alexametrics
31.1 C
Kudus
Monday, July 4, 2022

Baru Selesai Dibangun, Sebuah Rumah di Temanggung Roboh Akibat Longsor

TEMANGGUNG – Longsor yang terjadi di wilayah Kabupaten Temanggung pada Minggu (22/9/2021) disebabkan oleh hujan deras.

Di Desa Glapansari, Kecamatan Parakan longsor menyebabkan bangunan senderan rumah warga roboh. Selain itu, longsor juga merusak rumah warga di Dusun Nogo, Desa Salamsari,  Kecamatan Kedu.

Radar Semarang Senin (27/9/2021) pagi mengunjungi lokasi longsor. Pemilik rumah, Kholiq Hidayat, 31, mematung memandangi rumahnya yang rata dengan tanah. Sesekali ia membantu warga lain membereskan puing-puing bangunan yang berserakan.


Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena rumah baru selesai dibangun. Belum ditempati. Kholiq akan menempati rumahnya beberapa saat lagi karena masih mencari hari baik menurut perhitungan Jawa.

Namun, malang tidak dapat ditolak, mujur tidak dapat diraih. Impiannya menempati rumah yang sudah susah payah dibangun bersama istri dan anaknya, runtuh.

Robohnya rumah milik Kholiq terjadi sekitar pukul 23.30 malam. Setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras dari sore hingga malam hari. Rumah Kholiq dibangun di atas tanah yang labil. Sehingga ketika terus-terusan dihantam air hujan menimbulkan pergerakan tanah yang menjadi penyebab longsor tersebut.

Baca Juga :  Golkar, PPP, dan PAN Bersatu Perangi Politik Identitas

“Sebetulnya yang sebelah barat rumah itu lumayan rawan, karena terlalu rendah dan posisi tanahnya miring. Bagian belakang juga posisinya tidak seimbang, tapi dalam pembangunannya sudah diperhitungkan dengan baik,” ujar Kholiq.

Kholiq menuturkan pembangunan rumahnya memakan waktu satu tahun dan menelan biaya sekitar Rp 100 juta. Ia terpaksa mengungsi di rumah saudaranya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Totok Nursetyanto mengatakan, rumah yang roboh tersebut dibangun tidak jauh dari bantaran sungai yang membuat tanah di sekitar lokasi bergerak. Kemudian menyebabkan rumah roboh.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Salamsari Firman Wibisono. Ia mengatakan sebelum rumah Kholiq roboh, Minggu (26/9/2021) petang hingga malam hari hujan turun sangat lebat. Kondisi ini menyebabkan tanah di rumah tersebut menjadi labil hingga menimbulkan longsor.

Totok mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia mengatakan, berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG Jawa Tengah, wilayah Kabupaten Temanggung akan diguyur hujan lebat dengan intensitas pendek hingga November.

TEMANGGUNG – Longsor yang terjadi di wilayah Kabupaten Temanggung pada Minggu (22/9/2021) disebabkan oleh hujan deras.

Di Desa Glapansari, Kecamatan Parakan longsor menyebabkan bangunan senderan rumah warga roboh. Selain itu, longsor juga merusak rumah warga di Dusun Nogo, Desa Salamsari,  Kecamatan Kedu.

Radar Semarang Senin (27/9/2021) pagi mengunjungi lokasi longsor. Pemilik rumah, Kholiq Hidayat, 31, mematung memandangi rumahnya yang rata dengan tanah. Sesekali ia membantu warga lain membereskan puing-puing bangunan yang berserakan.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena rumah baru selesai dibangun. Belum ditempati. Kholiq akan menempati rumahnya beberapa saat lagi karena masih mencari hari baik menurut perhitungan Jawa.

Namun, malang tidak dapat ditolak, mujur tidak dapat diraih. Impiannya menempati rumah yang sudah susah payah dibangun bersama istri dan anaknya, runtuh.

Robohnya rumah milik Kholiq terjadi sekitar pukul 23.30 malam. Setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras dari sore hingga malam hari. Rumah Kholiq dibangun di atas tanah yang labil. Sehingga ketika terus-terusan dihantam air hujan menimbulkan pergerakan tanah yang menjadi penyebab longsor tersebut.

Baca Juga :  OTT Wali Kota Bekasi, KPK Temukan Uang Rp 5 Miliar

“Sebetulnya yang sebelah barat rumah itu lumayan rawan, karena terlalu rendah dan posisi tanahnya miring. Bagian belakang juga posisinya tidak seimbang, tapi dalam pembangunannya sudah diperhitungkan dengan baik,” ujar Kholiq.

Kholiq menuturkan pembangunan rumahnya memakan waktu satu tahun dan menelan biaya sekitar Rp 100 juta. Ia terpaksa mengungsi di rumah saudaranya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Totok Nursetyanto mengatakan, rumah yang roboh tersebut dibangun tidak jauh dari bantaran sungai yang membuat tanah di sekitar lokasi bergerak. Kemudian menyebabkan rumah roboh.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Salamsari Firman Wibisono. Ia mengatakan sebelum rumah Kholiq roboh, Minggu (26/9/2021) petang hingga malam hari hujan turun sangat lebat. Kondisi ini menyebabkan tanah di rumah tersebut menjadi labil hingga menimbulkan longsor.

Totok mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia mengatakan, berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG Jawa Tengah, wilayah Kabupaten Temanggung akan diguyur hujan lebat dengan intensitas pendek hingga November.

Most Read

Artikel Terbaru

/