alexametrics
23.8 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

Kepercayaan Dari Masyarakat Anjlok, Begini Tanggapan KPK

RADARKUDUS.ID – Berdasarkan hasil survei persepsi publik oleh Indikator Politik Indonesia, menunjukkan bahwa Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini menurun drastis. Tingkatan kepercayaan publik kepada KPK saat ini berada pada urutan empat, setelah TNI, presiden, dan Polri.

KPK hanya mendapat poin tingkat kepercayaan sebesar 65 persen. Sedangkan 26 persen menyatakan sedikit percaya, 4 persen tidak percaya, dan 5 persen tidak menjawab.

Pelaksana tugas juru bicara KPK, Ali Fikri menyampaikan, survei persepsi publik menjadi salah satu tolok ukur bagaimana masyarakat menilai kinerja dan manfaat yang dihasilkan dari kerja pemberantasan korupsi oleh KPK. Namun, kata dia, kerja KPK dalam pemberantasan korupsi adalah ikhtiar panjang yang hasilnya tak langsung bisa terlihat.


“Pemberantasan korupsi adalah ikhtiar panjang. Di mana dampak dan manfaatnya tidak serta-merta bisa kita rasakan seketika itu juga,” kata Ali dalam keterangannya, Selasa (28/9).

Dia menambahkan, dalam penanganan sebuah perkara, publik mungkin bisa langsung melihat bagaimana KPK menangkap para pelaku dan memulihkan kerugian negaranya.

Baca Juga :  Mbak Rerie: Segera Tuntaskan Target Vaksinasi Covid-19 Kelompok Rentan

Namun pada upaya pencegahan dan pendidikan antikorupsi, butuh waktu lebih lama untuk bisa menikmati hasil dari perbaikan sistem dan penanaman nilai antikorupsi kepada orang per orang.

Meski demikian, KPK mengapresiasi lembaga survei sebagai pihak yang terus konsisten mengukur dan memotret persepsi publik. Hal ini bisa menjadi bahan evaluasi bagi kinerja KPK.

Di sisi lain, KPK berharap bisa memperoleh indikator dan hasil pengukuran detail dari lembaga survey. Sehingga lembaga antirasuah itu bisa mempelajari poin-poin secara rinci.

“Feedback dari masyarakat sangat berarti bagi KPK untuk introspeksi dan melakukan perbaikan ke depannya,” papar Ali.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyatakan, kepercayaan publik terhadap KPK sangat anjlok. Karena pada survei  sebelum-sebelumnya, kepercayaan masyarakat kepada KPK pada urutan teratas, yakni peringkat satu atau dua.

“Kalau KPK (peringkatnya) turun, buat saya ini berita baru. Meskipun buat masyarakat sipil ini bukan hal yang mengagetkan, terutama setelah revisi UU KPK,” papar Burhanuddin.

RADARKUDUS.ID – Berdasarkan hasil survei persepsi publik oleh Indikator Politik Indonesia, menunjukkan bahwa Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini menurun drastis. Tingkatan kepercayaan publik kepada KPK saat ini berada pada urutan empat, setelah TNI, presiden, dan Polri.

KPK hanya mendapat poin tingkat kepercayaan sebesar 65 persen. Sedangkan 26 persen menyatakan sedikit percaya, 4 persen tidak percaya, dan 5 persen tidak menjawab.

Pelaksana tugas juru bicara KPK, Ali Fikri menyampaikan, survei persepsi publik menjadi salah satu tolok ukur bagaimana masyarakat menilai kinerja dan manfaat yang dihasilkan dari kerja pemberantasan korupsi oleh KPK. Namun, kata dia, kerja KPK dalam pemberantasan korupsi adalah ikhtiar panjang yang hasilnya tak langsung bisa terlihat.

“Pemberantasan korupsi adalah ikhtiar panjang. Di mana dampak dan manfaatnya tidak serta-merta bisa kita rasakan seketika itu juga,” kata Ali dalam keterangannya, Selasa (28/9).

Dia menambahkan, dalam penanganan sebuah perkara, publik mungkin bisa langsung melihat bagaimana KPK menangkap para pelaku dan memulihkan kerugian negaranya.

Baca Juga :  OTT Wali Kota Bekasi, KPK Temukan Uang Rp 5 Miliar

Namun pada upaya pencegahan dan pendidikan antikorupsi, butuh waktu lebih lama untuk bisa menikmati hasil dari perbaikan sistem dan penanaman nilai antikorupsi kepada orang per orang.

Meski demikian, KPK mengapresiasi lembaga survei sebagai pihak yang terus konsisten mengukur dan memotret persepsi publik. Hal ini bisa menjadi bahan evaluasi bagi kinerja KPK.

Di sisi lain, KPK berharap bisa memperoleh indikator dan hasil pengukuran detail dari lembaga survey. Sehingga lembaga antirasuah itu bisa mempelajari poin-poin secara rinci.

“Feedback dari masyarakat sangat berarti bagi KPK untuk introspeksi dan melakukan perbaikan ke depannya,” papar Ali.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyatakan, kepercayaan publik terhadap KPK sangat anjlok. Karena pada survei  sebelum-sebelumnya, kepercayaan masyarakat kepada KPK pada urutan teratas, yakni peringkat satu atau dua.

“Kalau KPK (peringkatnya) turun, buat saya ini berita baru. Meskipun buat masyarakat sipil ini bukan hal yang mengagetkan, terutama setelah revisi UU KPK,” papar Burhanuddin.

Most Read

Artikel Terbaru

/