersebut menempati posisi ketiga.

Akun @PrincessKrikil misalnya, mencuit “PCR = Pemerintah Cari Rupiah #StopWajibPCR.” Akun lain mengklaim adanya tes PCR (polymerase chain reaction) merupakan salah satu cara pemerintah berbisnis dengan rakyatnya sendiri.  Akun @Mukidioon2 meluncurkan tweet “#StopWajibPCR #StopWajibPCR Pemerintah berbisnis dengan rakyat”.

Sebagaimana diketahui, meski kasus positif Covid-19 melandai, namun pemerintah masih mewajibkan tes PCR bagi calon penumpang sejumlah transportasi, khususnya udara. Tarif tes PCR memang sudah diturunkan, hingga terakhir menjadi sebesar Rp 275 ribu. Namun, tetap saja hal itu dianggap mahal oleh sebagian masyarakat. Tagar #StopWajibPCR pun bergema di jagat sosial media Twitter. (ful)

Baca Juga :  Ini Sikap MUI setelah Menag Gus Yaqut Bandingkan Azan dengan Suara Anjing

JAKARTA – Netizen jagat Twitter kembali meluapkan protes atas kebijakan pemerintah. Tanda pagar (tagar) #StopWajibPCR bergema dan menempati trending lima besar. Hingga berita ini ditulis, pukul 10.10, setidaknya sudah ada 6.997 tweet yang dicuitkan netizen dengan tagar tersebut menempati posisi ketiga.

Akun @PrincessKrikil misalnya, mencuit “PCR = Pemerintah Cari Rupiah #StopWajibPCR.” Akun lain mengklaim adanya tes PCR (polymerase chain reaction) merupakan salah satu cara pemerintah berbisnis dengan rakyatnya sendiri.  Akun @Mukidioon2 meluncurkan tweet “#StopWajibPCR #StopWajibPCR Pemerintah berbisnis dengan rakyat”.

Sebagaimana diketahui, meski kasus positif Covid-19 melandai, namun pemerintah masih mewajibkan tes PCR bagi calon penumpang sejumlah transportasi, khususnya udara. Tarif tes PCR memang sudah diturunkan, hingga terakhir menjadi sebesar Rp 275 ribu. Namun, tetap saja hal itu dianggap mahal oleh sebagian masyarakat. Tagar #StopWajibPCR pun bergema di jagat sosial media Twitter. (ful)

Baca Juga :  Soal Kasus Pelecehan Seksual, Oknum Dosen UNESA Dinonaktifkan Satu Tahun

Most Read

Artikel Terbaru

/