alexametrics
28.7 C
Kudus
Sunday, July 31, 2022

Kerap Error Saat Scan QR Code, Aplikasi PeduliLindungi Panen Keluhan

SOLO – Penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai salah satu syarat akses ke berbagai destinasi tak jarang alami kesulitan. Cukup banyak keluhan yang disampaikan masyarakat dalam penggunaan aplikasi milik pemerintah ini, salah satunya adalah sering tidak bisa memindai QR code bahkan saat awal mengakses aplikasi. Permasalahan tersebut tentu dapat merugikan masyarakat.

Aplikasi PeduliLindungi di handphone saya bisa dipakai scan QR code. Tapi, punya kakak saya tidak bisa. Bahkan tidak bisa masuk ke fitur aplikasi. Akhirnya tidak bisa masuk mal,” ujar Sabila Soraya, salah seorang pengguna aplikasi PeduliLindungi yang mengunjungi mal di Kota Bengawan, Selasa kemarin (28/9).

Sebelumnya Sabila juga mengaku hampir tidak diizinkan masuk mal karena aplikasinya tidak bisa men-scan QR code. Muncul tulisan out of radius, yang artinya titik lokasinya terlalu jauh dengan titik scan QR code di mal. Padahal posisinya berada tepat di depan tempat scan QR code.


“Akhirnya saya harus mengutak-atik dulu aplikasinya. Saya matikan fitur location di handphone. Kemudian saya hidupkan lagi. Baru bisa digunakan untuk scan,” sambungnya.

Kendala lain dirasakan Nina Putri, salah seorang pengunjung mal lainnya. Aplikasinya mendadak lemot, padahal tetap lancar saat digunakan untuk mengakses aplikasi lainnya. Setelah berhasil mengakses aplikasi PeduliLindungi, Nina masih harus menghadapi kendala lain yakni tidak bisa scan QR code. Padahal, kamera handphone-nya sudah diposisikan tepat di depan QR code.

“Akhirnya oleh petugas security diperbolehkan masuk mal setelah menunjukkan sertifikat vaksin di aplikasi itu juga,” imbuhnya.

Baca Juga :  Aturan Baru, Bikin SIM Wajib Punya BPJS Kesehatan

Tak hanya itu, Putri pengunjung mal lainnya, juga sempat kewalahan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Sertifikat vaksinnya bahkan tidak muncul pada aplikasi tersebut. Padahal dia sudah mendapatkan vaksin dua dosis.

“Kemudian saya coba akses PeduliLindungi lewat website. Baru keluar sertifikat vaksinnya. Tapi di aplikasi tidak muncul sama sekali,” ujarnya.

Chief Marcomm Solo Paragon Lifestyle Mall Veronica Lahji mengaku, kendala serupa juga beberapa kali terjadi di malnya. Dia juga memahami bahwa aplikasi PeduliLindungi sering terjadi error. Maka solusinya, pengunjung diminta menunjukkan sertifikat vaksin ke security bila aplikasinya sedang trouble. Akhirnya pengunjung tidak perlu melakukan scan QR code untuk check in.

Namun Vero menyebut kendala tersebut sudah mulai dipahami oleh pengunjung. Karena ada solusi alternatif menunjukkan sertifikat vaksin agar tetap masuk mal. Dia berharap pengunjung mal mulai menjadikan aplikasi Pedulilindungi sebagai lifestyle.

“Sekarang ke mana-mana, masuk mal, langsung buka handphone, buka aplikasi PeduliLindungiscan QR code,” ujarnya.

SOLO – Penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai salah satu syarat akses ke berbagai destinasi tak jarang alami kesulitan. Cukup banyak keluhan yang disampaikan masyarakat dalam penggunaan aplikasi milik pemerintah ini, salah satunya adalah sering tidak bisa memindai QR code bahkan saat awal mengakses aplikasi. Permasalahan tersebut tentu dapat merugikan masyarakat.

Aplikasi PeduliLindungi di handphone saya bisa dipakai scan QR code. Tapi, punya kakak saya tidak bisa. Bahkan tidak bisa masuk ke fitur aplikasi. Akhirnya tidak bisa masuk mal,” ujar Sabila Soraya, salah seorang pengguna aplikasi PeduliLindungi yang mengunjungi mal di Kota Bengawan, Selasa kemarin (28/9).

Sebelumnya Sabila juga mengaku hampir tidak diizinkan masuk mal karena aplikasinya tidak bisa men-scan QR code. Muncul tulisan out of radius, yang artinya titik lokasinya terlalu jauh dengan titik scan QR code di mal. Padahal posisinya berada tepat di depan tempat scan QR code.

“Akhirnya saya harus mengutak-atik dulu aplikasinya. Saya matikan fitur location di handphone. Kemudian saya hidupkan lagi. Baru bisa digunakan untuk scan,” sambungnya.

Kendala lain dirasakan Nina Putri, salah seorang pengunjung mal lainnya. Aplikasinya mendadak lemot, padahal tetap lancar saat digunakan untuk mengakses aplikasi lainnya. Setelah berhasil mengakses aplikasi PeduliLindungi, Nina masih harus menghadapi kendala lain yakni tidak bisa scan QR code. Padahal, kamera handphone-nya sudah diposisikan tepat di depan QR code.

“Akhirnya oleh petugas security diperbolehkan masuk mal setelah menunjukkan sertifikat vaksin di aplikasi itu juga,” imbuhnya.

Baca Juga :  Diawali Suara Ledakan, Rumah Gudang Bansos di Solo Terbakar

Tak hanya itu, Putri pengunjung mal lainnya, juga sempat kewalahan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Sertifikat vaksinnya bahkan tidak muncul pada aplikasi tersebut. Padahal dia sudah mendapatkan vaksin dua dosis.

“Kemudian saya coba akses PeduliLindungi lewat website. Baru keluar sertifikat vaksinnya. Tapi di aplikasi tidak muncul sama sekali,” ujarnya.

Chief Marcomm Solo Paragon Lifestyle Mall Veronica Lahji mengaku, kendala serupa juga beberapa kali terjadi di malnya. Dia juga memahami bahwa aplikasi PeduliLindungi sering terjadi error. Maka solusinya, pengunjung diminta menunjukkan sertifikat vaksin ke security bila aplikasinya sedang trouble. Akhirnya pengunjung tidak perlu melakukan scan QR code untuk check in.

Namun Vero menyebut kendala tersebut sudah mulai dipahami oleh pengunjung. Karena ada solusi alternatif menunjukkan sertifikat vaksin agar tetap masuk mal. Dia berharap pengunjung mal mulai menjadikan aplikasi Pedulilindungi sebagai lifestyle.

“Sekarang ke mana-mana, masuk mal, langsung buka handphone, buka aplikasi PeduliLindungiscan QR code,” ujarnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/