alexametrics
27.5 C
Kudus
Sunday, May 29, 2022

Mbak Rerie: Peningkatan Kasus Covid-19 Jadi Momentum Wujudkan Disiplin

JAKARTA – Peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 dewasa ini harus dijadikan momentum penguatan perubahan perilaku masyarakat untuk menjalani kenormalan baru dalam keseharian.

“Merebaknya varian Omicron di tanah air semestinya menjadi perhatian semua pihak untuk dijadikan pemicu perubahan perilaku masyarakat untuk menjalani kenormalan baru,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/1).

Pemerintah melaporkan tambahan kasus positif korona pada Kamis (27/1) sebanyak 8.077 kasus positif. Provinsi yang melaporkan kasus terbanyak adalah DKI Jakarta dengan sumbangan 4.149 kasus.


Bahkan, data Kantor Staf Presiden, Rabu (26/1) menyebutkan keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit di Jakarta mencapai 45%, karena peningkatan kasus positif Covid-19.

Varian baru Omicron yang memiliki karakteristik mudah menular, menurut Lestari, harus menjadi pendorong masyarakat mengubah perilaku untuk menjalani kenormalan baru.

Kenormalan baru yang harus dijalani masyarakat, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, antara lain pelaksanaan disiplin protokol kesehatan di area publik seperti memakai masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan, serta sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Baca Juga :  Upaya Pemulihan Pariwisata Didukung Program Penguatan Digital

Selain itu, jelas Rerie, kewaspadaan dalam menghadapi peningkatan kasus positif Covid-19 harus terus ditingkatkan lewat penerapan kebijakan penanggulangan virus korona yang menyeluruh.

Koordinasi antar para pemangku kepentingan,  tambah Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, harus benar-benar solid, sehingga kebijakan yang diterapkan di setiap wilayah mampu menekan penyebaran virus di tanah air.

Miskomunikasi dan miskoordinasi, menurut Rerie, harus dicegah dan jangan sampai terjadi dalam mengantisipasi potensi lonjakan kasus positif virus korona di tanah air.

Rerie berharap, semua pihak, masyarakat dan para pemangku kepentingan memiliki satu semangat yang sama dalam langkah mengendalikan penyebaran virus korona.

Sudah saatnya, tegas Rerie, kita sebagai anak bangsa bahu membahu untuk mewujudkan tujuan bersama yaitu Indonesia yang mampu melindungi segenap bangsa dan tumpah darahnya, memajukan kesejahteraan umum, serta mencerdaskan kehidupan bangsa. (zen)

JAKARTA – Peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 dewasa ini harus dijadikan momentum penguatan perubahan perilaku masyarakat untuk menjalani kenormalan baru dalam keseharian.

“Merebaknya varian Omicron di tanah air semestinya menjadi perhatian semua pihak untuk dijadikan pemicu perubahan perilaku masyarakat untuk menjalani kenormalan baru,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/1).

Pemerintah melaporkan tambahan kasus positif korona pada Kamis (27/1) sebanyak 8.077 kasus positif. Provinsi yang melaporkan kasus terbanyak adalah DKI Jakarta dengan sumbangan 4.149 kasus.

Bahkan, data Kantor Staf Presiden, Rabu (26/1) menyebutkan keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit di Jakarta mencapai 45%, karena peningkatan kasus positif Covid-19.

Varian baru Omicron yang memiliki karakteristik mudah menular, menurut Lestari, harus menjadi pendorong masyarakat mengubah perilaku untuk menjalani kenormalan baru.

Kenormalan baru yang harus dijalani masyarakat, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, antara lain pelaksanaan disiplin protokol kesehatan di area publik seperti memakai masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan, serta sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Baca Juga :  Rerie: PPKM Beda Level Tuntut Kolaborasi Pengawasan yang Baik Antardaerah

Selain itu, jelas Rerie, kewaspadaan dalam menghadapi peningkatan kasus positif Covid-19 harus terus ditingkatkan lewat penerapan kebijakan penanggulangan virus korona yang menyeluruh.

Koordinasi antar para pemangku kepentingan,  tambah Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, harus benar-benar solid, sehingga kebijakan yang diterapkan di setiap wilayah mampu menekan penyebaran virus di tanah air.

Miskomunikasi dan miskoordinasi, menurut Rerie, harus dicegah dan jangan sampai terjadi dalam mengantisipasi potensi lonjakan kasus positif virus korona di tanah air.

Rerie berharap, semua pihak, masyarakat dan para pemangku kepentingan memiliki satu semangat yang sama dalam langkah mengendalikan penyebaran virus korona.

Sudah saatnya, tegas Rerie, kita sebagai anak bangsa bahu membahu untuk mewujudkan tujuan bersama yaitu Indonesia yang mampu melindungi segenap bangsa dan tumpah darahnya, memajukan kesejahteraan umum, serta mencerdaskan kehidupan bangsa. (zen)

Most Read

Artikel Terbaru

/