alexametrics
32.3 C
Kudus
Tuesday, May 24, 2022

Jatim Berpotensi Majukan Ekonomi Syariah, Termasuk Pariwisata Halal

SURABAYA – Khofifah Indar Parawansa selaku Gubernur Jawa Timur mengatakan bahwa Jatim memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah. Hal ini perlu menjadi perhatian agar terjadi pengembangan lebih luas pada beberapa sektor. Potensi ekonomi syariah  ini tidak hanya berfokus dari produk-produk halal, tetapi bisa saja dikembangkan di sektor lain seperti pengembangan pariwisata halal.

”Kita perlu memiliki visi menjadikan destinasi wisata halal karena kita punya pantai, gunung maupun situs budaya,” ungkap Khofifah dalam pembukaan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2021 di Tunjungan Plaza, Senin (27/9).

Ketum PP Muslimat NU ini mengatakan, berbagai pandangan dunia terhadap produk halal juga beragam, seperti Arab Saudi ingin menjadi pusat Islam dunia. Ada pula Tiongkok yang fokus pada ekspor baju muslim tertinggi ke Timur Tengah hingga mencapai USD 28 miliar.


Kemudian Malaysia, ingin menjadi pusat industri halal dan keuangan syariah global, Brazil ingin jadi pemasok daging unggas halal terbesar ke Timur Tengah, dan Australia juga ingin jadi pemasok daging sapi halal terbesar. Thailand, mempunyai visi menjadi dapur halal dunia dan London yang juga menjadi pusat keuangan syariah di barat.

”Kemudian Jepang tahun lalu berharap bisa jadi industri halal sebagai kontributor kunci perekonomian, begitu juga dengan Korea Selatan yang visinya jadi destinasi wisata halal,” paparnya.

Baca Juga :  Jadi Koalisi yang Sempurna, Qodari: Golkar, PAN dan PPP Tinggal Tentukan Capres dan Cawapres

Khofifah menambahkan, populasi umat Islam di dunia pada 2023 diperkirakan mencapai 2,15 miliar jiwa atau setara 26 persen dari populasi dunia. Sedangkan pasar produk halal di Asia-Pasifik ada sekitar 62 persen, di Afrika ada 15 persen, Timur Tengah 20 persen, serta Eropa dan Amerika Serikat 3 persen.

Data Global Islamic Economy mencatat bahwa Indonesia kini sudah masuk urutan ke-4 dari top 10 pada industri halal food, dan urutan ke-5 untuk media halal, urutan ke-3 untuk sektor mode dan fesyen halal, urutan ke-6 untuk friendly travel halal, dan urutan ke-7 untuk islamic financial, serta urutan ke-6 untuk farmasi dan kosmetik halal.

Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jatim Budi Hanoto mengatakan, dalam FESyar kali ini, BI ingin mendorong penguatan potensi ekspor halal dalam mendukung perkembangan ekonomi syariah di Jatim.

“Tentunya dalam penguatan ekspor halal diperlukan integrasi yang kuat dari halal value chain mulai dari penguatan di keuangan syariah, penguatan UMKM-nya, dan penguatan ekonomi digitalnya,” ujarnya.

SURABAYA – Khofifah Indar Parawansa selaku Gubernur Jawa Timur mengatakan bahwa Jatim memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah. Hal ini perlu menjadi perhatian agar terjadi pengembangan lebih luas pada beberapa sektor. Potensi ekonomi syariah  ini tidak hanya berfokus dari produk-produk halal, tetapi bisa saja dikembangkan di sektor lain seperti pengembangan pariwisata halal.

”Kita perlu memiliki visi menjadikan destinasi wisata halal karena kita punya pantai, gunung maupun situs budaya,” ungkap Khofifah dalam pembukaan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2021 di Tunjungan Plaza, Senin (27/9).

Ketum PP Muslimat NU ini mengatakan, berbagai pandangan dunia terhadap produk halal juga beragam, seperti Arab Saudi ingin menjadi pusat Islam dunia. Ada pula Tiongkok yang fokus pada ekspor baju muslim tertinggi ke Timur Tengah hingga mencapai USD 28 miliar.

Kemudian Malaysia, ingin menjadi pusat industri halal dan keuangan syariah global, Brazil ingin jadi pemasok daging unggas halal terbesar ke Timur Tengah, dan Australia juga ingin jadi pemasok daging sapi halal terbesar. Thailand, mempunyai visi menjadi dapur halal dunia dan London yang juga menjadi pusat keuangan syariah di barat.

”Kemudian Jepang tahun lalu berharap bisa jadi industri halal sebagai kontributor kunci perekonomian, begitu juga dengan Korea Selatan yang visinya jadi destinasi wisata halal,” paparnya.

Baca Juga :  Airlangga Puji Kerja Sama Golkar dengan Gubernur Khofifah

Khofifah menambahkan, populasi umat Islam di dunia pada 2023 diperkirakan mencapai 2,15 miliar jiwa atau setara 26 persen dari populasi dunia. Sedangkan pasar produk halal di Asia-Pasifik ada sekitar 62 persen, di Afrika ada 15 persen, Timur Tengah 20 persen, serta Eropa dan Amerika Serikat 3 persen.

Data Global Islamic Economy mencatat bahwa Indonesia kini sudah masuk urutan ke-4 dari top 10 pada industri halal food, dan urutan ke-5 untuk media halal, urutan ke-3 untuk sektor mode dan fesyen halal, urutan ke-6 untuk friendly travel halal, dan urutan ke-7 untuk islamic financial, serta urutan ke-6 untuk farmasi dan kosmetik halal.

Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jatim Budi Hanoto mengatakan, dalam FESyar kali ini, BI ingin mendorong penguatan potensi ekspor halal dalam mendukung perkembangan ekonomi syariah di Jatim.

“Tentunya dalam penguatan ekspor halal diperlukan integrasi yang kuat dari halal value chain mulai dari penguatan di keuangan syariah, penguatan UMKM-nya, dan penguatan ekonomi digitalnya,” ujarnya.

Most Read

Artikel Terbaru

/