alexametrics
25.9 C
Kudus
Wednesday, May 25, 2022

Unicef Apresiasi PTM di Jateng, Dapat Dijadikan Contoh Daerah Lain

SEMARANG – Upaya Jawa Tengah dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) diapresiaasi oleh Unicef. Hal tersebut tak lepas dari aspek keamanan dan kesehatan siswa, guru maupun orang tua, yang selalu ditekankan oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ermi Ndoen selaku Kepala Perwakilan Unicef Indonesia di Surabaya, usai bertemu dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di kantornya, kemarin (28/9). Pertemuan ini terjadi usai Ganjar membaca pernyataan dari WHO dan Unicef agar anak Indonesia segera memulai PTM.

Dikatakan Ganjar, pihaknya langsung membuka komunikasi dengan Unicef terkait pernyataan dari WHO tersebut. Bukan tanpa alasan. Menurut Ganjar, pelaksanaan PTM di Jateng masih memiliki sejumlah syarat yang harus dipenuhi sebelumnya.


“Ketika WHO sama Unicef ingin kita PTM-nya cepet dibuka saya komunikasi dengan mereka. Ini maksud pernyataannya apa, karena kami punya syarat, epidemiologis, vaksin, kesiapan prokes yang ada di sekolah. Maka kami tidak tergesa-gesa,” tutur Ganjar.

Respons cepat dari Unicef ini pun disambut baik oleh Ganjar. Pihaknya dengan senang hati menerima masukan dan saran yang diberikan. Mulai dari penerapan sistem reward, hingga tawaran aplikasi untuk pengawasan sekolah pelaksana PTM.

“Sebenarnya ada aplikasi yang bisa ditransform. Mereka sudah punya berbasis desa, maka saya minta hari ini mbok basisnya sekolahan. Sehingga kita bisa cek satu per satu bagaimana pelaksanaannya, cara mereka melakukan proses belajar mengajar dan cukup dengan WA, maka itu bagus,” kata Ganjar.

Baca Juga :  Kemendag Prediksi Harga Kedelai Naik hingga Lebaran, Tempe Naik 20 Persen

Dia pun mengapresiasi ide Unicef terkait sistem penghargaan. Dengan reward system tersebut, baik sekolah, siswa maupun guru akan berlomba menjadi percontohan pelaksanaan PTM yang baik di masa pandemi.

“Nanti beberapa sekolah yang melanggar, ya tidak dapat reward. Sistem ini harapannya nanti bisa kita pakai untuk memantau,” ucap Ganjar.

Namun, lanjut dia, yang utama dalam mempersiapkan PTM yakni tetap pada percepatan vaksin untuk pelajar.

Sementara itu, usai pertemuan Ermi mengatakan, sebenarnya pelaksanaan PTM di Jateng sangat bagus dan bisa dijadikan contoh oleh daerah lain. Terutama keterlibatan seluruh komponen dalam menciptakan PTM yang sehat dan aman.

“Unicef sangat mengapresiasi langkah-langkah yang diambil oleh pak gubernur dan komponen masyarakat di Jawa Tengah. Sangat bagus ya, contoh yang baik bagaimana kesiapan pemerintah dalam mendukung terciptanya sekolah yang sehat dan aman untuk kegiatan tatap muka ke depan,” kata Ermi.

Dalam diskusi, Ermi juga memberikan beberapa masukan dan saran agar pelaksanaan PTM di Jateng terus berjalan dan meminimalisir munculnya klaster-klaster penyebaran Covid-19. Salah satunya dengan penerapan aplikasi untuk memantau kesiapan dan keamanan sekolah penyelenggara PTM. Hal tersebut, kata Ermi, juga akan coba dikembangkan di Jateng.

SEMARANG – Upaya Jawa Tengah dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) diapresiaasi oleh Unicef. Hal tersebut tak lepas dari aspek keamanan dan kesehatan siswa, guru maupun orang tua, yang selalu ditekankan oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ermi Ndoen selaku Kepala Perwakilan Unicef Indonesia di Surabaya, usai bertemu dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di kantornya, kemarin (28/9). Pertemuan ini terjadi usai Ganjar membaca pernyataan dari WHO dan Unicef agar anak Indonesia segera memulai PTM.

Dikatakan Ganjar, pihaknya langsung membuka komunikasi dengan Unicef terkait pernyataan dari WHO tersebut. Bukan tanpa alasan. Menurut Ganjar, pelaksanaan PTM di Jateng masih memiliki sejumlah syarat yang harus dipenuhi sebelumnya.

“Ketika WHO sama Unicef ingin kita PTM-nya cepet dibuka saya komunikasi dengan mereka. Ini maksud pernyataannya apa, karena kami punya syarat, epidemiologis, vaksin, kesiapan prokes yang ada di sekolah. Maka kami tidak tergesa-gesa,” tutur Ganjar.

Respons cepat dari Unicef ini pun disambut baik oleh Ganjar. Pihaknya dengan senang hati menerima masukan dan saran yang diberikan. Mulai dari penerapan sistem reward, hingga tawaran aplikasi untuk pengawasan sekolah pelaksana PTM.

“Sebenarnya ada aplikasi yang bisa ditransform. Mereka sudah punya berbasis desa, maka saya minta hari ini mbok basisnya sekolahan. Sehingga kita bisa cek satu per satu bagaimana pelaksanaannya, cara mereka melakukan proses belajar mengajar dan cukup dengan WA, maka itu bagus,” kata Ganjar.

Baca Juga :  Penemuan Mayat Perempuan dan Bayi di Galian Pipa, Puluhan Saksi Diperiksa

Dia pun mengapresiasi ide Unicef terkait sistem penghargaan. Dengan reward system tersebut, baik sekolah, siswa maupun guru akan berlomba menjadi percontohan pelaksanaan PTM yang baik di masa pandemi.

“Nanti beberapa sekolah yang melanggar, ya tidak dapat reward. Sistem ini harapannya nanti bisa kita pakai untuk memantau,” ucap Ganjar.

Namun, lanjut dia, yang utama dalam mempersiapkan PTM yakni tetap pada percepatan vaksin untuk pelajar.

Sementara itu, usai pertemuan Ermi mengatakan, sebenarnya pelaksanaan PTM di Jateng sangat bagus dan bisa dijadikan contoh oleh daerah lain. Terutama keterlibatan seluruh komponen dalam menciptakan PTM yang sehat dan aman.

“Unicef sangat mengapresiasi langkah-langkah yang diambil oleh pak gubernur dan komponen masyarakat di Jawa Tengah. Sangat bagus ya, contoh yang baik bagaimana kesiapan pemerintah dalam mendukung terciptanya sekolah yang sehat dan aman untuk kegiatan tatap muka ke depan,” kata Ermi.

Dalam diskusi, Ermi juga memberikan beberapa masukan dan saran agar pelaksanaan PTM di Jateng terus berjalan dan meminimalisir munculnya klaster-klaster penyebaran Covid-19. Salah satunya dengan penerapan aplikasi untuk memantau kesiapan dan keamanan sekolah penyelenggara PTM. Hal tersebut, kata Ermi, juga akan coba dikembangkan di Jateng.

Most Read

Artikel Terbaru

/